Sulit Bangunkan Si Kecil Saat Sahur? | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Sulit Bangunkan Si Kecil Saat Sahur?

Published

on

Saat memasuki waktu sahur, anak memang sulit untuk dibangunkan karena masih terlalu pagi. Maka dari itu butuh kesabaran yang tinggi untuk dapat membangunkan si kecil tanpa menganggunya.

Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani mengatakan para orang tua harus memastikan si kecil tidur cukup, di mana dia tidur dengan waktu yang tepat, tanpa terlambat.

“Kalau bicara tentang membangunkan anak, kita mesti memastikan dulu bahwa tidurnya cukup. Jadi malam, begitu selesai tarawih, bisa beres-beres, terus mulai rutinitas tidur (misalnya sikat gigi, cuci kaki, dongeng, dan lainnya),” kata Anna.


Sebelum tidur, alangkah baiknya orang tua juga mengingatkan anak tentang puasa Ramadan, termasuk didalamnya soal sahur sehingga anak mengetahui maksud dan tujuan orang tuanya membangunkan dirinya lebih cepat.

“Sebutkan jam berapa dia akan dibangunkan. Anak boleh memilih ingin dibangunkan seperti apa, bisa ditanyakan sebelum tidur, misalnya ingin dikitik-kitik atau ditepuk pundaknya, atau dinyalakan lampu kamarnya, dan sebagainya,” terangnya.

“Pada saat membangunkan, lakukan cara yang dipilih anak, boleh dikombinasikan dengan cara lain yang dianggap efektif oleh orang tua. Lakukan dengan sabar sampai bangun, supaya anak tetap merasa bahwa sahur adalah bagian dari ibadah, dan ini menyenangkan, ” tambahnya. (*)

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler