Yusran Sofyan Gaungkan Jargon "Masaku" di Pilkada Sinjai | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Politik

Yusran Sofyan Gaungkan Jargon “Masaku” di Pilkada Sinjai

Published

on

MAKASSAR – Bakal Calon Bupati Sinjai, Yusran Sofyan mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sinjai melalui konsep reformasi pikiran dan reformasi ekonomi.

Menurutnya, sebuah daerah dapat disebut maju jika menerapkan pola kemandirian yang dimulai dengan program pembangunan manusia. Hal ini diutarakan Yusran saat menanggapi progres pembangunan di daerah pemilihannya (Dapil) meliputi dua kabupaten, yakni Sinjai dan Bulukumba, Kamis (28/9/2017).

Yusran menjelaskan, kualitas pembangunan manusia yang baik secara otomatis mempermudah implementasi program-program yang akan atau sudah diterapkan oleh pemerintah daerah.

“Jika ingin maju maka harus mandiri, sesuatu harus mulai dari diri sendiri. Jika ingin membangun daerah baiknya membangun manusianya terlebih dahulu kemudian ekonominya dengan berbagai program infrastruktur, UMKM dan koperasi, pendidikan dan kesehatan, perikanan, perkebunan, pariwisata, dan sektor lainnya,” jelas Yusran yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Lebih jauh Yusran menjelaskan, pola kemandirian harus bersinergi antara masyarakat dan pemerintah, karena kemajuan daerah bukan semata-mata andil pemerintah, melainkan pelibatan masyarakat secara menyeluruh.

“Di sinilah melakukan reformasi pemikiran ke semua lapisan masyarakat dan semua ini masuk pada pembenahan sektor ekonomi dan birokrasi,” urai legislator Gerindra tersebut.

Konsep kemandirian ini pula yang selalu disampaikan Yusran dalam berbagai dialog dan seminar pemuda dan mahasiswa. Tak hanya itu, konsep kemandirian dan pembangunan manusia, bahkan mulai ia galakkan dalam sosialisasinya sebagai bakal calon Bupati Sinjai 2018 mendatang.

Hal itu terlihat dari komunikasi politik Yusran yang dituangkan dalam setiap alat peraganya dengan menggunakan jargon “Masaku” (Mandiri Sinjaiku, Ekonominya Maju). (*)

BAGIKAN:
Comments

Politik

Gerindra Makassar Lantik PAC Sangkarrang

Published

on

By

Makassartoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra melantik puluhan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Acara pelantikan yang berlangsung di Pulau Barrang Lompo, Minggu (15/7/2018) pagi tadi dihadiri langsung Ketua DPC Partai Gerindra Makassar, Erick Horas.

Dalam sambutannya, Erick yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar itu menyampaikan amanah dari DPP untuk suksesi Partai Gerindra pada Pemilu 2019.

“Pelantikan ini sekaligus untuk memanaskan mesin partai dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang,” jelas Erick Horas didampingi Ketua PAC Gerindra Sangkarrang, Muhidin.

Dia menambahkan, jika dalam Pileg Makassar tahun depan partainya menargetkan perolehan kursi dan suara terbanyak di Parlemen Makassar.

Sekedar diketahui, Partai Gerindra pada Pileg 2014 lalu berhasil menempati posisi ketiga, setelah Partai Golkar dan Demokrat dengan perolehan lima kursi di DPRD Makassar. (Tina)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Ichsan Yasin Limpo Pastikan Tak Maju di Pilcaleg 2019

Published

on

By

Makassartoday.com – Keinginan sejumlah pimpinan partai politik (parpol) yang menawarkan ke Ichsan Yasin Limpo (IYL) untuk maju sebagai caleg DPR RI di Pemilu 2019, dipastikan bertepuk ‘sebelah tangan’.

Itu setelah mantan Kandidat Gubernur Sulsel di Pilgub 2018 ini, memilih tidak maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) baik di DPR maupun untuk tingkat provinsi tahun depan.

“Setelah melalui pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak maju menjadi caleg DPR RI, maupun caleg DPRD provinsi,” tandas Ichsan Yasin Limpo melalui keterangan tertulisnya, Minggu 15 Juli 2018.

Ichsan yang sedang berada di Jepang untuk menikmati liburan bersama keluarganya, mengakui, jika pasca penghitungan suara di Pilgub Sulsel 27 Juni, sejumlah elit parpol memberikan kesempatan untuk maju menjadi caleg di Dapil mana pun yang diinginkan di Sulsel.

Bukan hanya tingkat DPR, malah ada yang menyarankan maju sebagai caleg DPRD Provinsi, agar bisa mengincar posisi ketua DPRD demi memperjuangkan sebagian program yang ditawarkan saat pilgub.

Di samping itu, kalangan penggiat LSM dan pemerhati demokrasi yang berkiprah di Jakarta, juga tak sedikit menelpon langsung untuk memberikan support dan dorongan agar maju sebagai caleg DPR RI.

“Saya tentu berterima kasih atas tawaran, dorongan dan support itu. Tapi keputusan dan sikap saya sudah bulat,” tambah Ichsan Yasin Limpo yang sejak dulu dikenal sangat komitmen.

Lantas apa alasannya sehingga memilih tidak maju di Pileg? Bukankah basis suara dibeberapa daerah tergolong signifikan untuk dimanfaatkan demi lolos sebagai anggota DPR RI? Ichsan menyebut jika salah satu pertimbangan utamanya tidak maju, yakni tidak ingin membuat timnya kecewa.

“Jika saya maju di Pileg, saya pastikan ada beberapa irisan dengan caleg lain yang selama ini membantu dan menjadi tim saya di Pilgub. Dan saya khawatir mereka kecewa jika saya juga maju,” terang Ichsan.

Atas salah satu alasan itu, Ichsan memilih tidak maju. Baginya, momentum Pemilu 2019, merupakan tempat untuk ikut membantu sejumlah figur dan tim yang selama ini, tulus mendukungnya saat Pilgub 2018.

“Ini waktunya bagi saya untuk membantu mereka,” urai Ichsan yang di Pilgub Sulsel maju berpasangan dengan Bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar (Cakka).

Selain alasan tersebut, Ichsan juga memilih tidak maju di Pileg, karena ingin fokus mengurus kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI), terutama pasca membantu tim dan sejumlah tokoh di Pemilu 2019 mendatang.

“Kedepan saya akan fokus untuk kerja-kerja kemanusiaan. Termasuk dalam mengelola zakat harta keluarga,” pungkas Ichsan Yasin Limpo yang tak lain ketua PMI Sulsel. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Tolak Ajakan Nyaleg di Parpol Lain, Mudzakkir Ali Djamil Pilih Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Karir politik Mudzakkir Ali Djamil (MUDA) dipastikan berakhir tahun 2019 mendatang.

Legislator Makassar dua periode dari Fraksi PKS ini harus hengkang dari perhelatan Pileg 2019, setelah namanya dicoret dari daftar bacaleg oleh partainya sendiri.

Santer dikabarkan akan bergabung dengan parpol lain, namun MUDA menegaskan untuk memilih jalan lain.

“Di Pileg 2019 saya putuskan untuk tidak maju lagi sebagai Caleg. Saya sudah berkonsultasi dengan beberapa pihak termasuk berbicara kepada relawan serta basis konstituen,” kata MUDA yang kini masih berstatus Ketua Fraksi PKS Makassar.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pimpinan parpol yang mengajak dirinya bergabung. Di akhir masa jabatannya sebagai legislator, MUDA mengaku akan tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil rakyat.

“Saya menyampaikan terima kasih pada beberapa pimpinan partai yang mengajak bergabung. Saya akan fokus menyelesaikan tugas di masa jabatan periode ini, kalau tidak salah hingga september 2019. Doakan supaya amanah ini bisa saya tuntaskan dengan baik,” tutur Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Kecamatan Rappocini, Ujung Pandang dan Makassar itu.

Meski para relawan dan basis konstituennya sejauh ini terus mendorong dirinya untuk kembali maju, namun keputusannya untuk berhenti sudah bulat.

“Relawan dan basis konstituen yang selama ini bersama saya berharap saya tetap maju meskipun bukan melalui PKS, tapi saya sampaikan kepada mereka keputusan saya tidak nyaleg 2019 insyaAllah sudah mantap,” tegasnya.

“Banyak yang menyesalkan awalnya tapi setelah dijelaskan mereka pahami dan bisa menerima. Saya sampaikan juga bahwa kita akan jaga terus silaturahmi dan kebersamaan selama ini. Saya tetap akan perjuangkan aspirasinya meskipun sudah tidak di dewan lagi,” sambungnya.

Setelah tidak menjadi anggota Dewan lagi, MUDA mengaku tetap akan menjalankan aktivitas politik, disamping fokus mengembangkan usaha yang ia rintis.

“Aktivitas sebagai politisi tetap saya jalani. Saya juga akan fokus mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Kegiatan sosial kemasyarakatan tentu juga akan terus saya lakukan, baik di BKPRMI maupun yang lainnya,” tutupnya.

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya