Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Medan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Regional

Pengakuan Pembunuh Satu Keluarga di Medan

Published

on

MEDAN – Andi Lala (34) pelaku utama pembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli berhasil dibekuk polisi.

Setelah seminggu jadi target buruan polisi, Andi Lala (34) akhirnya ditangkap di Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kepada polisi, tersangka utama pembunuhan sadis satu keluarga di Medan ini mengakui perbuatannya.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah kepada wartawan mengatakan bahwa Andi Lala mengakui perbuatan brutalnya itu.

“Dia mengakui. Barang bukti disita di sekitar TKP (tempat kejadian perkara),” kata Nurfallah, Sabtu (15/4/2017).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las itu diduga sebagai otak pelaku pembunuh keluarga Riyanto (40) dan istrinya Riyani (38), kedua anak mereka Syifa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya Marni (60) yang terjadi pada Minggu (9/4/2017) lalu.

Sedangkan anak bungsu Riyanto, Kinara (4), lolos dari maut meski sempat kritis akibat luka di tubuhnya.

“(Barang bukti) besi dibuang di sekitar TKP,” sambung Nurfallah.

Diduga kuat Andi bersama dua tersangka lain sudah merencanakan pembunuhan tersebut, bertujuan ingin menguasai uang hasil penjualan rumah warisan milik Riyanto.

Akan tetapi, ternyata uang yang diincarnya tidak ada. Andi diduga hanya mendapat uang Rp 25 juta di lemari korban, dan memberikan Rp 300.000 kepada tersangka Roni sebagai eksekutor.

Dalam pelariannya, Andi Lala sempat berpindah-pindah tempat sebelum ditangkap hari ini sekitar pukul 05.00 WIB. Dia melarikan diri dari rumah di Lubuk Pakam, Deli Serdang, ke Serdang Bedagai, Asahan, Sumut, hingga tertangkap di rumah saudaranya di Inhil, Riau.

BAGIKAN:
Comments

Regional

21 Mahasiswa PLS Ikut Ujian Skripsi Gelombang Pertama

Published

on

By

ENREKANG – Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) kembali melaksanakan Ujian Skripsi Gelombang I Angkatan 2016/2017.

Ujian ini digelar di Aula STKIP Muhammadiyah Enrekang dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2012 ditambah beberapa mahasiswa dari angkatan sebelumnya yang seluruhnya berjumlah 21 orang mahasiswa, Minggu (4/6/2017).

Baharuddin SE selaku Dosen STKIP Muhamnadiyah Enrekang mengatakan, ujian yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita berlangsung khidmat dan dalam suasana kekeluargaan, mahasiswa pun mengikutinya dengan penuh antusias, karena ujian merupakan tahapan akhir dari proses akademik yang telah mereka jalani selama empat tahun.

“Pada pelaksaan ujian kali ini, turut hadir sebagai peserta adalah Kepala Desa Pekajo Kecamatan Curio yaitu Addin yang setelah sekian tahun baru dapat merampungkan penyusunan tugas akhirnya,” katanya.

Adapun yang bertindak sebagai penguji tamu pada penyelenggaraan ujian tersebut, adalah Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Si yang merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Pria yang menjabat sebagai Komisioner Baznas Ini menambahkan, ujian ini merupakan ujian perdana pasca PLS mendapatkan predikat Akreditas B dari BAN PT pada bulan Maret yang lalu.

“Kami harapkan semoga sarjana-sarjana yang baru ini dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat dan menampakkan berkontribusinya dalam pembangunan di lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Herul Iman)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Regional

Kronologis Mobil Satu Keluarga Ditembak Setelah Kejar-kejaran dengan Polisi

Published

on

By

LUBUKLINGGAU – Kota Lubuk Linggau dihebohkan peristiwa penembakan mobil berisi satu keluarga oleh diduga oknum polisi, Selasa (18/4/2017).

Mobil Honda City naas tersebut membawa tujuh orang, yakni lima orang dewasa dan dua anak-anak.

Rombongan keluarga ini berangkat dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, hendak menghadiri undangan kerabatnya di K‎ecamatan Muarabeliti Kabupaten Musirawas.

Seperti dilansir Sripo, penembakan tersebut terjadi lantaran mobil satu keluarga itu ngebut dan menerobos razia.

Diki, yang menyetir mobil, diduga menerobos razia lalu melaju kearah selatan. Diduga polisi curiga, mobil tersebut dikejar, hingga terjadi aksi kejar-kejaran dalam kota.

Diduga selama pengejaran ini anggota melepaskan beberapa kali tembakan kearah mobil.
Terlihat dari beberapa bekas tembakan dibagian belakang mobil Honda City dan dibagian kaca mobil juga ada bolong bekas tembakan dan kacanya pecah.

Selain itu, kaca dibagian penumpang samping kanan mobil Honda City itu juga pecah, diduga juga karena tembakan.

Pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.

Tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.

‎”Pertama saya dengar ada empat kali suara tembakan. Lalu saya keluar dari dalam kantor dan melihat ada mobil sedan warna hitam didepan agak kesamping kanan kantor dalam posisi terjepit mobil lain dari depan dan belakang. Kemudian ada dua suara tembakan lagi,” ungkap sumber seperti dikutip Sripo dilokasi usai kejadian.

Dilanjutkan, ia kemudian mendekat dan melihat ada orang dikeluarkan dari dalam mobil, dalam kondisi bersimbah darah. Menurutnya, sopir mobil tersebut adalah seorang laki-laki dan disampingnya ada laki-laki lain yang memangku anak-anak.

Sedangkan dibagian belakang, ada beberapa perempuan dan satu orang anak-anak.
“Sopirnya ditarik keluar duluan. Waktu saya perhatikan, dibagian belakang mobil ada sekitar empat lobang seperti bekas kena tembak,” katanya.

Setelah seluruh penumpang dikeluarkan, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

Diketahui kemudian, satu orang meninggal dunia, yaitu Surini. Sedangkan lima orang lainnya juga mengalami luka tembak namun selamat dan satu orang lagi tidak apa-apa.
Korban yang mengalami luka tembak kemudian dipindahkan dari RS Siti Aisyah ke RS Sobirin.

Seperti diketahui, rombongan satu keluarga yang berasal dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, mengalami peristiwa tragis di Kota Lubuklinggau.

‎Rombongan yang terdiri dari nenek, anak dan cucu yang berjumlah tujuh orang ini diduga ditembak oleh anggota polisi saat melintas di Kota Lubuklinggau, Selasa (18/4) sekitar pukul 11.00 menggunakan mobil Honda City berwarna hitam BG1488ON.

Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia, yaitu Surini (55) yang terkena tembakan dibeberapa bagian tubuhnya.

‎Sementara beberapa anaknya, yaitu Diki (29) mengalami luka tembak dibagian punggung, Indra (32) luka tembak dibagian tangan kiri tembus, Novianti (31) luka tembak lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) mengalami luka tembak lengan sebelah kiri tembus.

Adapun cucunya yaitu ‎Genta Wicaksono yang masih berusia tiga tahun mengalami luka kepala diatas telinga sebelah kiri, diduga terserempet peluru.
Dan Galih (6) tidak mengalami luka.

Sumber: Sripoku.com

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Regional

Pengakuan PSK Online, Hendak Layani Threesome Malah Digerebek Polisi

Published

on

By

SURABAYA – Perempuan muda berwajah cantik ID (23) asal Lamongan yang indekos di Gresik ini harus menerima kenyataan hidup yang pahit. Ia terpaksa melewati harinya di Hotel Prodeo lantaran terlibat kasus trafficking.

Ibu muda satu anak ini ditangkap bersama satu temannya sesama wanita panggilan dan seorang pria hidung belang.

“Saat digerebek kami belum sempat ngapa-ngapain. Saya masih mandi dan teman saya baru melepas baju, lalu pintu digedor petugas,” kata ID.

ID mengaku, baru tiga bulan terakhir menjadi wanita panggilan. Biasanya, ia memasarkan diri lewat media sosial Facebook dengan cara mengunggah foto dirinya di grup-grup khusus dewasa diFacebook.

“Saya buka order tidak tiap hari, kalau lagi butuh duit saja,” ujar wanita yang pernah kerja di salon kecantikan ini.

Alasan ID klasik, lantaran uang belanja dari suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Akhirnya, ia memutuskan mencari uang tambahan dengan menjadi wanita panggilan.

“Uang belanja dari suami hanya cukup buat makan dan bayar sewa kos,” katanya.

Saat digerebek polisi, ID memang sedang mendapat order dari tamu. Tamu itu meminta layanan seks threesome.

Ia mengaku belum pernah melayani tamu yang meminta layanan seks threesome. Karena butuh uang, ia pun menerima ajakan tamu itu.

Kemudian, bersama seorang wanita panggilan yang ia kenal di grup Facebook, ia menemui tamu di sebuah hotel yang mengajak seks ramai-ramai dengan tarif per orang Rp 600.000.

Namun, rupanya itu menjadi hari apesnya. Ia digerebek polisi ketika berada di dalam kamar hotel.

“Ternyata digerebek polisi juga. Sekarang memang banyak tamu yang minta layanan seks aneh-aneh,” tuturnya.

Menurut Penyidik Unit PPA Polrestabes Surabaya, Bripka Anti, belakangan ini memang banyak kasus trafficking dan prostitusi yang melayani seks ramai-ramai seperti yang dilakukan ID.

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya