3 Lembaga Sepakat Dorong Peningkatan UKME di KTI | Makassar Today
Connect with us

Makro

3 Lembaga Sepakat Dorong Peningkatan UKME di KTI

Published

on

MAKASSAR – Lembaga Pembiayaan Eksport Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank bekerjasama dengan Komite Ekonomi dan Indonesia Nasional (KEIN) dan Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) menggelar Business Gathering di Hotel Fourt Point Makassar, Jl Landak Baru, Kamis (6/4/2017).

Dalam Bisnis Gathering ini mengambil tema “Sinergi Kelembagaan dalam Mendorong Peningkatan Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME), dikawasan Timur Indonesia.

“Acara ini terdiri dari Seminar dan Coaching Clinic dengan tujuan untuk menambah kompotensi para pelaku usaha kecil menengah guna melakukan eskpor dan selanjutnya berkompetisi di pasar Global,” ungkap Plt Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegiarso.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Indonesia Eximbank di tahun 2017 agar pelaku UKM dapat meningkatkan kompetensi dan termotivasi untuk melakukam ekspor sehingga berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional.

Dikatakan, dukungan Indonesi Eximbank diperuntukkan kepada segmen UKM yang berorientasi ekspor tercermin dari pertumbuhan pembiayaan pada segmen UKM di posisi Desember 2016 tercatat nail 44,52% dibandingkan priode Desember 2015 dari Rp 7.267 miliar menjadi Rp 10.503 miliar.

“Total pembiayaan UKME Indonesia Eximbank ditahun 2016 mencapai Rp 10,50 triliun atau tumbuh 44,54% dari tahun sebelumnya, dengan penyaluran tersebar ke seluruh provinsi tanah air, dengan capain ini, UKME memiliki memiliki porsi 11,86% dari totak pembiayaan,” urai Susiwijono.

Susiwijono menjelaskan, di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebesar 7,20 yoy, di atas pertumbuhan nasional sebesar Rp 5,02 yoy.

“Sejalan dengan itu kinerja ekspor Kawasan Timur Indonesia juga mengalami peningkatan mencapai Rp 84,6 triliun dengan jenis komoditas antara lain produk logam, minyak nabati, dan produk makanan,” tutupnya. (rangga)


Advertisement
loading...
Comments

Makro

Snack Jagor, Jagung Goreng Spesial Tana Doang

Published

on

By

MAKASSAR – Warga Makassar kini dapat menikmati jagung goreng praktis dengan harga terjangkau. CV Multi Dimensi Food (Mdfood) sebagai salah satu produsen makanan ringan yang berdomisili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menghadirkan snack jagung goreng dengan rasa manis pedas Sweet Spicy.

Makanan ringan yang diberi nama Jagor atau akronim dari jagung goreng cap Petani Jagung ini dibuat dari jagung pilihan yang diproses tingkat kebersihan dan sangat terjaga serta dipadukan dengan bumbu-bumbu pilihan. Jagor dijual dalam bentuk kemasan plastik 15 gram dengan rasa yang tak asing di lidah warga Makasssar.

Direktur Mdfood Snack Jagor Baharuddin Patta menceritakan, usaha jagung goreng dirintis sejak tahun 1987 melalui Usaha Makmur Bersama yang berbadan hukum Usaha Dagang (UD) dengan menggunakan peralatan dapur seadanya. Setelah berjalan 5 tahun peningkatan usaha jagung goreng ini baru mulai banyak diminati masyarakat Kota Makassar.

Tak sedikit pula penggemar Snak Jagor yang berdatangan langsung ke tempat produksi untuk membeli dan dijual kembali ke warung-warung campuran di beberapa wailayah di Makassar.

Namun seiring meningkatnya permintaan, Mdfoof mulai kewalahan untuk produksi sehingga banyak permintaan yang tak sanggup terlayani dan akhirnya ada beberapa pelanggan yang meminta untuk diajarkan membuat jagung goreng.

“Sejak masa itu permintaan menurun dikarenakan sudah ada beberapa pelanggan yang bisa membuat jagung serupa walaupun rasa dan khasiatnya masih sangat jauh berbeda dengan produksi kami. Memasuki tahun 2000-an penjualan kami masih datar sampai pada tahun 2007 yaitu di awal masuknya pasar modern mini market di Makassar, seperti Alfa Midi, Alfa Mart, Indomaret, sejak itu kami coba mengajukan penawaran kepada mereka,” jelasnya.

Setelah tiga kali mengajukan ke outlet, produk Jagor akhirnya diterima. Sejak itu produksi Jagor mulai meningkat hingga tahun ke 5 dan saat ini sudah banyak permintaan untuk penambahan variant rasa.

“Namun sampai saat ini kami belum memenuhi permintaan tersebut dikarenakan modal produksinya cukup besar,” pungkasnya. (rls)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...