Nurdin Halid Diundang Jadi Pembicara di Forum Koperasi Asia di Filipina | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Nasional

Nurdin Halid Diundang Jadi Pembicara di Forum Koperasi Asia di Filipina

Published

on

MAKASSAR — Presiden Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid, diundang sebagai pembicara utama pada forum koperasi Asia Pasifik di Manila, Filipina, 6-7 September mendatang.

Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik ini diundang untuk membeberkan trik jitu membangun koperasi sebagai pondasi ekonomi negara di depan Forum Koperasi ASEAN yang akan dihadiri pakar, praktisi, dan petinggi lembaga ekonomi dari berbagai negara se-Asia.

Forum ini dikemas dalam Pertemuan Pengembangan Koperasi ASEAN yang diselenggarakan bersama International Co-operative Alliance – European Union (ICA-UE).

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mempertemukan para ahli dan pakar pembangunan koperasi untuk berkoordinasi, meningkatkan, dan memperluas jaringan kerja mereka dalam mengimplementasikan program Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang digagas melalui “Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Pertemuan ini secara khusus akan membahas kebutuhan untuk mengukur dan melaporkan kontribusi koperasi menuju pencapaian tujuan SDGs.

Adapun penekanan sektoral terhadap pertemuan tersebut adalah sektor pertanian, koperasi keuangan dan kemitraan, serta SDGs.

Sasarannya adalah pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang melanda negara-negara miskin, serta kerja sama koperasi dalam membangun perekonomian Asia Pasifik.

Nurdin Halid yang juga Ketua Harian Partai Golkar dan Calon Gubernur Sulsel ini mengatakan, dirinya diundang untuk memberikan pemikiran dan trik dalam membangun koperasi yang mandiri serta koperasi yang mampu menjadi basis perekonomian suatu negara.

“Insya Allah saya akan hadir karena pengalaman saya di koperasi selama ini sangat dibutuhkan oleh bangsa-bangsa Asia,” kata Nurdin Halid yang juga plt Ketua DPD Golkar Sulsel.

Sementara, pihak panitia mengaku sangat membutuhkan kehadiran Nurdin Halid untuk membagikan pengalaman atau trik jitu membangun koperasi.

Nurdin Halid dianggap sebagai sosok yang mampu memberikan inspirasi berkoperasi bagi negara lain. Dia juga dinilai mampu mempersatukan koperasi Indonesia dan menjadikan koperasi sebagai basis ekonomi kerakyatan.

Balu Iyer, Direktur Regional Aliansi Koperasi Internasional Asia dan Pasifik, dalam suratnya mengaku sangat berharap agar Nurdin Halid juga memberikan trik khusus bagaimana mengelola koperasi agar mampu menjadi pusat niaga di masyarakat bawah.

Balu juga berharap Nurdin Halid memberikan trik jitu bagaimana mendatangkan dan mengelola penyertaan dana di koperasi agar terus berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Ibe)

BAGIKAN:
Comments

Nasional

Mulai 1 Oktober, Cairan Vape Dikenakan Cukai 57 Persen

Published

on

By

Makassartoday.com – Mulai 1 Oktober 2018, produk likuid vape atau cairan rokok elektrik kena cukai 57 persen. Hal ini tentu berdampak terhadap kenaikan harga likuid. 

Namun, untuk menyiasati itu, pengusaha vape harus memangkas pengeluaran hingga keuntungan.

Ketua Asosiasi Pengusaha e-Liquid Mikro (APeM) Deni S menyampaikan, menekan pengeluaran diperlukan agar harga produk di konsumen tidak naik tinggi akibat dikenakannya cukai 57 persen.

“Nah soal kenaikan 57 persen itu, ya kita produsen mensiasatinya dengan mengurangi beberapa cost-costpengeluaran,” katanya ditemui di Kantor Ditjen Bea Dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

Selain itu margin juga dipangkas, mulai dari produsen, hingga ke pengecer. Kalau tidak dilakukan maka kenaikan harga likuid akan signifikan.

“(Pengurangan margin) dari mulai marginnya produsen, margin distributor, dan margin retailer atau toko,” sebut dia.

Dengan demikian, harapannya harga likuid di konsumen bisa ditekan, dan naiknya hanya berkisar 5-10 persen.

“Sehingga nanti di konsumen itu naiknya hanya sekitar 5-10 persen,” tambahnya. (sumber: detik.com)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Mensos Idrus Marham Diperiksa Kasus Suap PLTU Riau-1

Published

on

By

Makassartoday.com – Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dipanggil KPK terkait kasus suap pembangunan PLTU Riau-1. Perkara itu menjerat anggota DPR Eni Maulani Saragih.

“Direncanakan pemeriksaan saksi Idrus Marham pada Kamis (19/7),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (18/7/2018).

Dalam perkara ini, Eni selaku Wakil Komisi Komisi VII diduga menerima suap total Rp 4,5 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Sedangkan keterkaitan Idrus berawal dari undangannya kepada Eni untuk datang ke kediamannya dalam acara ulang tahun anaknya. Saat itulah, Eni ditangkap KPK pada Jumat, 13 Juli, lalu. (sumber: detik.com)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Danny Paparkan Kondisi Layanan Publik Makassar ke Juri IAI

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkesempatan memaparkan kondisi infrastruktur dan pelayanan publik dihadapan Juri Indonesia Attractiveness Index (IAI) di Gedung Tempo, Jl Palmerah, Jakarta, Rabu (18/7/2018).  

Pemaparan itu disaksikan langsung Juri IAI yang  beranggotakan Bambang Harimurti (Tempo), Handi (Frontier), Faisal Basri (Pengamat Ekonomi), dan Aviliani (Pengamat Ekonomi).

Sekedar diketahui, IAI adalah penghargaan yang diberikan kepada daerah yang memiliki daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata.

“Saya hadir bersama Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim. Dihadapan juri, saya sampaikan soal Kota Makassar yang terus tumbuh progresif di berbagai sektor. Salah satunya adalah terkait inovasi kebijakan publik, seperti Pasikola (mobil antar jemput untuk anak sekolah di Kota Makassar), Makassar Home Care, Makassar Smart Card, dan beberapa kebijakan lainnya,” urai Danny.

Danny menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berupaya terus memaksimalkan program pembangunan. “Semoga yang saya sampaikan mampu meyakinkan juri. Bagi Danny Pomanto, prestasi adalah bonus dari apa yang telah dilakukan,” ucapnya.  

Menurut Danny, hal terpenting adalah bagaimana program Pemerintah Kota Makassar mampu bermanfaat bagi masyarakat.

“Mohon doanya agar Kota Makassar semakin sejahtera dan mendapatkan pengakuan sebagai kota yang jaya,” imbuh Danny.
(hms)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya