Saat Sedih Dianjurkan Untuk Tidak Makan Ini | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Saat Sedih Dianjurkan Untuk Tidak Makan Ini

Published

on

Saat sedih, ada orang-orang yang nafsu makan menurun, namun ada juga yang meningkat. Nah, bila Anda termasuk tipe kedua, ada baiknya selektif memilih makanan. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi malah membuat perasaan hati yang sedih jadi lebih buruk.

Berikut lima makanan yang bisa membuat perasaan sedih jadi lebih buruk.

1. Donat

Penganan berbentuk bundar yang berlubang di tengah ini kerap hadir dengan adonan tinggi gula, belum lagi ditambah taburan cokelat di atasnya. Makanan tersebut penuh dengan asam lemak trans jahat yang memicu reaksi negatif suasana hati. Sehingga berpotensi membuat suasana hati jadi lebih buruk.

2. Minuman bersoda

Siapa yang tidak suka konsumsi minuman manis yang menawarkan kesegaran seperti soda? Sayangnya, semakin banyak tubuh mengonsumsi gula, semakin tinggi risiko tubuh alami peradangan. Rasa depresi terkait dengan peradangan di otak.

Jika memang ingin mengudap makanan manis sebaiknya pilih cokelat hitam. Selain bisa melegakan rasa ingin makan manis, cokelat hitam juga bisa membuat tenang.

3. Kentang goreng

Kentang goreng yang di restoran cepat saji disebut french fries baiknya dihindari saat sedang sedih. Bukan karena bahan dasarnya yang berupa kentang, melainkan karena mengandung garam.
Rasa gurih pada kentang goreng bisa membuat perut jadi kembung yang berujung membuat suasana hati jadi buruk. Jika memang telanjur makan french fries, perbanyak minum air putih.

4. Kopi

Memang tidak ada penelitian ilmiah yang menyebutkan minum kopi membuat suasana hati jadi lebih buruk. Namun dampak dari minum kopi membuat Anda jadi lebih terjaga. Kondisi ini menyebabkan Anda kurang tidur sehingga bisa membuat gejala depresi muncul.

5. Makanan olahan

Hindari mengonsumsi sosis, kornet, dan aneka makanan olahan lainnya saat suasana hati sedih. Asupan makanan olahan yang tinggi meningkatkan risiko depresi. (*)


Advertisement
loading...
Comments

Artikel

Patung Manekin Ini Terbuat dari Mayat Yang Diawetkan?

Published

on

By

Makassartoday.com – Kisah Patung Manekin La Pascualita atau dijuluki juga dengan Little Pascuala memang sangat melegenda di Kota Chihuahua, Meksiko. Bukan karena kecanggihan bahan manekin ini yang membuat istimewa melainkan sejarah tragis di balik pembuatannya.

Disebut-sebut Manekin La Pascualita terbuat dari mayat seorang wanita cantik yang sengaja diawetkan oleh sang pemilik toko yang tak lain adalah orang tuanya sendiri. Apakah legenda ini benar atau hanya cerita mitos saja?

Teka-teki misteri ini dimulai pada tahun 25 Maret 1930. Penduduk kota Chihuahua di masa itu menyadari ada sebuah pemandangan yang aneh dan tak wajar pada sebuah etalase toko, ada sebuah patung pengantin wanita yang terpajang diatasnya. Satu persatu mereka mendekati etalase dan mulai mencermati manekin itu, dari kulit tangan yang memerah, rambut asli serta bola mata yang tampak seperti manusia hidup, begitu menyeramkannya.

Tak menunggu waktu lama, rumor ini pun menyebar sampai ada seseorang yang mengkait-kaitkan penampakan manekin yang terbuat dari mayat gadis cantik itu adalah putri pemilik toko sendiri. Dia adalah Pascuala Esparza, yang meninggal disaat hari pernikahannya. Nasib malang menimpa Pascuala setelah ia baru menyelesaikan acara resepsi pernikahannya, seekor laba-laba beracun Black Widow menggigit dirinya hingga ia tewas mengenaskan.

Ayah Pascuala memang dikenal tertutup dan kurang bergaul dengan masyarakat sekitar, sampai ia juga tidak mau menerima bantuan masyarakat untuk menguburkan putrinya, dengan alasan kalau jenazah putrinya akan ia kuburkan sendiri di rumah neneknya nanti.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat pun masih tetap meyakini kalau patung manekin pengantin itu memang terbuat dari mayat asli Pascuala Esparza, mereka pun sempat ingin melaporkan hal ini kepada Polisi namun kurangnya bukti-bukti yang akurat membuat Kepolisian tak mau bertindak gegabah untuk melakukan Identifikasi forensik.

Mereka hanya menyimpulkan kemiripan wajah manekin pengantin wanita itu bisa saja sama karena sang ayah meniru dari foto putrinya sendiri. Terlebih kematian pada putrinya memang murni kecelakaan dan bukanlah korban pembunuhan.

Kembali ke legenda patung manekin pengantin Little Pascuala. Lebih dari 87 tahun sampai hari ini sebagian besar masyarakat Meksiko masih mempercayai kalau La Pascualita memang benar terbuat dari jenazah pengantin wanita yang diawetkan oleh ayahnya sendiri.

Meski di zaman sekarang pemilik Manekin mayat perempuan tersebut bukanlah lagi keturunan dari keluarga La Pascualita, namun kesaksian masyarakat sekitar beserta pegawai yang pernah bekerja di toko itu semakin menambah kebenaran legenda menyeramkan La Pascualita.

Kemudian kejadian-kejadian aneh supranatural dialami beberapa warga, saat itu mereka mengaku pernah menyaksikan langsung sosok La Pascualita sedang duduk dengan wajah tertuntuk di pinggiran sudut toko. Awalnya mereka mendengar suara tangisan seorang wanita yang memakai baju pengantin.

Sama sekali mereka tak merasa curiga, sampai akhirnya mereka menegur dan belum sempat wanita misterius itu menjawab pertanyaan mereka, tiba-tiba salah satu dari mereka menunjuk ke arah etalase toko, kalau manekin pengantin itu tidak berada di etalase toko. Kemudian wanita misterius itu memperlihatkan wajahnya dengan tatapan mata kosong, dirinya ternyata adalah patung manekin itu sendiri

Kesaksian lain datang dari mantan-mantan pegawai yang pernah bekerja sebagai penjaga toko. Saat mengganti model pakaian pengantin itu, kami merasakan kulit manekin La Pascualita yang begitu halus dan memiliki pori-pori kulit seperti manusia.

Pada bagian betis kakinya pun masih terlihat bekas urat varises. Namun yang paling menyeramkan ketika tiba malam hari saat kami sedang menutup toko. Manekin pengantin mayat wanita itu seolah terus memperhatikan gerak-gerik kami, dan saat ditatap matanya membuat bulu ketek kami merinding, ungkap para mantan penjaga toko.

Meskipun banyak juga orang yang menyangsikan kebenaran legenda La Pascualita ini, dengan alasan bagaimana mungkin proses pembalseman atau mumifikasi tubuh dapat terlihat sempurna tanpa mengeluarkan isi jeroan dalam tubuh, apalagi patung manekin ini sudah berusia puluhan tahun.

Beda halnya dengan penemuan mumi di masa kuno yang tubuhnya bisa awet abadi karena seleksi alam, misalkan dalam kondisi kedinginan suhu ekstrim sehingga membuat bakteri pengurai tak bisa melakukan pembusukan tubuh. Percaya? (bs)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...