Lantik Pengurus NasDem Maros, RMS Diteriaki 'Majuki Bosku' | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Lantik Pengurus NasDem Maros, RMS Diteriaki ‘Majuki Bosku’

Published

on

MAROS – Pelantikan Pengurus Partai NasDem se-Kabupaten Maros di Gedung Serba Guna kota Maros, Jumat (19/5/2017) berlangsung meriah dan dihadiri seribuan lebih masyarakat dan simpatisan partai NasDem Maros.

Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) didampingi sejumlah pengurus harian DPW NasDem Sulsel, hadir langsung melantik kepengurusan DPD Kabupaten Maros.

Saat memberikan orasi politiknya di tengah masyarakat dan simpatisan NasDem Kabupaten Maros, RMS diteriaki masyarakat “majuki bosku”.

Teriakan ini memang wajar, karena sampai saat ini belum ada isyarat atau pernyata lisan dari RMS bahwa akan maju dalam pertarungan pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel yang bakal di gelar pada tahun 2018 mendatang.


Teriakan “majuki bosku” tidak hanya menggema di awal orasi RMS. Tapi juga berlanjut sampai orasinya berakhir, massa silih berganti meneriakkan “majuki bosku”.

Dalam orasi politiknya RMS sapaan akrab Rusdi Masse lebih menekankan bahwa Partai NasDem adalah partai yang siap mengawal pemerintahan di Kabupaten Maros.

“NasDem Maros wajib mengawal pemerintahan di era kepemimpinan Bupati Hatta Rahman Dan Harmil Mattotorang. Karena NasDem sejak dulu pro dan pendukung pemerintah sepanjang itu berujung pada kesejahteraan rakyat,” jelas RMS.‎ (Wan)

Advertisement
Comments

Sulsel

Jelang Putusan MA, Deng Ical Perintahkan Sekkot Tindaki ASN Nakal

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, mengimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar agar bisa menerima apapun putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) nantinya.

“Putusan yang akan dikeluarkan MA pastinya melalui proses dan pertimbangan hukum dari orang-orang yang ahli, kompeten dan memiliki otoritas. Sehingga apapun putusan yang dikeluarkan MA berarti itulah yang terbaik buat kota Makassar,” imbuh Deng Ical, sapaan akrab Plt Wali Kota Makassar, Minggu (22/4/2018).

Deng Ical juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali untuk mengambil bagian dalam menciptakan Makassar yang aman dan nyaman.

“Pengamanan bukan hanya tugas TNI, POLRI dan pemerintah. Tapi juga tugas dan tanggungjawab seluruh masyarakat, termasuk seluruh perangkat lainnya seperti LPM, BKM, RW RT, para PPKBD dan Sub PPKBD, auditor sosial dan para kader pos yandu dan seluruh unsur tokoh masyarakat lainnya,” harapnya.

Baca Juga : Kasus Netralitas ASN Dominasi Laporan Panwaslu Makassar

“Jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk membuat keadaan kota Makassar menjadi tidak kondusif,” tambahnya.


Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari apabila semua pihak kompak dan bekerjasama dalam membantu TNI dan Polri untuk menciptakan suasana kota Makassar tetap kondusif.

Ia juga telah meminta kepada Pejabat Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar untuk menegur dan memproses ASN yang berani memperlihatkan tindakan tidak netral kepada salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

“Jika ada ASN yang terang-terangan berani mendukung ataupun mengacungkan jari simbol salah satu calon tertentu maka ia tak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai PP nomor 53 tahun 2010,” tegasnya.

Dia juga mempersilahkan kepada tim paslon salah satu kandidat untuk menempuh jalur hukum jika ada ASN tidak netral melalui Panwaslu atau Gakumdu.

“Jika ada paslon merasa dirugikan, maka ia mempersilahkan untuk melaporkan ke Panwas dan Gakumdu. Jika rekomendasi dari panwas sudah keluar pihaknya akan langsung memperoses sesuai aturan,” tutup politisi Golkar itu.

Sekedar diketahui, batas akhir putusan MA atas pengajuan kasasi kuasa hukum KPU Makassar pada Senin (23/4/2018) besok. Saat ini pihak aparat gabungan telah mengantisipasi gejolak aksi dengan menurunkan ribuan personel di sejumlah titik rawan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler