Sandal Jepit Danny | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Sandal Jepit Danny

Published

on

MAKASSAR – Pemandangan unik itu terlihat saat Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto salat Jumat di Masjid Babussalam, Jl Dg Tata I Blok V A3 Perumahan Tirta Mas, Jumat (16/6/2017).

Orang nomor satu Makassar itu terlihat santai mengenakan sandal jepit bermerk Swallow berwarna hijau. Ya, tak banyak yang tahu jika di balik totalitasnya bekerja sebagai pelayan masyarakat, Danny tetaplah sosok yang menyimpan kesederhanaan.

Tak melulu menggunakan barang branded. Kerap kali sandal jepit menghiasi kakinya, utamanya di saat-saat santai tidak sedang mengisi acara formal. Sandal jepit selalu siap di kendaraan yang membawanya bertemu berbagai lapisan masyarakat.


Posisinya pun diletakkan dekat dari jok tempat duduk wali kota. Tak perlu jauh-jauh membelinya, cukup di toko terdekat dari kediaman resmi wali kota.

Wali kota yang tenar dengan program Sombere dan Smart City ini juga punya kebiasaan unik lainnya usai salat Jumat. Ia tak serta merta meninggalkan areal masjid.

Danny selalu menyempatkan diri menyapa warga, berbincang, mendengarkan harapan-harapan warganya atau pun sekedar bertanya kabar.

“Alhamdulillah. Kita semua masih diberikan kesehatan dan umur panjang hingga dipertemukan Ramadan. Perbanyak ibadah dan amalan baik di bulan suci ini,” pesan Danny.

Ia juga menitipkan doa bagi Makassar agar selalu dalam keadaan damai, terhindar dari bencana. (in)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler