Istilah "Muka Jodoh" Bukan Hal Yang Kebetulan, Baca Selengkapnya! | Makassar Today
Connect with us

Feature

Istilah “Muka Jodoh” Bukan Hal Yang Kebetulan, Baca Selengkapnya!

Published

on

Pernahkah Anda mendengar istilah “Muka Jodoh” atau mungkin melihat teman dan kerabat yang sudah lama menikah dan jadi terlihat mirip selayeknya saudara?

Jika Anda merasa penasaran, kenapa pasangan menikah fisiknya jadi mirip seperti saudara, maka Anda tidak sendirian. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam PLOS Genetics, ketika dua orang yang menikah jadi terlihat mirip, hal ini bukanlah kebetulan semata. Hal ini dikarenakan kecenderungan manusia untuk menikahi seseorang dengan nenek moyang atau ras yang sama.

Tren ini memiliki efek penting terhadap genetik suatu populasi, ujar Dr. Ronnie Sebro dari Universtiy of Pennsylvania dan penulis senior Josee Dupuis dari Boston University School of Public Health dan Neil Risch dari University of California, San Fransisco.

Para peneliti dalam studi ini melihat genom pasangan menikah dari tiga generasi dan 879 pasangan dari Framingham, Massachusetts, yang asalnya adalah bagian dari sebuah studi kesehatan jantung di tahun 1948.

Jadi bagaimana fenomena menarik ini bisa terjadi? Rupanya, ketika sebagian orang yang dipelajari menikah, mereka memilih pasangan dari komunitas mereka sendiri, dan orang-orang ini seringnya memiliki nenek moyang yang sama.

Seiring waktu, ketertarikan pada seseorang yang mirip dengan kita, atau dari komunitas sendiri, menciptakan genetik struktur genetik yang serupa dalam suatu populasi.

Partisipan yang nenek moyangnya berasal dari Utara Eropa, Selatan Eropa, dan Ashkenazi, cenderung memilih pasangan dari asal usul yang sama. Namun generasi penerusnya lebih berkemungkinan kecil untuk melakukan hal yang sama.

Apalagi dengan kondisi global seperti saat ini, kemungkinan seseorang untuk bertemu pasangan yang berasal dari komunitas berbeda atau asal usul berbeda juga jadi lebih besar. (*)


Advertisement
loading...
Comments

Feature

Kisah Mahasiswi Poltek Menjemput Ajal di Hari Pernikahan

Published

on

By

BAJENG – Laode Muhammad Khalik tak pernah menyangka jika hari pernikahannya akan berkahir duka. Ode, begitu sapaan akrabnya, hanya bisa pasrah karena calon istrinya menjemput ajal sesaat sebelum ijab kabul dimulai.

Sedianya Ode akan menjalani prosesi pernikahan dengan pujaan hatinya, Rosminta Daeng Rannu alias Icha pada Rabu (8/11/2017) sekira pukul 11.00 Wita, di Desa Bontobodo’ Kalamandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.

Namun takdir berkata lain, karena pasangan pengantin ini harus dipisahkan oleh maut. Kepergian Icha memang bukan tanpa alasan.

Mahasiswi Politeknik Ujungpandang asal Kabupaten Maros ini sebelumnya telah divonis menderita tifus dan sempat menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf selama empat hari.

“Seminggu sebelum hari H (akad nikah) Ica dirawat di ruang ICU RSUD Syekh Yusuf. Dokter vonis sakit tifus, tapi setelah dirongen, dokter bilang almarhumah kondisinya sudah normal,” beber keluarga Icha, Hj Cici ditemui, Kamis (9/11/2017).

Atas dasar itulah Icha kemudian menyatakan siap untuk menjalani prosesi pernikahan. Namun sebelum proses ijab kabul di hari pernikahannya itu, kondisi Icha nampak berbeda. Ia terlihat lemas dan sempat tak sadarkan diri, hingga tak lama dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dari rumah sakit, almarhumah pulang diantar sama suaminya. Waktu di rumah sempatji agak baikan tapi pas jelang ijab kabulnya langsung drop dan tepat pukul 11.00 waktu ijab kabulnya, almarhumah sudah tidak ada (meninggal, red),” ucapnya sedih.

Ode pun hanya bisa memandangi jasad calon istrinya untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Ode hanya bisa melihat calon istrinya mengenakan baju pengantin hanya sekejap dan kini hanya mampu melihat Icha dalam kondisi berbeda, yakni dengan kain kafan.

(Rahman sijaya)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...