Tips Medekorasi Rumah dengan Tema Idul Fitri | Makassar Today
Connect with us

Artikel

Tips Medekorasi Rumah dengan Tema Idul Fitri

Published

on

Tidak terasa Hari Raya Idul Fitri kini tinggal menghitung hari, biasanya menjelang hari besar umat muslim tersebut banyak masyarakat yang mendekor ulang rumah mereka, tujuannya agar suasana kebahagian Lebaran bisa semakin terasa.

Nah, bagi Anda yang ingin mendekorasi rumah dengan tema Idul Fitri berikut ini adalah tipsnya dari portal properti global Lamudi :

Pilih Warna Cat Lebut

Gunakanlah cat tembok rumah dengan warna yang lebut seperti warna abu-abu muda, krem, atau hijau, warna-warna tersebut bisa memunculkan kesan yang tenang. Atau Anda juga bisa menggunakan warna putih, karena selain dapat memunculkan kesan yang lapang dan luas, warna putih juga bisa memunculkan simbol suci dan bersih.

Gunakan Pernak-pernik Timur Tengah

Agar nuansa Idul Fitri semakin terasa, Anda juga bisa menggunakan berbagai pernak-pernik Timur Tengah seperti karpet khas Maroko ataupun kaligrafi yang dapat di tempel di dinding.


Bunga Segar

Bunga segar berwarna-warni akan menambah warna di rumah Anda dan menambahkan keharuman yang akan melengkapi kesegaran dari awal yang baru.

Lampion Khas Timur Tengah

Anda juga bisa menggunakan lampion khas timur tengah, taruhlah lampion tersebut di atas meja sehingga bisa dijadikan pusa perhatian. Lampion tersebut juga bisa menambah kesan cozy pada hari Idul Fitri.

Bantal Hias

Pada bagian ruang tamu, jangan lupa untuk menggunakan bantal hias dengan motif khas Timur Tengah, jangan ragu untuk memilih warna-warna cerah untuk menghadirkan suasana Ramadhan yang ceria di tengah keluarga Anda.

Floor Cushions (Bantal Lantai)

Letakkan beberapa floor cushion di atas karpet untuk dekor hari raya. Adanya floor cushion akan menimbulkan atmosfer Arabic chic modern style. Semoga bermanfaat.

(global Lamudi )

Advertisement
Comments

Artikel

Ini Alasan Mengapa Hujan Memiliki Aroma

Published

on

By

Makassartoday.com – Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering,

bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun

merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.


Aroma yang serupa dihasilkan oleh uap minyak yang dikeluarkan tanaman. Minyak dari tanaman itu menempel di tanah dan batu. Air hujan bereaksi dengan minyak tersebut sehingga terbawa ke udara dalam bentuk gas

dan tercium oleh manusia.

Aroma khas hujan seperti ini sering dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan.

Aroma hujan tidak selalu enak. Aroma hujan yang diakibatkan oleh asam di atmosfer menghasilkan wangi yang tidak enak. Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujam bersifat asam. Ketika

hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain di tanah, muncullah aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah berpolusi tinggi.

Tiga materi itulah yang paling umum. Masih ada lagi penyebab-penyebab lainnya yang membuat pengalaman orang berbeda-beda dalam membaui hujan. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler