Korupsi e-KTP, Adik Narogong Jadi Saksi untuk Markus Nari | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Korupsi e-KTP, Adik Narogong Jadi Saksi untuk Markus Nari

Published

on

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Vidi Gunawan, adik dari inisiator kelompok Fatmawati Andi Agustinus alias Andi Narogong. Vidi diduga ikut menghalang-halangi penyidikan dan persidangan perkara korupsi ‎proyek e-KTP untuk tersangka Markus Nari.

“Vidi Gunawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dilansir dari Rimanews, Rabu (12/07/2017).

Pada persidangan sebelumnya, Vidi Gunawan mengakui pernah membagikan uang kepada pejabat Kemendagri yang kini menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP, Sugiharto melalui anak buah Sugiharto, Yosep Sumartono.

“Benar yang mulia, ngasihnya empat kali kepada suruhannya pak Giarto (Sugiharto), Pak Yosep Sumartono,” katanya.

Menurut Vidi, pemberian uang itu atas perintah kakaknya Andi narogong. Pada pemberian pertama, uang dimasukan ke dalam sebuah tas koper. “Tidak hitung, tidak tahu berapa isinya, pokoknya 500, yang tahu kakak saya, tanyakan ke kakak saya langsung saja yang mulia,” katanya.

Mendengar jawaban tersebut, Ketua Majelis Hakim, John Halasan Butar Butar menanyakan kepada saksi. “Itu 500 apa, US$ 500 ribu apa 500 rupiah atau 500 ribu rupiah,” tanyanya.

Mendengar pertanyaan tersebut Vidi menjawab bahwa uang 500 ribu itu dalam bentuk dolar.

Vidi mengatakan, pemberian tersebut dilakukan di Holland Bakery Kampung Melayu, Pom Bensin Bangka Raya dan terakhir di Pom Bensin Auri.

Saat ditanya Ketua Majelis hakim dari mana asal muasal duit sebanyak itu, ia mengaku tidak mengetahuinya,. “Kalau masalah uang, kakak saya kurang terbuka,” kata dia.

Mendengar jawaban tersebut, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar Butar merasa aneh. Sebagai adik, tentunya Vidi tahu darimana asal muasal uang tersebut.

John kembali menanyakan perihal pekerjaan Andi Narogong hingga memiliki uang begitu banyak dan dibagi-bagikan ke orang.

“Saya tidak tahu dari mana duitnya, kerjanya coblos-coblos kaos, menerima pesanan sablon yang mulia,” kata dia.

Hal tersebut dipertegas oleh Andi Narogong, menurutnya ia memberikan uang hingga mencapai US$ 1,5 juta kepada Irman melalui Sugiharto guna memuluskan proyek proyek tersebut.

“2011 Februari saya diminta datang ke ruangan Pak Sugiharto dan diantar ke ruang Pak Irman dan Pak Irman meminta bantuan sejumlah uang untuk biaya operasional, saya menyanggupi,” kata Andi Narogong.

Andi Narogong menjelaskan, dirinya memberikan duit tersebut melalui adiknya Vidi Gunawan, sementara Irman dan Sugiharto menerimanya melalui orang kepercayaan mereka, yakni Yosep Sumartono.

“Saya berikan melalui pak Sugiharto US$ 500 ribu di Cibubur kemudian US$ 400 ribu di Holand Bakery kampung Melayu bulan Maret, kemudian US$ 400 ribu di SPBU Bangka Kemang bulan Maret juga kemudian US$ 200 ribu di pom bensin AURI bulan April,” Jelasnya.

Andi Narogong mengatakan, maksud dan tujuannya memberikan uang tersebut kepada Irman yakni supaya siapa pun pemenang proyek e-KTP, ia bisa menjadi sub-kontraktornya.

“(Harapannya) Siapa pun pemenang proyek e-KTP, saya bisa mendapatkan pekerjaan sub-suban yang direkomendasi oleh pak Irman,” ujarnya.

Sebagai informasi, Politisi Golkar, Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka dugaan upaya menghalang-halangi penyidikan dan penuntutan perkara korupsi e-KTP.

Diduga Markus Nari menekan mantan Anggota Komisi II DPR, Miryam‎ Haryani, supaya memberikan keterangan tidak benar pada persidangan. Selain itu, Markus juga diduga mempengaruhi terdakwa Irman dan Sugiharto pada persidangan perkara korupsi e-KTP.

Atas perbuatannya, Markus disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana ‎Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (bs)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Nasional

Di Makassar, Prabowo Ziarah ke Makam Jendral M Jusuf dan Ponegoro

Published

on

By

Makassartoday.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto tiba di Makassar, Rabu (20/6/2018).

Parabowo tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan menggunakan pesawat pribadi sekitar pukul 09.00 wita, pagi.

Mantan Danjen Kopassus ini dijadwalkan berada di Makassar dalam rangka menjadi juru kampanye Pasangan Calon Gubernur-Wagub Sulsel Nomor Urut 2, Agus-Tanribali di Lapangan Karebosi Makassar.

Kedatangan Prabowo dijemput langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani didampingi sejumlah kader.

Juru Bicara Partai Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arief mengatakan, sebelum menghadiri kampanye, Prabowo dijadwalkan melakukan ziarah makam Jendral M Jusuf dan Pahlawan Nasional Pengaran Diponegoro.

“Tadi Pak Prabowo dijemput langsung sama Ketua DPD Pak Idris. Rencana beliau ziarah ke Makam Jenderal M Jusuf dan makam Pangeran Diponegoro,” kata Syawal, sapaan akrabnya.

Setelah ziarah makam, Prabowo dan rombongan makan siang di Rumah Makan (RM) Apong kemudian silaturahmi ke kediaman pribadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco di Jl Kelapa 3 Makassar.

Prabowo dan rombongan menuju ke Hotel By Sheraton kemudian ke Lapangan Karebosi menjadi jubir,” tutup Sawal. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Warga Kumpul Depan Kediaman JK Sejak Subuh

Published

on

By

Makassartoday.com – Warga dari penjuru wilayah berbondong-bonding datang ke kediaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Jl Haji Bau, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (17/6/2018).

Dari pantauan di lokasi, warga sejak pukul 04.00 WITA sudah berkumpul di depan kediaman orang nomor 2 di Indonesia itu.

Hingga pagi, ribuan orang sudah nampak mengantri untuk menemui Wapres yang setiap tahunnya pulang kampung dalam rangka menggelar open house momentum lebaran.

“Dari jam 4 subuh pak saya sama keluarga sudah di sini. Kami mau sekali ketemu langsung dan bersamaan sama Pak JK,” ucap Murty (31) warga Jl Rajawali.

Tak hanya ribuan warga, para pejabat daerah juga nampak memenuhi halaman rumah Wapres. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas gabungan melakukan penjagaan ketat di lokasi tersebut. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Seram!! Seorang Perempuan di Muna Tewas Ditelan Ular

Published

on

By

Makassartoday.com – Nahas bagi Wa Tiba (54). Perempuan paruh baya tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam perut ular sanca di Desa Persiapan, Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Jumat (15/6/2018).

Sebelumnya korban dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak Kamis (14/6/2018). Setelah dilakukan koordinasi dengan sejumlah warga setempat guna dilakukan pencarian di sekitar areal tempat korban berkebun.

“Korban sempat dinyatakan hilang kemarin, hingga dilakukan pencarian ke areal perkebunan esok harinya. Sekitar pukul 06.00 Wita anak korban dan warga pergi mencari korban, namun hanya menemukan senter, parang dan sendal milik korban dan disekitar ditemukan senter terdapat semak yang rusak sehingga warga memperkirakan kalau Korban tertelan ular,” Kapolres Muna AKBP Agung Ramos dalam keterangan tertulisnya ke awak media.

Baca Juga: Melintas di Tengah Jalan, Ular Phyton Raksasa Gegerkan Warga Pasangkayu

Sekitar pukul 09.30 Wita warga dan pihak Kepolisian menemukan ular yang dalam kondisi tidak bisa bergerak. Ular tersebut kemudian dibawa ke kampung dan setelah perut ular tersebut dibelah, korban ditemukan tewas dalam perut ular tersebut. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya