Erick Horas 'Tancap Gas' Usai Terpilih Ketua Gerindra Makassar | Makassar Today
Connect with us

Politik

Erick Horas ‘Tancap Gas’ Usai Terpilih Ketua Gerindra Makassar

Published

on

MAKASSAR – Usai ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Makassar, Erick Horas langsung ‘tancap gas’ dengan menyiapkan sejumlah rencana kerjanya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar ini mengaku tak ingin membuang banyak waktu dalam membenahi infrastruktur partainya, salah satunya menghadapi virifikasi peserta pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Beberapa program sudah kami susun, salah satunya persiapan verifikasi faktual di seluruh pengurus tingkat ranting dan konsulidasi nasional 2018 mendatang,” jelas Erick saat ditemui di kantor DPRD Makassar, Rabu (11/10/2017).

Erick juga tengah mempersiapkan jadwal pelantikan pengurus DPC serta rencana rotasi pada Fraksi Gerindra Makassar, setelah beberapa bulan mengalami kekosongan.

“Kita masih mencari jadwalnya. Yang jelas pelantikan dan rotasi di segera kita laksanakan agar organisiasi kembali berjalan normal,” terangnya.

Seperti diketahui, Erick Horas resmi menjabat Ketua Gerindra Makassar berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 07-0143/kpts/DPP-Gerindra/2017 sejak Kamis 5 Oktober 2017 lalu.

SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekretaris DPP, Ahmad Muzani.

Tak sekedar mendapat tugas membenahi struktur partainya, Erick Horas juga diharap mampu menambah perolehan suara Gerindra di parlemen Makassar pada pileg 2019 mendatang. (Rangga)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Politik

NH: Jangan Pilih Cagub Yang Tolak Pemekaran Luwu Raya

Published

on

By

Makassartoday.com – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menghadiri kampanye akbar di Stadion Lagaligo kota Palopo, Rabu (20/6/2018). Pada kesempatan tersebut, pemekaran Luwu Raya menjadi isu sentral.

Gabungan tokoh masyarakat dan pimpinan Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo, menandatangani deklarasi percepatan pembentukan provinsi Luwu Raya. Sebaliknya, NH-Aziz menyatakan kesiapan menjalankan amanah perjuangan provinsi.

NH mengatakan, jelang Pilgub, ada calon gubernur yang menyatakan tidak setuju pemekaran Luwu Raya. Alasannya, daerah ini tidak layak membentuk provinsi baru. Bagi NH, ini merupakan pelecehan terhadap masyarakat Luwu Raya.

“Masyarakat Luwu Raya harus bersatu, menunjukkan tekadnya mendukung kemandirian daerahnya. Jadi kalau ada calon yang tidak setuju, jangan dipilih,” kata NH di sambut tepuk tangan puluhan ribu masyarakat di stadion Lagaligo.

NH menyebut upaya pemekaran Luwu Raya bukan sekadar janji kampanye. Program ini untuk kepentingan masyarakat. Selama ini, sebagian orang terutama di pelosok, belum mendapatkan kesejahteraan maupun akses layanan pemerintah yang merata.

“Pemekaran bukan untuk memisahkan persaudaraan Luwu dengan Sulsel. Ini hanya perpisahan administrasi, agar perhatian pemerintah pusat lebih besar untuk daerah ini,” ujar NH.

“NH-Aziz tidak akan biarkan masih ada jalan rusak di Luwu Raya. Tidak akan biarkan ada masyarakat yang belum nikmati listrik dan air bersih, atau anak yang tidak sekolah. Semangat pemekaran adalah semangat pemerataan, sesuai konsep Membangun di Kampung,” NH melanjutkan. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Cicu Ajak Warga Kumala ke TPS 27 Juni

Published

on

By

Makassartoday.com – Mendekati hari Pilawali Makassar 2018, Andi Rachmatika Dewi intens temui warga.

Calon wakil dari pasangan Munafri Arifuddin ini mengunjungi daerah Kumala, Rabu (26/6/2018). Kunjungannya ke wilayah tersebut untuk bersilaturahmi dengan warga serta mensosialisasikan program dan visi-misinya bersama Munafri Arifuddin.

“Hanya bersilaturahmi dengan warga sekaligus kembali mengingatkan untuk datang ke TPS memilih tanggal 27 Juni nanti,” terang Cicu, begitu ia akrab disapa.

Di hadapan warga, dokter gigi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga menguraikan beberapa programnya. Hal tersebut ia lakukan agar warga lebih selektif memilih pemimpin.

“Program kami jelas, apa yang kami lakukan juga semata-mata berjuang untuk rakyat. Mudah-mudahan masyarakat Makassar lebih realistis juga dalam memilih,” jelasnya.

Di akhir acara, politisi cantik ini menyempatkan untuk berfoto bersama warga. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Politik

Agus-TBL Teratas Survei Parameter Network

Published

on

By

Makassartoday.com – Agus Arifin Nu’mang dan Achmad Tanribali Lamo (Agus-TBL) menduduki peringkat teratas di salah satu survei jelang Pilgub Sulsel 2018.

Pasangan calon nomor urut 2 ini unggul dalam berbagai aspek dukungan, seperti elektabilitas dan akseptabilitas berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Parameter Network Indonesia (PNI).

“Kami telah melakukan survei pada 23 Mei – 31 Mei 2018, di mana hasil survei menunjukkan perbedaan jarak yang tidak jauh untuk elektabilitas dan akseptabilitas antara 4 pasangan calon tersebut. Ini cukup sengit dan dinamis. Pasangan Agus-TBL menduduki posisi pertama, ada harapan masyarakat menghendaki pemimpin yang sudah teruji,” kata Direktur Parameter Network Indonesia, Rudi H pada keterangannya, Rabu (19/6/2018).

Menurut Rudi, dari aspek elektabilitas kandidat gubernur dan wakil gubernur (Top Of Mind) melalui pertanyaan terbuka langsung, responden memilih pasangan Agus Nu’mang–Tanribali sebesar 28,86 persen. Kemudian disusul pasangan keterpilihan kedua Nurdin Halid–Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan persentase sebesar 24,72 persen. Sementara itu, di urutan ketiga dan keempat ada pasangan Ichsan Yasin Limpo–Andi Mudzakkar dengan mendapatkan suara sebesar 22,62 persen dan pasangan Nurdin Abdullah–Andi Sudirman Sulaiman dengan persentase sebesar 18,9 persen serta Tidak Tahu/Tidak Jawab sebesar 4,90 persen.

Rudi menyatakan kini persaingan Pilgub Sulsel semakin ketat karena masyarakat tidak lagi ingin mencoba-coba dalam memilih Gubernur.

“Agus Arifin Nu’mang bisa unggul karena masyarakat menilai sudah berpengalaman dan yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pemerintahan Gubernur Syahrul Yasin Limpo selama 10 tahun ini. Masyarakat menilai pasangan Agus-Tanribali bisa melanjutkan pembangunan Sulsel agar terus berkelanjutan,” ujar Rudi.

Rudi pun menambahkan, metodologi dan sampel yang dilakukan yaitu pada wilayah daerah pemilihan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 sebanyak 6.022.987 juta orang pemilih.

Survei ini mengambil metode penarikan sampel dipilih secara random dengan teknik multi stage random sampling, yang mengambil jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Lebih lanjut, ia mengatakan, berdasarkan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa dinamika politik selama pengambilan data dengan quality control. Selain itu, juga melakukan verifikasi ulang di lapangan (spot check) sekitar 20-30 dari total data yang masuk guna menjamin akurasi data. (Farel)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya