5 Negara Dengan Waktu Buka Puasa Tercepat | Makassar Today
Connect with us

Artikel

5 Negara Dengan Waktu Buka Puasa Tercepat

Published

on

Ramadan adalah bulan penuh berkah dan selalu dinantikan oleh umat islam di seluruh dunia. Pada bulan yang penuh ampunan ini, umat Islam wajib menjalankan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Perbedaan waktu di seluruh dunia, membuat durasi puasa berbeda, ada yang lebih cepat dan lama.

Di Indonesia, waktu berpuasa kurang lebih selama 13 jam, termasuk tergolong cepat, dibandingkan dengan Islandia yang harus berpuasa selama 22 jam. Nah, tapi ada loh yang buka puasanya lebih cepat daripada Indonesia. 5 negara ini punya waktu buka puasa paling cepat, lho. Apa saja? Simak yuk ulasannya berikut ini.

Kepulauan Komoro

Kepulauan Komoro terletak di Selat Mozambik, sebelah barat Laut Madagaskar dan sebelah timur benua Afrika. Budaya Arab dan Islam sangat kental di kepulauan ini, karena masih masuk ke dalam bagian Jazirah Arab. Menariknya waktu puasa di Kepulauan Komoro hanya setengah hari saja, yakni sekitar 12 jam dan 31 menit.

Australia Barat

Salah satu sudut kota Perth Australia Barat ini menjadi salah satu negara dengan waktu buka puasa tercepat. Di negara ini, umat Islam hanya berpuasa setengah hari kurang satu menit, yaitu 11 jam 59 menit. Restoran-restoran halal banyak ditemukan di kawasan Sydney Road, yang menjadi kawasan hunian banyak imigran dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam. Beberapa muslim di Australia mengaku tidak terlalu banyak tantangan, karena waktu berpuasa sangat pendek, ditambah lagi puasa kali ini akan jatuh pada musim dingin.


Argentina

Argentina merupakan negara yang terletak di Amerika Latin dengan ibukota Buenos Aires. Masyarakat muslim di negara ini menjalani ibadah puasa dengan durasi sekitar 9 jam dan 37 menit atau sepertiga hari. Meski penduduk muslim di sini memang sedikit, hanya sekitar 1.9%, tapi Argentina dikenal sebagai negara yang memiliki toleransi beragama paling tinggi.

Casey Station, Antartika

Di daerah ini, sebagian penduduknya merupakan muslim. Penduduk muslim yang tinggal di sini cukup berpuasa selama 9 jam 18 menit saja. Jadwal imsaknya sendiri yaitu pukul 6.30 pagi, dan berbuka puasa pada pukul 15:48 sore hari. Namun meski puasa tergolong pendek, tapi siap-siap bibirmu kering karena cuacanya yang dingin.

Chile

Negara dengan puasa tercepat adalah Chile. Negara yang terletak di Amerika Selatan ini total berpuasa selama 9 jam dan 12 menit. Imsak di Chile jatuh pada pukul 5.31 pagi, dan mereka berbuka puasa pada pukul 15.00. Chile jadi bukti jika tak semua negara di Amerika, jam puasanya lama. Meski demikian, cuaca yang dingin dan panas jadi tantangan terbesar di Chili saat berpuasa. (*)

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler