Indikator Kenaikan Pajak Penerangan Jalan Dipertanyakan | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Indikator Kenaikan Pajak Penerangan Jalan Dipertanyakan

Published

on

MAKASSAR – DPRD Makassar melalui Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) menggelar rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun 2017, Rabu (11/10/2017).

Dalam rapat tersebut, Anggota Banggar dari Fraksi Golkar, Rahman Pina mempertanyakan validasi data besaran kenaikan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang diusulkan Pemkot Makassar.

“Data penarikan Pajak Penerangan Jalan tidak jelas. Untuk menuntukan jumlah pajaknya data apa yang digunakan, apakah jumlah pelanggan atau besaran tagihan pelanggan?” ujar Rahman Pina, mempertanyakan.

Rahman Pina juga meminta sebelum memutuskan kenaikan PPJ tersebut, agar menghadirkan pihak terkait, yakni PT PLN guna mendapatkan kejelasan mengenai tarif pajak PPJ.

“Kalau bisa sebelum itu diputuskan naik atau tidak, harusnya kita hadirkan PLN juga. Karena jangan sampai penarikan pajak PJ itu hanya semau Pemkot dan tidak ada indikator yang menjelaskan,” tandas Rahman Pina.

Rencananya setalah rapat bersama TAPD, Banggar DPRD Makassar akan melanjutkan rapat bersama tujuh SKPD untuk pembahasan yang sama. (adhit)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Sulsel

Deng Ical Kumpulkan Pejabat Pemkot Makassar, Bahas Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Usai Memimpin Apel Pagi, di Halaman Kantor Balaikota Makassar, Senin (19/2/2018), Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, langsung mengumpulkan seluruh Asisten, Kepala SKPD, Camat dan Lurah, di Ruangan Sipakalebbi.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical membahas terkait Netralitas PNS dan kesiapan perangkat kerja Kota Makassar dalam menjalankan tugas masing-masing selama dirinya memimpin Plt Wali Kota.

“ASN harus betul-betul netral di Pilkada karena itu menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, kita harus fokus menjalankan semua program-program yang sudah ada,” kata Deng Ical.

Ia juga menekankan tiga tugas dan fungsi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bisa di pisahkan satu dengan yang lainnya. 

“Pertama fungsi ASN itu pelaksana aturan perundang-undangan termasuk norma-norma konvensi, kedua itu melayani masyarakat dan ketiga itu fungsi utama ASN itu menjadi perekat kesatuan dan persatuan sosial. Itu harus ASN yang di depan,” kata pria berlatar doktor kebijakan publik itu.

“Jadi tidak boleh ada PNS atau ASN yang justru jadi trouble meker karena tugas ASN itu betul betul sebagai perekat,” tambahnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler