Ikbal Si 'Kolor Ijo' Ditembak Mati Polisi, Begini Kronologisnya - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Ikbal Si ‘Kolor Ijo’ Ditembak Mati Polisi, Begini Kronologisnya

Published

on

LUTIM – Setelah hampir dua pekan bersembunyi, narapidana kasus pembunuhan dan pemerkosaan Ikbal alias Bala alias ‘Kolor Ijo’ akhirnya tewas tertembak oleh Tim Unit Jatanras Polrestabes Makassar.

Sebelumnya Ikbal terdeteksi petugas bersembunyi di areal hutan, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) sejak Rabu (17/5/2017).

Penyisiran baru dilakukan, Kamis (18/5/2017) sekira pukul 06.00 Wita, oleh Tim Unit Jatarnas Polretabes Makassar dibantu Unit Khusus Polsek Mangkutana dipimpin AKP Edy Sabhara.

Saat hendak dibekuk, Ikbal disebut melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan sebilah parang.

Petugas yang merasa terancam kemudian mengarahkan tembakan yang mengenai dada dan mengakibatkan Ikbal meninggal dunia.

Adapun penangkapan Ikbal didasari hasil keterangan rekannya, Risal Sangaji alias Ichal (17), narapidana Klas I Makassar yang lebih dulu diamankan di wilayah Poso Pesisir.

“Atas keterangan tersebut, tim melakukan pengembangan dan penyisiran dan berhasil menemukan titik persembunyian lelaki Ikbal,” jelas Kapolrestabes Makassar, Endi Sutendi.

Baca Juga : 1 Tahanan Lapas Makassar Yang Kabur Tertangkap di Poso

Setelah dievakuasi dari dalam hutan, jesad Ikbal selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar.  Selain itu, polisi menyita barang bukti berupa sebilah parang dan 2 tenda/kemah biru dari tangan Ikbal.

Disebutkan, Ikbal, Risal dan Asrul berhasil melarikan diri menuju ke Kecamatan Mangkutana, Lutim dengan menumpang mobil truck di jalan .

Baca Juga: Kolor Ijo Belum Tertangkap, Ini Yang Dilakukan Kalapas Klas I Makassar

Setelah sampai di Mangkutana, ketiga narapidana tersebut masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi selama lima hari.

Baca Juga: Gawat, Kolor Ijo Kabur Dari Lapas Klas 1 Makassar

Adapun Risal dan Asrul keluar dari hutan untuk mencari makanan, namun pada saat akan kembali ke hutan keduanya lupa jalan dan terpisah. Sementara Ikbal memilih masih tetap bersembunyi di dalam hutan.

(Syamsul Al Timen)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending