Transaksi Investor Domestik Capai Rp 2.328 Triliun di Tahun 2016 | Makassar Today
Connect with us

Saham

Transaksi Investor Domestik Capai Rp 2.328 Triliun di Tahun 2016

Published

on

MAKASSAR – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk memperluas basis investor, khususnya investor ritel, dan meningkatkan literasi pasar modal di masyarakat. Sebab dengan basis investor, terutama investor ritel yang semakin kuat pasar modal diharapkan dapat memobilisasi dana masyarakat, sehingga dapat digunakan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional.

Data operasional BEI dan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) lewat rilis ke Maday, Jumat (17/2/2017), mencatat jumlah investor baru pasar modal sampai dengan akhir Desember 2016 telah mengalami kenaikan 23,47% atau 101.887 single investor identification (SID) menjadi 535.994 SID dari sebelumnya 434.107 SID.

Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pertumbuhan investor baru di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 18,83% atau 68.804 SID dari posisi 365.303 SID di Desember 2014. Jumlah investor aktif per tahun juga mengalami peningkatan 21,35% atau 32.950 SID menjadi 187.268 SID di posisi akhir Desember 2016 dari 154.318 SID di Desember 2015.

Sedangkan pertumbuhan jumlah investor per bulan mencapai 19.908 SID atau 33,76% menjadi 78.878 SID di Desember 2016 dari 58.970 SID di Desember 2015. Rasio investor aktif per bulan terhadap total SID mengalami peningkatan 1,14% menjadi 14,72% di Desember 2016 dari 13,58% di Desember 2015.

Di sepanjang tahun 2016, investor domestik masih menguasai total transaksi 2016 dengan persentase sebesar 63,11% atau Rp 2.328 triliun. Sedangkan persentase transaksi investor asing sebesar 36,89% atau Rp 1.360 triliun. Persentase investor domestik terhadap total SID di sepanjang 2016 sebesar 97,87% atau 534.261 SID.

Sedangkan investor asing hanya 2,13% atau 11.633 SID. Provinsi DKI Jakarta sampai dengan saat ini masih menjadi provinsi dengan total investor dan investor aktif tertinggi di 2015 dan 2016.


Total investor di Ibukota Indonesia ini sebesar 165.373 SID dengan jumlah investor aktif 59.285 SID. Di sepanjang 2016, total kegiatan edukasi BEI paling banyak dilaksanakan di DKI Jakarta, yakni 581 kegiatan edukasi atau 22% dari total kegiatan edukasi BEI secara keseluruhan.

Meski demikian, provinsi Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah investor baru tertinggi di 2016 dengan pertumbuhan mencapai 102,43% menjadi 17.456 SID baru dari capaian 8.623 SID baru di akhir 2015. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat menjadi provinsi dengan persentase pertumbuhan investor tertinggi di 2016 yakni sebesar 287% menjadi 1.722 SID dari 600 SID di 2015.

Gencarnya sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilakukan oleh BEI di seluruh Indonesia membuat rasio penyebaran investor pasar modal di pulau Jawa semakin berkurang. Hal tersebut seiring dengan naiknya rasio penyebaran investor di pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau di wilayah Indonesia Timur.

Total investor pasar modal di Pulau Jawa meningkat 16,89% dan rasio penyebarannya turun menjadi 78,3% di 2016 dari 81% di 2015. Sebaliknya rasio penyebaran investor pasar modal di pulau lainnya meningkat seperti di Sumatera (12,1% dari 11,1%), Kalimantan (3,7% dari 3,3%), Sulawesi (2,9% dari 2,3%) dan Bali, Maluku, Papua yang tergabung ke dalam Wilayah Indonesia Timur (2,9% dari 2,3%).

Di tahun 2017 ini, BEI akan terus secara berkelanjutan melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat di tanah air agar melek investasi saham dan segera menjadi investor saham. Di samping itu, untuk meningkatkan aktivitas investasi investor, BEI akan memberi dukungan penuh kepada Anggota Bursa untuk memperbanyak kelas edukasi bagi investor pemula agar semakin paham dengan cara-cara berinvestasi sehingga dapat menimbulkan keyakinan dalam mengambil keputusan investasi. (rangga)

Advertisement
Comments

Saham

Bagaimana Cara Menabung Saham? Baca Ini

Published

on

By

Menabung saham berbeda dengan tabungan konvensional yang mengikuti pergerakan inflasi, uang yang dialokasikan untuk menabung saham tergantung pada produktivitas perusahaan di mana uang ‘dititipkan’.

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Semakin baik progres bisnis jangka panjang perusahaan tersebut akan semakin baik hasilnya.

Pada masa tertentu, uang yang kita investasikan sebagai tabungan saham akan mendapat keuntungan berupa capital gain yakni selisih harga beli dan harga jual saham perusahaan tersebut.

Nilai sebuah perusahaan akan naik turun dipicu karena aset, keuntungan, modal, dan terutama sentimen pasar. Sehingga nilai saham suatu perusahaan akan berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, saham Bank Central Asia (BBCA) pada awal tahun 2005 per lembar saham dihargai 1475 Rupiah, sedangkan pada akhir tahun 2014 (10 tahun kemudian) per lembar saham BBCA dihargai 13125.

Selain itu, ada lagi deviden yang akan Anda terima jika perusahaan mengalami keuntungan. Konsep ini sama seperti membeli tanah yang kemudian disewakan, selain mendapat uang sewa Anda pun mendapat kenaikan harga saat penjualan.

Sebenarnya, menabung saham tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang, apalagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) senantiasa mengajak warga masyarakat untuk gemar berinvestasi sera mengedukasi dan mengembangkan industri kearah yang lebih baik. Tujuan BEI bukan hanya fokus menambah jumlah invertor saja, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal sehingga meningkatkan investor aktif di pasar modal Indonesia. Jika anda sudah tetarik dengan menabung saham ini, mari kita bahas cara-cara untuk menabung saham, sebagai berikut:

1. Buka Rekening Efek / Rekening Saham

Kita bisa membuka rekening saham di perusahaan sekuritas yang disebut pialang. Cara pembukaannya tidak berbeda dengan membuka tabungan konvensional, identitas diri, saldo minimal dan lain-lain. Perusahaan sekiritas ini terdiri dari Perusahaan Sekuritas Pemerintah / BUMN yang antara lain: BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan lainnya. Perusahaan Sekuritas Swasta antara lain: Sinarmas sekuritas, Panin Sekuritas dll. Dan Perusahaan Sekuritas Asing yang antara lain : JP Morgan Securities, Kim Eng Securities dan lainnya.


2. Menentukan Nominal Dana yang disisihkan

Setelah memiliki rekening saham, sekarang kita tentukan berapa dana yang perlu kita sisihkan untuk menabung saham. Terlepas dari saldo minimal yang dipersyaratkan pialang saat pembukaan rekening. Anda perlu menentukan nominal dana yang disisihkan bertujuan agar kita dapat rutin menabung tanpa mempengaruhi pengeluaran rutin.

3. Menentukan Saham

Saham yang tepat tentu saja saham yang memberikan keuntungan terbesar dengan resiko terkecil untuk investasi. Penting untuk menganalisa kondisi perusahaan yang sahamnya akan dibeli. Apakah perusahaan itu sehat dan berkembang? Perhatikan pula grafik harga saham untuk menentukan timing pembelian yang tepat. Di BEI terdapat daftar 45 perusahaan dengan nilai transaksi / likuiditas tertinggi.

4. Setor Dana secara Rutin

Pada tahap sebelumnya Anda telah menentukan nominal dana yang disisihkan untuk menabung. Ditahap ini kita hanya perlu menyetorkan dana tersebut pada rekening saham kita secara rutin setiap periode. Tanpa kita sadari tabungan Anda akan terus meningkat dan cukup untuk membeli saham yang diinginkan.

5. Beli Saham Secara Rutin

Ada beberapa cara membeli saham, dua diantaranya melalui broker dimana Anda bisa meminta broker melakukan pembelian saham. Yang ke-2 melalui order online. Kita dapat membeli sendiri melalui Trading Saham Online System yang disediakan broker pada nasabah yang dapat diinstal di PC/Gadget pribadi. Belilah saham secara rutin setiap periode. Bayangkan bila setiap bulan kita membeli 1 lot saham yang terdiri dari 100 lembar saham, berapa saham yang kita miliki setelah 1 atau 2 tahun?

Nantinya, tanpa terasa saham yang Anda miliki akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Menarik dan menguntungkan adalah dua kata yang tepat untuk tabungan investasi ini. Namun perlu diingat jadilah investor cerdas yang memahami resiko dan keuntungan berinvestasi di pasar modal. Selain itu perlu mewaspadai munculnya penipuan dengan modus penawaran keuntungan melebihi kelaziman seperti investasi bodong. Selamat mencoba menabung saham!

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler