4 Tips Atasi Tidur Setelah Sahur | Makassar Today
Connect with us

Artikel

4 Tips Atasi Tidur Setelah Sahur

Published

on

Tidur setelah sahur itu sudah jadi kebiasaan beberapa orang, akibat ngantuk yang tidak tertahankan. Tapi, itu adalah kebiasaan yang kurang baik bagi pencernaan maupun amalan kita karena bisa saja kita kebablasan tidur dan melewatkan waktu shubuh.

Untuk mensiasati ngantuk setelah sahur ada baiknya Anda menyimak 4 tips ini:

Harus cukup tidur di malam hari

Ngantuk tak tertahankan yang kita alami di saat sahur, mungkin disebabkan karena kita nggak cukup tidur saat malam. Jadi, sebisa mungkin, beres shalat tarawih dan mengaji, segeral beristirahat dan tak perlu melakukan hal-hal lain jika itu tidak penting dan tidak bermanfaat.

Makan secukupnya

Kita butuh bekal energi untuk seharian berpuasa. Tapi, begitu di depan meja makan saat sahur, maka makanlah secukupnya saja. Jika Anda terlalu bernafsu dan malah jadi bikin kenyak, maka berpotensi tertidur setelah sahur.

Mengakhirkan waktu sahur


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, jarak antara sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shalat shubuh adalah sekitar 50 ayat atau menurut kesepakatan ulama sekitar 10 menit. Kalo kita melaksanakan sesuai sunnah Nabi, beres sahur kita nggak ada waktu buat ngantuk-ngantuk lagi, sob, karena udah dekat banget dengan waktu shubuh dan sudah selayaknya kita bersiap-siap melaksanakan sholat shubuh daripada tidur lagi.

Lakukan aktivitas setelah sahur

Biasanya karena tak ada kerjaan juga, jadi kita membiarkan diri sendiri tidur sehabis sahur. Jadi, pastikan bahwa setelah sahur ada yang kamu kerjakan, misalnya mengaji atau bersih-bersih diri sebelum shalat shubuh.

Semoga bermanfaat. (bs)

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler