Pencekalan Setnov Gulirkan Kembali Isu Munaslub Golkar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Nasional

Pencekalan Setnov Gulirkan Kembali Isu Munaslub Golkar

Published

on

JAKARTA – Politisi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menilai pencekalan terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) memberikan sinyal keharusan suksesi pimpinan di partai beringin.

“Sekarang tingkat keseriusannya harus semakin tinggi. Opsi langkah-langkahnya pun harus semakin kongkret. Bila melihat perkembangan sidang dan langkah yang diambil KPK, pembicaraan yang dilakukan pada tingkat pimpinan partai sudah harus lebih tegas. Pergantian kepemimpinan sudah hampir bisa dikatakan bukan lagi menjadi opsi, tapi keharusan,” kata Doli, dilansir rimanews, Selasa (11/4/2017).

Oleh karena itu, petinggi Partai Golkar sudah seharusnya bersikap terkait pucuk pimpinan Partai Golkar tersebut. “Tinggal pilihannya sementara atau permanen. Bila yang dipilih adalah pergantian sementara, ya segeralah dilakukan. Atau bila pilihannya pergantian secara permanen, maka step-stepnya pun harus dipersiapkan,” kata mantan ketua KNPI itu.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, yang terpenting adalah bahwa pergantian itu tidak membuat kegaduhan baru, tidak mengundang konflik baru, didukung oleh semua pihak, dan dilakukan hanya, untuk, dan demi menjaga konsolidasi agenda dan program ke depan serta penyelamatan partai.

“Jadi bagi kawan-kawan yang di DPP Partai Golkar, jangan lagi malu-malu dan berpura-pura sungkan untuk memulai membahas hal tersebut. Juga termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar. Semua yang dilakukan adalah demi untuk kebaikan partai dan mungkin juga untuk kebaikan pak Setya Novanto,” pungkasnya. (*)

BAGIKAN:
Comments

Nasional

Mulai 1 Oktober, Cairan Vape Dikenakan Cukai 57 Persen

Published

on

By

Makassartoday.com – Mulai 1 Oktober 2018, produk likuid vape atau cairan rokok elektrik kena cukai 57 persen. Hal ini tentu berdampak terhadap kenaikan harga likuid. 

Namun, untuk menyiasati itu, pengusaha vape harus memangkas pengeluaran hingga keuntungan.

Ketua Asosiasi Pengusaha e-Liquid Mikro (APeM) Deni S menyampaikan, menekan pengeluaran diperlukan agar harga produk di konsumen tidak naik tinggi akibat dikenakannya cukai 57 persen.

“Nah soal kenaikan 57 persen itu, ya kita produsen mensiasatinya dengan mengurangi beberapa cost-costpengeluaran,” katanya ditemui di Kantor Ditjen Bea Dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

Selain itu margin juga dipangkas, mulai dari produsen, hingga ke pengecer. Kalau tidak dilakukan maka kenaikan harga likuid akan signifikan.

“(Pengurangan margin) dari mulai marginnya produsen, margin distributor, dan margin retailer atau toko,” sebut dia.

Dengan demikian, harapannya harga likuid di konsumen bisa ditekan, dan naiknya hanya berkisar 5-10 persen.

“Sehingga nanti di konsumen itu naiknya hanya sekitar 5-10 persen,” tambahnya. (sumber: detik.com)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Mensos Idrus Marham Diperiksa Kasus Suap PLTU Riau-1

Published

on

By

Makassartoday.com – Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dipanggil KPK terkait kasus suap pembangunan PLTU Riau-1. Perkara itu menjerat anggota DPR Eni Maulani Saragih.

“Direncanakan pemeriksaan saksi Idrus Marham pada Kamis (19/7),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (18/7/2018).

Dalam perkara ini, Eni selaku Wakil Komisi Komisi VII diduga menerima suap total Rp 4,5 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Sedangkan keterkaitan Idrus berawal dari undangannya kepada Eni untuk datang ke kediamannya dalam acara ulang tahun anaknya. Saat itulah, Eni ditangkap KPK pada Jumat, 13 Juli, lalu. (sumber: detik.com)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Danny Paparkan Kondisi Layanan Publik Makassar ke Juri IAI

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkesempatan memaparkan kondisi infrastruktur dan pelayanan publik dihadapan Juri Indonesia Attractiveness Index (IAI) di Gedung Tempo, Jl Palmerah, Jakarta, Rabu (18/7/2018).  

Pemaparan itu disaksikan langsung Juri IAI yang  beranggotakan Bambang Harimurti (Tempo), Handi (Frontier), Faisal Basri (Pengamat Ekonomi), dan Aviliani (Pengamat Ekonomi).

Sekedar diketahui, IAI adalah penghargaan yang diberikan kepada daerah yang memiliki daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata.

“Saya hadir bersama Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim. Dihadapan juri, saya sampaikan soal Kota Makassar yang terus tumbuh progresif di berbagai sektor. Salah satunya adalah terkait inovasi kebijakan publik, seperti Pasikola (mobil antar jemput untuk anak sekolah di Kota Makassar), Makassar Home Care, Makassar Smart Card, dan beberapa kebijakan lainnya,” urai Danny.

Danny menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berupaya terus memaksimalkan program pembangunan. “Semoga yang saya sampaikan mampu meyakinkan juri. Bagi Danny Pomanto, prestasi adalah bonus dari apa yang telah dilakukan,” ucapnya.  

Menurut Danny, hal terpenting adalah bagaimana program Pemerintah Kota Makassar mampu bermanfaat bagi masyarakat.

“Mohon doanya agar Kota Makassar semakin sejahtera dan mendapatkan pengakuan sebagai kota yang jaya,” imbuh Danny.
(hms)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya