Emir Qatar Gelontorkan Rp 1,3 Triliun ke Gaza | Makassar Today
Connect with us

Internasional

Emir Qatar Gelontorkan Rp 1,3 Triliun ke Gaza

Published

on

QATAR – Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani akan menyumbangkan uangnya untuk Gaza, Palestina, sebesar USD100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Uang sumbangan itu akan digunakan untuk rekonstruksi di Gaza yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Sumbangan dari Qatar itu diungkap pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang pada bulan lalu bertemu dengan emir kaya raya itu di Doha.

Menurut Haniyeh, uang USD100 juta yang akan ditransfer untuk pembangunan Gaza itu bagian dari janji Emir Tamim pada 2014 yang akan menyumbangkan dananya hingga USD1 miliar atau sekitar Rp 13,3 triliun untuk Gaza.

“Yang Mulia, Emir (Tamim bin Hamad Al Thani), setuju untuk deposit USD100 juta dana untuk pembangunan Gaza kembali,” ujar Haniyeh saat upacara untuk menandai selesainya tahap kedua dari proyek perumahan di Gaza selatan yang didanai Qatar.

Wilayah Jalur Gaza hancur oleh invasi Israel pada tahun 2014. Kehancuran itu membuat Qatar tergerak untuk menolong Gaza. Untuk mengawasi rekonstruksi Qatar menugaskan perwakilan tetapnya di Palestina.

Haniyeh melanjutkan bahwa Emir Qatar juga setuju mendanai pembangunan jalur listrik kedua dari Israel ke Gaza dengan dana USD30 juta. Proyek itu diharapkan dapat memberikan tambahan listrik untuk warga Gaza hingga 100 megawatt.

Infrastruktur listrik Gaza saat ini memiliki kapasitas untuk menyediakan sekitar 225 megawatt bagi penduduknya. Jumlah itu masih kurang dari setengah total kebutuhan mereka.

Qatar selama ini tercatat sebagai salah satu sponsor terkuat Hamas. Doha bahkan kerap menjadi tempat singgah Ketua Politbiro Hamas Khaled Mashaal. (*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Internasional

Sejumlah Restoran KFC di Inggris Tutup, Alasannya Karena Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Sejumlah restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Kentucky Fried Chicken atau KFC, di Inggris tutup. Alasannya sungguh mengejutkan.

Cabang KFC di Bristol, Berkshire, Cheshire, Devon, Newcastle, Suffolk dan Surrey terdampak oleh urusan partner pemasok ayam untuk KFC.

Tanda-tanda ditempatkan di pintu gerai KFC di seluruh negeri yang mengatakan bahwa restoran ditutup karena “beberapa masalah dengan pengiriman stok ayam hari ini”.

Ratusan orang memposting pesan kemarahan di Twitter, setelah menemukan bahwa Kentucky Fried Chicken telah kehabisan ayam goreng.

Beberapa dari mereka yang mengunjungi toko-toko yang terkena dampak pergi ke restoran KFC terdekat hanya untuk menemukan tanda yang sama telah ditempatkan di sana juga.

Seorang pelanggan bercanda menggambarkan situasinya sebagai “akhir dunia”.

Summer Thomas berkata, “Ohhhh KFC, apa yang Anda pikirkan saat bermain di dekat hampir setiap cabang di Bristol karena Anda kehabisan ayam! Ini pada dasarnya adalah akhir dari dunia.”

Juru bicara KFC segera mengeluarkan pernyataan seputar penutupan gerainya akibat pemasokan ayam segar yang bermasalah.

“Kami memiliki partner baru dalam pengiriman, tapi mereka memiliki beberapa masalah dalam menyediakan ayam segar ke 900 restoran. Bagi mereka masalah itu cukup kompleks,” kata seorang juru bicara KFC di Inggris.

“Kami tidak akan berkompromi dengan kualitas, jadi beberapa restoran kami di Inggris terpaksa kami tutup, menu dikurangi, atau jam yang dipersingkat selama akhir pekan.”

“Kami ingin berterima kasih kepada tim restoran kami yang luar biasa, yang bekerja sepanjang waktu untuk membuat kami bangkit dan beroperasi lagi,” ucap juru bicara KFC itu. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Internasional

Pemindahan Kantor Kedubes AS di Yerusalem Diwarnai Aksi Protes Warga Palestina

Published

on

By

Makassartoday.com – Amerika Serikat (AS) resmi memindahkan kantor kedutaannya ke Yerusalem, Israel. Pemindahan kantor tersebut diwarnai aksi protes warga Palestina yang menyebabkan puluhan warga meninggal dunia.

Anak Presiden Donald Trump, Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner serta Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin meresmikan dibukanya kantor kedutaan di Yerusalem, Senin (14/5/2018). Kedutaan AS dipindah menuju Yerusalem dari kantor kedutaan sebelumnya yang berada di Tel Aviv, Israel.

Meski tak ikut hadir, Presiden Donald Trump mengucapkan selamat atas dipindahnya kedutaan tersebut. Trump menyebut Israel mempunyai hak untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukotanya.

“Israel adalah negara berdaulat yang memiliki hak seperti negara berdaulat lainnya untuk menentukan ibukotanya sendiri. Selama bertahun-tahun kita tidak mengakui hal tersebut. Realitasnya adalah Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata Trump seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu memuji pemindahan kedutaan AS di Yerusalem. Dia mengatakan hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Israel.

“Hari yang sangat bersejarah. Ingat momen ini. Ini hari yang bersejarah. Presiden Trump mengakui sejarah tersebut. AS telah membuat sejarah. Kita semua tersentuh, kita semua bersyukur,” ujar Netanyahu dalam sambutannya.

Korban tewas dalam bentrokan di perbatasan Gaza dan Israel bertambah menjadi 52 orang. Otoritas Palestina mengecam jatuhnya banyak korban jiwa sebagai ‘pembantaian mengerikan’ oleh Israel.

Bentrokan ini pecah saat hari pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Yerusalem yang digelar 14 Mei ini. Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem digelar bertepatan dengan 70 tahun peringatan berdirinya Israel.

Puluhan ribu demonstran Palestina dilaporkan membanjiri perbatasan Gaza-Israel sepanjang Senin (14/5) waktu setempat. Bentrokan pecah di lima titik di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel.

Unjuk rasa pada Senin (14/5/2018) ini digelar menjelang peringatan ‘Nakba’ atau ‘Malapetaka yang jatuh tanggal 15 Mei 1948, saat ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah-rumah mereka. Diperkirakan aksi protes akan memuncak pada Selasa (15/5/2018) besok. (Sumber: detik.com)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Internasional

Pria di Kansas Ditangkap Setelah Kepergok Bercinta Dengan Knalpot Mobil

Published

on

By

Makassartoday.com – Kasus aneh terjadi di Kansas, Amerika Serikat. Seorang pria cabul dibekuk polisi saat berupaya menjadikan pipa knalpot mobil sebagai pelampiasan nafsunya.

Awalnya, Letnan Scott Powell dari Kepolisian Newton, Kansas mendapat laporan tentang seorang pria telanjang yang berada di bawah mobil.

“Ia sedang berupaya untuk memasukkan kelaminnya ke knalpot,” kata Letnan Powell.

Polisi yang memergoki tindakan tersebut langsung memerintahkan pelaku menghentikan aksinya. Namun, pria tersebut tak mau mendengar.

Seperti dikutip dari The Kansan, polisi pun terpaksa menggunakan pistol listrik (stun gun), untuk memaksanya berhenti.

“Pelaku dalam kondisi teler, setelah mengonsumsi obat tertentu,” kata Letnan Powell. “Para petugas ada di sana, dan ia tetap nekat mencoba berhubungan seks dengan knalpot mobil. Ia tak patuh pada perintah atau apapun

yang diupayakan aparat.” Pelaku, yang berusia 24 tahun, terancam diperkarakan atas tuduhan melakukan perbuatan mesum dan cabul.

Bukan kali ini saja kasus serupa terjadi. Pada 2014, warga Washington, Amerika Serikat, Edward Smith mengklaim bahwa dia telah berhubungan seks dengan lebih dari 700 mobil.

Dalam sebuah interview dengan acara This Morning, Smith mengaku tertarik secara seksual pada mesin. Menurutnya, benda mati itu lebih menggairahkan daripada wanita.

Ia juga mengaku punya ‘hubungan spesial’ dengan sebuah helikopter. Smith mengaku kehilangan keperjakaannya dengan sebuah VW Beetle.

“Aku tertarik dengan keindahan mobil-mobil saat berusia 15 tahun,” kata dia. “Mereka membangkitkan sesuatu dalam diriku.” (BS)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya