Kumpul 14 Medali, Biringkanaya Juara Umum Tinju Lorong | Makassar Today
Connect with us

Sports

Kumpul 14 Medali, Biringkanaya Juara Umum Tinju Lorong

Published

on

MAKASSAR – Kejuaraan Tinju Lorong Piala Wali Kota Pertama 2017 yang digelar di pelataran Anjungan Pantai Losari sejak Rabu, 27 September, telah berakhir, Minggu (1/10/2017) dinihari.  

Kecamatan Biringkanayya keluar sebagai juara umum dan berhak atas piala bergilir Wali Kota Makassar. Petinju-petinju Biringkanaya mengumpulkan 14 medali, masing-masing 8 emas 1 perak dan 5 perunggu. Sementara itu Indra Faisal, petinju dari Kecamatan Tamalate terpilih sebagai petinju terbaik. Panitia pelaksana juga memilih Blasius Koruop asal 

Panakkukang sebagai petinju favorit. Untuk petinju harapan diberikan kepada petinju muda dari kecamatan Tamalate, Rick Pratama Joni Muis.

Final kejuaraan tinju yang dilaksanakan oleh Pertina kota Makasar ini dihadiri legenda tinju Indonesia, mantan juara IBF kelas bantam junior, Ellyas Pical bersama sang istri, Rina Siahaya Pical.

Mantan petinju  berusia 57 tahun ini mengaku bangga dengan antusiasme petinju di Makassar. Ia berharap dari gelaran Tinju Lorong ini akan lahir petinju dari Makassar yang bisa menjadi juara dunia seperti apa yang pernah ditorehkan oleh Pical.

“Saya bangga dengan semangat dan antusiasme para petinju di Makassar. Ini kali pertama saya menghadiri kejuaraan tinju level daerah tapi terasa Internasional. Begitu semarak dan pesertanya cukup banyak. Saya lihat banyak petinju muda berbakat di naik ring,” kata Pical dari atas ring saat diberi kesempatan memberikan sambutan.

Sebelumnya, panitia pelaksana juga menghadirkan legenda tinju Indonesia lainnya yakni Chris Jhon pada pembukaan Kejuaraan Tinju lorong. Mantan juara dunia tinju WBA ini berharap dunia tinju tanah air kembali bergairah.


“Mari kita mulai dari kota Makassar melalui kejuaraan Tinju Lorong.  Banyak sasana di Indonesia yang tutup. Kenapa?  Karena jarang ada pertandingan dan kompetisi tinju,” kata Chris John di Makassar.

Chris John berpendapat bahwa dukungan memang sangat diperlukan untuk dunia tinju Indonesia.

“Saya salut dan bangga dengan Pemkot Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada Pertina makassar menggelar kejuaraan ini. Saya berharap melalui Kejuaraan Tinju Lorong ini sasana kembali hidup dan bermunculan petinju-petinju muda,” tutur Chris.

“Banyak petinju yang memiliki bakat bagus tetapi tak memiliki manajemen yang baik dalam mengelolanya. Jadi enggak bisa juara,” sambung Ellyas Pical ketika ditanya perihal kemandekan prestasi petinju tanah air.

Selain itu, banyak petinju yang tidak bisa menjaga diri. Padahal, menurut Pical dan Chris Jhon, pertarungan tinju bukan hanya saat bertanding.

“Namun, tantangan sebenarnya muncul sebelum pertandingan. Salah satunya adalah dalam hal menurunkan berat badan. Hal semacam ini harus diberitahu kepada mereka,” jelas Chris.

Kedua mantan petinju yang pernah membawa harum Indonesia di kancah tinju dunia ini berharap ada petinju dari Makassar yang mampu menjadi juara dunia.

Sementara itu Ketua Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali berharap kejuaraan Tinju Lorong bisa menjadi kalender tetap Pertina kota Makassar. Hal senada dikatakan Muh Tawing. Ketua Pertina kota Makassar ini mengaku akan melanjutkan kejuaraan ini tahun depan. 

“Insya Allah Kejuaraan Tinju Lorong ini kembali kami laksanakan tahun depan.  Bahkan mulai tahun depan kami sudah mengagendakan akan melaksanakan kejuaraan selama tiga seri dalam setahun,” timpal Ketua Panitia Pelaksana, Fahmi Mochtar. (Rusdi)

Advertisement
Comments

Sports

Danny Ajak Karateka Latihan di Lapangan Terapung

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menghadiri latihan bersama dalam rangka ujian penurunan kyu anggota Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) pengda sulselbar, Minggu (14/1/2018) di Lapangan Karebosi.

Latihan ini diikuti oleh 300 gabungan karateka dengan tujuan utama sebagai bentuk latihan penyeragaman teknik bagi seluruh karateka dan tentu kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar sesama karateka.

“Tradisi dalam pendidikan saat ini harus dilengkapi dengan olahraga karate. Tingkat SD SMP kita harus perkuat. Saya ingin membuat karate ini bukan hanya dilihat dari shownya tapi kita mau lebih ke promotif agar masyarakat mengerti baik,” ucap Danny.


Olehnya itu, Danny memiliki ide agar panggung terapung yang tersedia di Anjungan City Of Makassar digunakan oleh para olahragawan untuk latihan setiap sabtu minggu.

“Kita gunakan itu lapangan terapung biar setengah jam latihan saja. Agar masyarakat lihat dan paham pentingnya ini olahraga karate dimiliki setiap masyarakat agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif,” jelasnya.

Danny pun berharap kepada seluruh karateka agar memanfaatkan olahraga dengan sebaik-baiknya.

“Mumpung Wali Kotata sekarang peduli olahraga maka kembangkan saja seluas-luasnya bakat itu. Apalagi juga Anggaran KONI Makassar itu naik 7x lipat menjadi Rp23 M tahun ini. Ini bukti konsen pemerintah kota kepada olahraga saat ini,” pungkasnya. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler