15 Ormas Islam Hadiri Dialog Digelar MUI Sulsel | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

15 Ormas Islam Hadiri Dialog Digelar MUI Sulsel

Published

on

MAKASSAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini komisi ukhuwah Islamiyah mengadakan dialog antar Ormas Islam di Aula Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Jl HM Yasin Limpo, Samata, Kabupaten Gowa, Rabu (11/10/2017)

“Dialog ini dalam rangka membangun ukhuwah Islamiyah dan silatulfiqr, membangun hubungan pemikiran tanpa perang pemikiran, di tengah perbedaan dan keragaman untuk keutuhan bangsa Indonesia,” tutur Prof. Dr. H. M. Ghalib, MA.

“karena MUI adalah wadah musyawarah para ulama dan cendikiawan muslim,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Ketua panitia sekaligus bertindak sebagai moderator acara Prof. Dr. H. M. Natsir Siola, MA menghimbau agar umat Islam di Sulsel tidak menyebarkan informasi yang belum jelas, bias, sepihak, provokatif, maupun fitnah

“Umat Islam di Sulsel seharusnya memegang teguh falsafah siapakainge, sipakatau, sipakalebbi, agar tidak melebarkan perbedaan, tidak mudah diadu domba, dan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.

Salah satu Pengurus ormas Islam yaitu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang diwawancarai ditempat yang sama HM Renreng Tjolli, M.Ag mengungkapkan, bahwa LDII sangat mendukung acara dialog keummatan ini untuk mempererat hubungan persaudaraan sesama Islam.

Dialog juga memberikan kesempatan kepada masing-masing pengurus ormas menyampaikan informasi mengenai organisasinya, sehingga informasi yang diterima tidak sepihak dan bisa saling memaklumi perbedaan namun tetap satu aqidah.

“Pertemuan ini bisa meredam bahkan menghilangkan prasangka negatif yang selama ini sering dialamatkan ke organisasi tertentu, dan menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan sesama umat Islam,” kata Ketua DPD LDII Kota Makassar tersebut.

Sementara Ketua Panitia dialog antar Ormas Islam yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga shalat dzuhur ini dhadiri oleh 15 Ormas Islam, antara lain dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Ijabi (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia), Fatayat, Aisyiyah, Ahmadiyah, IMMIM, dan lain-lain yang diramaikan oleh ratusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar. (rls)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

Deng Ical Terima Kunker Pemkot Sawahlunto

Published

on

By

Makassartoday.com – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto, di Ruang Sipakalebbi, Kantor Balaikota Maakssar, Selasa (23/1/2018).

Kunjungan ini dalam rangka studi banding peningkatan wawasan dan pengetahuan SDM LPM se-Kota Sawalunto Provinsi Sumatera Barat, dan salah satunya adalah pelaksanaan study Komperatif dan Sharing informasi terhadap kelurahan dan LPM terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus pengelolaan program pariwisata.

“Tentu saja dengan kedatangan rombongan Pemkot Sawahlunto ini membawa banyak berkah bagi Kota Makassar terutama sekali berkah ilmu yang bisa digunakan untuk lebih memperbaiki pelayanan kepada masyatakat,” ujar Deng Ical sapaan Wawali Makassar.

Tak hanya itu, dihadapan rombongan Pemkot Sawahlunto, Deng Ical juga menjelaskan tingkat pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini 7,9 persen dan boleh dibilang dalam kurung waktu 15 tahun terahir kita tumbuh rata-rata 9 persen, bahkan pernah mencapai angka 11 persen pada tahun 2003 tetapi secara rata-rata itu adalah 9 persen dan tahun ini agak menurun sedikit 7,99 persen.

Meskipun kata dia, Provinsi Sulawesi Selatan itu tumbuh 6,8 persen dan Nasional 5,3 persen. Jadi kita selalu berada di atas rata-rata Provinsi dan Nasional.

“Dan itu semuanya karena Pemerintah telah berhasil mengatur potensi masyarakat. Karena jika di lihat rasio kemampuan pengelolaan sumber daya atau faktor-faktor produksi di Kota Makassar itu sudah mulai bergeser dari Pemerintah ke Masyarakat,” katanya

Sementara, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed SH mengatakan dipilihnya Kota Makassar sebagai tujuan pertama dikarenakan Makassar adalah Kota terbaik.

“Dari beberapa Kota, inilah Kota Makassar sebagai tujuan pertama kita untuk menambah ilmu. Apalagi Makasaar dikenal dengan banyak kegiatan yang berprestasi, sehingga itu yang kita ingin implementasikan di Kota Sawahlunto,” kata Ismed SH, Wawali Sawahlunto. (*)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...