Cerita Anak Tukang Becak di Makassar Mendadak jadi Jutawan | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Cerita Anak Tukang Becak di Makassar Mendadak jadi Jutawan

Published

on

MAKASSAR – Muhammad Aqil, warga Jl Gunung Latimojong III, No 6, Kota Makassar, Sulsel, benar-benar ketiban rejeki. Ia tak menyangka hanya dengan memiliki satu tutup botol mnuman ringan, dirinya mendadak menjadi jutawan.

Aqil mendapatkankan uang tunai sebesar Rp300 juta lewat sebotol minuman Ichitan yang di produksi PT Ichitan Indonesia. Disambangi Tim Ichitan Indonesia di rumahnya, Selasa (18/7/2017), Aqil menuturkan keberutungannya mendapatkan hadiah uang tunai tersebut.

Berawal saat Aqil membeli sebotol teh Ichitan, karena alasan haus. Ia pun memutuskan membeli di salah satu warung yang ada di Makassar.

“Kebetulan saya haus kemudian saya beli sebotol teh Ichitan, dan pas dibuka, saya tidak menyangka kalau di botol minuman itu ada tulisannya hadiah Rp300 juta. Langsung saya telepon ke operator Ichitan. Saya tidak menyangka, ini rasanya seperti mimpi,” ujar Aqil sambil menangis haru.


Pemenang program Mendadak Jutawan yang diketeahui berprofesi sebagai karyawan di salah satu toko penjual oli motor ini hanyalah anak dari seorang tukang becak bernama Kamaluddin.

Selama ini Aqil hanya bermimpi bisa memberangkatkan kedua orang tuanya untuk berhaji. Tak disangka impian itu terkabul. Bahkan Aqil pun kini bisa berencana memiliki tempat tinggal yang nyaman.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa saya menjadi salah satu pemenang uang Rp300 Juta,” ujarnya.

Hadiah uang tunai lewat sebotol Ichitan seharga Rp5.000 akan dipakai Aqil untuk mewujudkan mimpi mimpinya itu. Salain itu Aqil juga ingin membiayai sekolah adiknya hingga di bangku kuliah.

Program Mendadak Jutawan dari Ichitan Indonesia sendiri memperebutkan 24 pemenang di seluruh wilayah tanah ari. Sejauh ini masih ada 6 tutup botol berhadiah uang yang tersebar di seluruh Indonisia. (*)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler