Begini Cara Mendeteksi Oli Palsu | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Begini Cara Mendeteksi Oli Palsu

Published

on

JAKARTA – Tidak bisa dimungkiri kalau semua oli kendaraan yang beredar di pasaran tidak semuanya asli. Kadang, kalau tidak beruntung, kita akan dapat produk aspal, alias terlihat asli padahal palsu.

Hal ini juga dialami oleh Pertamina Lubricant, selaku pemain utama bisnis oli di Indonesia. Namun begitu, mereka menganggap kalau ini ada positifnya juga, yaitu terus mengupayakan agar produk tidak bisa ditiru, terutama di bagian kemasan.

“Masalah oli palsu masih ada. Tapi kami lihat ini sebagai tantangan untuk membuat produk berkualitas tidak hanya formulanya saja, tapi juga kemasan,” ujar VP Sales & Marketing Domestic Retail Automotive Pertamina Lubricant, Syafanir Sayuti, beberapa waktu yang lalu.


Lantas, bagaimana cara mengetahui produk oli palsu atau asli? Menurut Syafanir, kuncinya memang ada pada kemasan. Karena itu, untuk mengetahui suatu produk asli atau tidak, perhatikan betul beberapa bagian dari kemasan.

Pada oli Pertamina, misalnya, ada nomor kode produksi yang ada di tutup dan leher botol. “Kalau beda, patut dicurigai,” kata Syafanir. Ia juga menyebut ada logo di stiker yang hanya dapat dilihat melalui inframerah.

Lebih dari itu, Syafanir tidak bisa menjelaskan. Pasalnya, ia menganggap semakin perbedaan antara oli diumbar, maka akan lebih mudah bagi mafia oli untuk mengakalinya.

Namun ada beberapa perbedaan lain antara keduanya. Misalkan, oli palsu pakai logo kemasan dengan hasil cetakan kualitas rendah, atau keluarnya bau tidak sedap ketika kemasan dibuka.

Yang jelas, agar terhindar dari oli palsu, Syafanir menyarankan konsumen hanya beli oli di tempat-tempat yang sudah direkomendasikan. (*)

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler