Sulsel

Waduh, 600 Siswa Baru di Gowa Masih “Telantar”

SUNGGUMINASA – Aksi solidaritas terhadap status sejumlah siswa yang “telantar” di Kabupaten Gowa kembali bergulir. Setelah beberapa waktu lalu menggelar aksi, kini demonstrasn dari Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIPMA) kembali menggelar aksi serupa dengan mendatangi Kantor DPRD Gowa di Jl Mesjid Raya, Selasa (29/8/2017).

Peserta aksi yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut menanyakan keseriusan pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Gowa, terkait sejumlah pelajar yang sampai saat ini belum bisa mengikuti proses belajar.

“Setelah kami melakukan aksi demonstrasi minggu lalu, sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan oleh pemerintah. Kasihan kan kalau pelajar dengan angka sebanyak itu tidak bisa bersekolah,” terang Kordinator Lapangan, Makmur Jaya.

Setelah melakukan orasi beberapa lama di depan kantor DPRD Gowa, para demonstran kemudian diterima Komisi IV yang membidangi pendidikan. Tutur hadir Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Salam.

Di depan demonstran, Salam menyampaikan apresiasi atas tuntutan mahasiswa, namun dirinya membantah apa yang disampaikan demonstran terkait data yang menyebutkan bahwa saat ini ada 7.000 pelajar yang tidak bisa mengikuti proses belajar.

“Informasi itu menyesatkan, yang benar adalah kurang lebih 600 siswa. Saat ini sudah ada beberapa solusi yang kami siapkan tapi akan kami rapatkan kembali dengan seluruh kepala sekolah di gowa untuk finishingnya,” Jelas Salam.

Salam juga menyampaikan bahwa selama ini, ada beberapa sekolah yang telah menyatakan siap menampung beberapa pelajar, namun setelah pendaftaran dibuka selama 1 bulan, minat pendaftar sangat kurang

“Ada dua sekolah yang menyatakan diri siap menampung beberapa siswa tapi setelah mereka membuka pendaftaran selama satu bulan, yang mendaftar cuma 11 orang dari 600 lebih, itu juga yang jadi masalahnya sekarang, ada yang tidak ingin sekolah disitu karena maunya di sekolah tertentu, ” terang Salam.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriadi mengatakan, bahwa masalah ini bukanlah masalah warga semata, hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah, DPRD dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Gowa.

“Kami sudah jauh-jauh hari mengantisipasi permasalahan ini dan kami selalu berkordinasi dengan pemerintah karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama apalagi di Gowa ini mewajibkan seluruh warganya untuk menuntut ilmu,” tutup Asriyadi. (Rahman Sijaya) 

alterntif text

BAGIKAN:
alterntif text
loading...
Comments

Terpopuler

loading...
To Top