Gunakan Visa Ziarah, 10 Jemaah ONH Plus Asal Sulsel Dideprtasi Polisi Saudi - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Gunakan Visa Ziarah, 10 Jemaah ONH Plus Asal Sulsel Dideprtasi Polisi Saudi

Published

on

MAKASSAR – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menerima adanya laporan masyarakat terkait kasus penipuan perjalanan haji. Kali ini 10 orang Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah berangkat ke tanah suci haru pulang melalui proses deportasi, lantaran menggunakan visa tujuan ziarah.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan, 10 CJH asal Sulsel ini mendaftar sejak Januari 2017 ke salah satu agen perjalanan haji di Kota Parepare.

Salah satu korban bersnama Meily Astuti melayangkan laporan polisi terhadap agen perjalanan atas nama H Hamka Bin Toha SH, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.

Dalam laporannya, Meily menjelaskan, terlapor menggunakan modus dengan cara merekrut dan menerima biaya pendaftaran ONH Pkus dan selanjutnya memberangkatkan para jemaah tanpa mengantongi izin dari Kementrian Agama.

“Kronologi kejadiannya yaitu pada bulan Januari 2017 pelaku mulai membuka pendaftaran calon jemaah haji khusus melalui jalur percepatan dan selanjutnya pada bulan April 2017 pelapor ikut mendaftarkan diri untuk ikut berangkat haji melalui jalur ONH Plus yang diadakan oleh tersangka H bin T,” jelas Dicky, Kamis (28/9/2017).

Pada 18 Agustus 2017 lalu, lanjut Dicky, 10 CJH dengan didampingi tersangka H. Hamka bin Toha diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Juanda Surabaya dan dibagikan paspor dan visa.

alterntif text

Selanjutnya korban diberangkatkan menuju Malaysia dan menginap selama satu malam dan diberangkatkan menuju Riyad. Mereka sempat tinggal di bandara beberapa saat sebelum melanjutkan pemberangkatan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

“Mereka diberangkatkan menuju Mekkah dan diinapkan di Hotel Mira Ajyad selama lima hari dan selanjutnya dipindahkan ke salah satu apartemen di Aziziah. Di apartemen tersebutlah korban ini diamankan oleh petugas kepolisian dan petugas imigrasi Saudi Arabia,” jelasnya.

Bersama sama dengan beberapa TKI ilegal yang ada diapartemenkan tersebut, 10 CJH Plus korban penipuan ini selanjutnya dibawa ke kantor polisi Arab Saudi karena visa yang digunakan bukan visa haji, melainkan visa ziarah.

Selain Meily, tercatat ada sembilan CJH Plus lainnya yang ikut menjadi korban. Adapun total korban sebanyak 10 orang tersebut, dengan rincian 7 orang asal Kota Parepare, 1 asal Barru, 1 asal Pinrang dan 1 orang asal Sidrap. Para korban ini mengaku telah membayarkan biaya antara Rp150 juta sampai Rp170 juta.

“Para jemaah haji dideportasi ke Indonesia dengan dibiayai oleh Pemerintah Arab Saudi. Barang bukti masih dalam tahap pengumpulan dan telah dilakukan penyitaan berupa paspor dan visa, tanda bukti pembayaran serta dokumen tiket masing masing jemaah,” terangnya.

Status terlapor sudah ditingkatkan jadi tersangka dan telah dilakukan penahanan sejak tanggal 27 September2017 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara denda Rp1 milyar rupiah. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending