2 Balon Gubernur Ini Kompak Bikin Frame "Saya Indonesia Saya Pancasila" | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

2 Balon Gubernur Ini Kompak Bikin Frame “Saya Indonesia Saya Pancasila”

Published

on

MAKASSAR – Hashtag (tanda pagar) #SayaIndonesiaSayaPancasila menempati posisi teratas tranding topic di akun media sosial twitter, Senin (1/6/2017).

Hashtag ini digunakan untuk memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni 2017, hari ini. Tak hanya hashtag, momentum hari lahir Pancasila juga dimanfaatkan sejumlah tokoh politik.

Di Makassar, sejumlah politisi ikut berpartisipasi menyampaikan ucapan dengan frame yang sama. Seperti halnya bakal calon (balon) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Rusdi Masse. Keduanya memasang frame dengan #SayaIndonesiaSayaPancasila di akun instagram.

Sekedar diketahui, frame Saya Indonesia Saya Pancasila populer setelah Presiden Jokowi memosting di akun resmi instagram miliknya, beberapa hari lalu.

Selamat memaknai hari lahirnya Pancasila. Semoga kita tetap selalu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Berbeda-beda tetap satu jua ?? #sayaindonesia #sayapancasila

A post shared by Rusdi Masse (@rusdimasse) on


Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler