Salah Satu Contoh Keberhasilan Alumni FKM UMI | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Salah Satu Contoh Keberhasilan Alumni FKM UMI

Published

on

MAKASSAR – Kualitas dan kualifikasi alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) tak diragukan lagi.

Selain jumlahnya yang tersebar diseluruh Indonesia dan dunia, mereka juga menduduki posisi strategis di pemerintahan.

Irsan Anugrah, SKM. M.Kes, salah satu alumni FKM UMI angkatan 2003 saat ini menjabat Kepala Puskesmas di Wisata Padang Lampe, Kota Palopo.

“Alhamdulillah, bekal selama kuliah ilmu selama kuliah di FKM UMI sangat bermanfaat dalam jenjang karir saya di pemerintahan. Disini saya bisa mengimplementasikan ilmu saya ke masyarakat,” ujarnya, Minggu (23/7/2017).


Kata Irsan, salah satu cara pengabdian kepada masyarakat, pihaknya mengunjungi rumah warga. Hal ini dilakukan guna meningkatkan akses jaga sehat warga.

“Salah satu kegiatan yang paling rutin kami lakukan yang memberikan imunisasi kepada anak serta pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

“Alumni FKM UMI sudah dikenal punya kapasitas yang baik, termasuk kemampuan dalam memimpin,” tambahnya. (*)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler