Danny: Makassar Selalu Siap Dengan Inovasi Yang Ada | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sulsel

Danny: Makassar Selalu Siap Dengan Inovasi Yang Ada

Published

on

MAKASSAR – Penandatangan berita acara serah terima Source Kode Aplikasi Perizinan dan TPP (Sistem e-Kinerja) Online Implementasi Siskeudes, dan Rapat Kerja Kepala Daerah Kelistrikan dan Telekomunikasi di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (11/10/2017).

Acara ini merupakan bagian dari sosialisasi pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Sulawesi-Selatan dihadiri oleh Bupati dan Walikota serta Ketua DPRD 24 kabupaten kota seSulsel, PT PLN dan PT Telkom. Dan ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Selatan beserta seluruh Wali Kota dan Bupati Sulsel.

Salah satunya, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menuturkan jikalau pemerintah Kota Makassar selalu siap untuk menerima inovasi yang ada.

“Penandatanganan ini sesuai dengan apa yang kita perjuangkan di Kota Makassar saat ini yaitu membuat Makassar sebagai smart city. Ini salah satu pendukungnya,” ucapnya, usai menandatangani serah terima tersebut.

Kepala Satgas Wilayah 1 Kedeputian Bidang Pencegahan KPK RI Tri Gamarefa dalam sambutannya, terkait koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi mengatakan KPK berwenang melakukan pencegahan tindak pidana korupsi.

“Sesuai tugas KPK hari ini melaporkan tindakan tersebut. Tindak pidana korupsi bukan semakin berkurang tetapi bertambah, maka dilakukan tindakan pencegahan korupsi secara terus menerus,” kata Tri.

Untuk daerah kabupaten kota di Sulsel sudah dilakukan rencana aksi, diawali pada bulan April 2017 dilakukan identifikasi masalah, bulan Mei penandatanganan komitmen bersama, bulan Agustus monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana aksi dan pada bulan September dilakukan workshop e-planning, perizinan online e-kinerja dan peningkatan kapabilitas aparat pengawas intern pemerintah (APIP) .

Untuk pengelolaan dana desa juga diminta untuk transparan. Untuk Sulsel pemerintah daerah tingkat dua yang belum menerapkan secara keseluruhan Siskeudes adalah Toraja Utara, Sidrap, Pangkep, Maros, sedangkan yang belum sama sekali menerapkan sistem ini Jeneponto 82 desa, Bone 328 desa dan Pangkep 65 desa.

Kepala BPKP Provinsi Sulsel Didik Krisdiyanto mengatakan Presiden RI Joko Widodo memerintahkan agar di Tahun 2017 Siskeudes sudah harus diterapkan di seluruh desa di Indonesia.

Didik menyampaikan Siskeudes akan mempengaruhi penilaian laporan keuangan pemerintah daerah.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam upaya pencegahan ini mengapresiasi dan terus melakukan pengawasan pencegahan.

“Berupa aplikasi yang akan diterapkan dari KPK nantinya kami akan menerima. Karena itu bisa membantu mendeteksi jika ada yang ingin melakukan tindak ilegal,” pungkasnya. (*)

BAGIKAN:
Comments

Sulsel

Pagar Sekolah Disegel, Puluhan Murid di Takalar Batal Belajar di Hari Pertama

Published

on

By

Makassartoday.com – Hari pertama masuk sekolah sedianya menjadi momentum yang paling ditunggu bagi murid baru, tapi berbeda yang dialami puluhan murid di SD Nomor 99, Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Para murid di sekolah ini kaget sekaligus kecawa setelah tiba dan menemukan kondisi pintu pagar sekolah mereka disegel, Senin (16/7/2018).

“Kami kaget melihat pintu sekolah tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul, salah seorang murid.

Rasul juga mengaku kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Terlihat pintu sekolah tersegel menggunakan ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya semangat ke sekolah, tapi pas di tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah seperti ini,” ucap Rasul dengan nada sedih.

Kepala SD Nomor 99, Kampung Beru, Hj. Siti Hasma yang juga tiba di sekolah mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi disegel.

Kepsek baru menjabat ini mengaku tak tahu menahu soal pemicu aksi penyegelan pintu pagar sekolah.

“Saya tidak tau apa masalahnya, Saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini,” tuturnya.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penyegalan diduga buntut sengketa lahan sekolah yang digugat oleh warga bernama Banting bin Motta yang mengklaim sebagai ahli waris.

“Ini tanah milik nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi. Padahal statusnya hanya hak pijam pakai saja,” tegas Cole.

Mereka juga mengaku kecewa karena adanya pergantian jabatan kepsek di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Takalar, Sudirman Nwamg menuturkan bahwa tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda Takalar dengan alas hak sertifikat.

Dengan bukti tersebut, maka aksi penyegalan tidak dibenarkan tanpa didukung alat bukti kepemilikan lahan.

“Tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda dengan alas hak sertifikat, maka adanya bukti alas hak yang dimiliki pemerintah daerah, pihak yang menyegel tidak boleh melakukan tindakan tanpa di dukung alat bukti kepemilikan, kalau tetap memaksa saya akan melapor ke polisi,” tegas Sudirman Nawang. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Pemerintah Kenalkan Sistem Aduan Berbasis Aplikasi LAPOR dan SODARATA’

Published

on

By

Makassartoday.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RAB) melaunching Gerakan Serempak Nasional Sadar Lapor, Minggu (15/7/2018) di Anjungan City of Makassar.

Menurut Analis Kebijakan Publik Menpan RB RI, Suwardi, tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan, mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat bahwa pemerintah saat ini telah hadir lebih dekat.

Melalui sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional dengan aplikasi LAPOR.

“Setelah masyarakat mengenal LAPOR, diharapkan juga memanfaatkan kanal ini untuk melakukan pengaduan,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang sama, SODARATA’ juga turut disosialisasikan dalam acara pagi ini. Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Paggara menambahkan, program SODARATA’ ini lahir karna kebutuhan masyarakat untuk memberikan aduan masyarakat kepada pelayan publik yang ada di Kota Makassar.

Sejauh ini, kata Firman, program aduan yang sudah terlaksana setiap harinya melalui media cetak, media online dan pengaduan langsung.

“Tujuan dari Sodarata’ untuk lebih meningkatkan pelayanan publik sebagai sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang dijalankan dengan prinsip mudah, terpadu, dan tuntas,” ungkap Firman.

Baca Juga : PANRB Sosialisasi SPAN dan LAPOR di Makassar

Selain itu masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan pengaduan dengan melalui mobile apps SODARATA’ (Sombere’ Pengaduan Masyarakatta’), laporan yang masuk akan segera diteruskan dan ditindak lanjuti oleh SKPD terkait.

Selain Kota Makassar, kegiatan sadar lapor ini juga telah disosialisasikan di beberapa kota seperti Jakarta, Cirebon, Bandung, Palembang dan Banjarmasin, (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Donor Darah Lebih Dari 100 Kali, 10 Relawan PMI Makassar Terima Award

Published

on

By

Makassartoday.com – Ketua PMi Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, menyerahkan 10 cincin emas kepada 10 relawan pendonor terbanyak yang telah mencapai lebih dari 100 kali, saat menggelar Halalbihalal di Hotel Aston, Sabtu (14/7/2018).

“Hal ini sebagai wujud apresiasi kepada para relawan kemanusiaan, yang telah mendonor lebih dari 100 kali,” ujar Deng Ical. 

Masing-masing relawan yang mendapatkan yakni Takwayunus MM, Sultan SE, Kasim MM, Askari, Rahmat Rahin, Syahirani, Syafirullah, Ikhsan Sainuddin, Alimuddin Jailani, dan Abd Gafur. 

Halal bihalal yang dihadiri oleh para relawan, staf dan pengurus PMI kota Makassar, tersebut, Deng Ical menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas pencapaian yang diberikan oleh PMI Kota Makassar selama ini.

Menurut Deng Ical, halal bilhalal ini bukan sekedar ajang bertemu dan bersilaturahmi tapi juga sebagai wadah bertukar fikiran sesama pengurus PMI dan pendonor darah sukarelawan. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya