Danny Apresiasi Tinju Lorong dan Lahirnya Sasana Tinju Satpol PP Makassar | Makassar Today
Connect with us

Sports

Danny Apresiasi Tinju Lorong dan Lahirnya Sasana Tinju Satpol PP Makassar

Published

on

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melayangkan apresiasi atas digelarnya Kejuaraan Tinju Lorong Wali Kota Cup 2017 yang digelar di Anjungan Pantai Losari Makassar, 27-30 September 2017.

“Hal ini tentu luar biasa, kalau selama ini yang kita kenal hanya badan usaha lorong (BULo), Sepak Bola Lorong (Golorong), ternyata ada juga tinju lorong,” kata Danny, Kamis malam, (28/9/2017).

Adalah Adi Rasyid Ali (ARA) yang juga selaku Ketua Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Sulsel ini menjadi inisiator yang mencetuskan ide tersebut.

Menurut Danny, Ketua DPD Partai Demokrat yang sekaligus anggota legislatif Makassar ini sangat brilian menggagas olahraga sebagai ajang penyaluran energi bagi anak-anak muda di Makassar.

Hal ini menarik bagi Danny. Daripada pemuda menjadi petinju dadakan atau berkelahi, tentu akan lebih baik jika disalurkan dalam kegiatan positif tersebut.

“Terima kasih Ketua Pertina, kita lihat begitu banyak bibit- bibit unggul, saya tertarik jika anak- anak kita dilakukan pembibitan tinju di lorong. Insya Allah tahun depan kita akan buat yang lebih meriah lagi,” ujarnya.

Selain itu, Danny juga memberi selamat atas dibentuknya kepengurusan Sasana Tinju Satpol PP Makassar City Boxing, Persatuan Tinju Amatir Nasional Makassar periode 2017-2020.

Sebagai informasi, setelah legendari tinju Chris John yang hadir dalam pembukaan, legendaris lainnya yakni Ellyas Pical juga akan memeriahkan dan memberi motivasi di malam penutupan (30/9/2017), Sabtu nanti.

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Sports

29 Tim Ramaikan Liga Futsal Ramadan 2018

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, membuka kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, dBolana Sport Center, Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (26/5/2018). 

Kejuaraan Liga Futsal Ramadan ke-6 ini diadakan dBolana Sport Center dan bekerjasama PT Pertamina. Kejuaraan yang berlangsung selama satu pekan ini diikut 29 tim dan akan memperebutkan trophy dan uang tunai senilai 15 juta rupiah.

Pembukaan ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Plt Wali Kota Makassar dan didampingi Owner dBolana Sport Center.

Menurut pria yang akrab disapa Deng Ical, kejuaraan Liga Futsal Ramadan ini paling meriah dan rutin dilaksanakan di kota Makassar setelah liga ramadan yang berlangsung dilapangan hasanuddin.

“Meskipun tahun lalu sempat pakum karena istri dari owner dBolana sakit, dan beberapa bulan kemudian ahkirnya dipanggil oleh sang pencipta. Untuk itu, mari kita kirimkan doa untuk istri almarhum,” ujar Deng Ical, sambil memanjatkan doa.

Terlepas dari itu, Deng Ical mengatakan bahwa prestasi itu bukan hanya diukur dengan meraih juara, tapi yang paling utama adalah bagaimana membangun karakter dan dedikasi kita.

“Jadi biar tidak juaraki kalau orang mengetahui bahwa kita memiliki kualitas bermain bagus, hebat dan sportif. Maka citra personal yang kita bangun sebagai seorang atlet pesepak bola profesional bisa terus tertanam, dan itu yang paling mahal,” kata politisi Golkar ini.

“Tidak ada masalah kalau kita tidak juara, tetapi kita dikenang sebagai seorang atlet yang handal dan profesional. Dari pada kita juara, baru itu juara dari hasil curang,” lanjutnya.

Sementara Owner dBolana Sport Center, Hj Nur Arianto mengatakan, terselenggaranya kejuaraan ini berkat dukungan penuh oleh pt pertamina, karena pihak pertamina melihat potensi anak muda Makassar dalam bidang olahraga sepak bola lebih menjanjikan.

“Dalam pertandingan kalah menang itu sudah biasa. Olehnya itu, saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, karena kejuaraan ini merupakan ajang silaturahmi antara pemuda di kota Makassar,” katanya.

Hal senada dikatakan ketua panitia pelaksana kejuaraan Liga Futsal Ramadan 2018, Nasrul Taba mengatakan, diadakannya kejuaraan liga futsal ini untuk menjalin kembali tali silaturahim antara sesama pemuda pemuda yang ada di kota Makassar terutama pemuda daerah Biringkanaya.

“Dengan adanya kejuaraan ini, kami harap akan muncul generasi baru yang akan membawa nama baik kota Makassar dan Indonesia dalam olahraga sepak bola,” harapnya.(*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

Pinrang dan Makassar Rebut Emas di Kategori Speed Pra Porda Panjat Tebing

Published

on

By

SINJAI – Babak kualifikasi cabang olahraga (Cabor) panjat tebing di Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sinjai 2017 untuk kategori speed classic di nomor perorangan putra dan putri akhirnya menemukan para juara yang diganjar tiket berkompetisi di Porda XVI Pinrang 2018 mendatang.

Atlet speed putra dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pinrang Gilang Alif Ramadhan berhasil meraih medali emas setelah menang tipis dari atlet Pangkep Rahmat Usman yang meraih medali perak.

Sementara medali perunggu diraih oleh Muhammad Khaddafi, atlet dari Makasar. Ia sukses mengalukan medali itu setelah mengalahkan Zulqadri, atlet tuan rumah Sinjai.

Sementara di nomor speed putri, atlet Makassar Alivany Khadikah berhasil merebut emas. Ia menang tipis dari saingan terberatnya di nomor ini, yakni Nurul Magfirah dari Pangkep dan posisi ketiga diraih oleh Syamsinar yang juga dari Pangkep setelah menang head to head dengan atlet Pinrang Suriani

Hingga hari ke tiga, Minggu (17/12/2017), Pra Porda panjat tebing sudah mempertandingkan beberapa kategori yaitu boulder nomor campuran beregu, boulder perorangan putra dan putri, serta nomor lead perorangan putra dan putri.

Walau hampir semua kategori masih didominasi oleh atlet Pangkep, Makassar, Sinjai, Bone dan Palopo namun peluang semua kontingen masih sangat terbuka lebar peluangnya untuk merebut tiket ke Porda XVI 2018 di Pinrang.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel Andjar Wijaya mengatakan melihat potensi dan semangat 197 atlet dari 18 kabupaten/ kota se Sulsel ini, peluang masing masing kontingen untuk membawa timnya ke Porda Pinrang sangatlah besar.

“Sebaran atlet yang merata di masing-masing kontingen menunjukkan harapan besar untuk bangkitnya panjat tebing Sulsel,” kata salah satu founder terbentuknya FPTI Sulsel pada 1989 ini. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sports

Inkatsu Pordibya Sulsel Siap Lahirkan Atlet Karate Berprestasi

Published

on

By

MAKASSAR – Salah satu perguruan Karate dari ‎25 perguruan Karate yang secara resmi merupakan Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (Forki), Inkatsu Pordibya Sulsel siap kembali melahirkan generasi baru.

Perguruan Karate yang didirikan di Jakarta sejak pada taggal 30 Maret 1967 silam ini pernah melahirkan sang juara Sale Al-Afsi, asal Sulsel.

Sulsel adalah salah satu derah yang pernah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional . Sulsel juga merupakan lumbung atlet Nasional Karate di Indonesia yang pernah merai juara nasional. Dengan kehadiran pengurusan baru Pordibya Sulsel tentu diharapkan membawa perubahan baru yang nantinya dapat melahirkan Saleh Al-Afsi sang juara Internasional (Asia Pasifik) silam.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Pordibya, Drs Darly Siregar ‎saat membuka Pengukuhan dan Pelatihan Pengurus Pordibya Sulsel 2017‎, yang digelar di Hotel Horison,bSabtu (16/12/2017).

Dia mengungkapkan, setelah pihaknya melihat secara langsung aksi sparing Karateka Pordibya Sulsel sangat berpotensi untuk bisa meraih juara, baik di tingkat Provinsi, Nasional bahkan sampai Internasional.

“Saya sangat yakin melihat bibit generasi baik yang masih usia dini, remaja dan dewasa dan pemula yang ada di Sulsel ini,untuk itu kami berharap terhadap Pengurus Pordibya Sulsel harus memperhatikan bibit generasi di Sulsel ini,sebab karate ini mengajak anak untuk disiplin,jadi kesatria .Ini cukup membantu peranan pemerintah juga agar anak terhindar dari narkoba ,dan Pordibya turut serta dalam membangun karakter anak bangsa,” beber Darly 

Sementara itu, Ketua Pordibya Sulsel, Syarifuddin Th Dg.Punna ‎menambahkan, dalam pengurusan Pordibya Sulsel tentu memiliki target untuk mengembalikan kejayaan Sulsel yang dulu disegani baik secara Nasional maupun secara Nasional.

“Kami sudah membentuk 23 kabupaten di Sulsel dan telah merekrut Kohai dari kalangan pelajar dan remaja,mereka diberi pembinaan secara berjenjang yang akan diberi pelatihan langsung oleh sang juara dunia dari daerah yang berjulukan ayam jantan dari timur. Dia (Saleh Al-Afsi),” kata Dg Punna Sapaan Akrabnya.

Di acara Pengukuhan Pengurusan Baru Pordibya Sulsel 2017 ini, ditampilkan aksi Karate sparring, pria maupun wanita yang jadi tontonan seru para tamu undangan. Tak hanya itu, dalam sesi hiburan itu Pasukan Adat Nusantara Indonesia (Pani) juga mengenakan baju adat warna merah dilengkapi juga aksinya memukau tamu undangan seperti biasanya mereka dalam prosesi Anggarru dilengkapi senjata tajam berupa badik,mereka lalu melakukan aksi kebal dengan cara menusuk tubuhnya dengan sekuat tenaga menggunakan badik.

Kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar Pordibya juga mendapat gelar dari ‎Dewan Adat Gowa bernama 
Bangsawan Sehu Daeng Pasaung artinya guru para petarung shihan‎.Turut terlibat dalam rangkaian acara ini ‎,Advokaasi Rakyat untuk Negera, Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN),Pasukan Adat Nusantara Indonesia (Pani). (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya