Lawan Petugas, Spesialis Pencuri Nasabah Bank Didor... | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Lawan Petugas, Spesialis Pencuri Nasabah Bank Didor…

Published

on

MAKASSAR – Randi alias Grandong (24), taak henti-hentinya menjerit kesakitan akibat dua luka tembak pada bagian kakinya.

Tersangka kasus pencurian nasabah bank di wilayah hukum Polres Sinjai ini terpaksa dilumpuhkan, lantaran melawan petugas saat proses pengembangan kasusnya, Selasa (10/10/2017).

Sebelumnya Randi diciduk tanpa perlawanan oleh Unit Resmob Sinjai dipimpin Ipda Bondan Wicaksosno dan diback up Resmob Polda Sulsel, di rumahnya, Jl Malengkeri, Kota Makassar, Sulsel, Senin (9/10/2017).

Randi dalam catatan polisi diduga terlibat dalam dua kasus pencurian nasabah bank, masing-masing nasabah BNI dengan nilai kerugian Rp110 juta, LP/87/V/2016/Res Sinjai Tgl 12 Mei 2016 serta nasabah BRI dengan nilai kerugian Rp40 juta berdasarkan LP/36/VIII/2017/Sek Selatan/Res Sinjai Tgl 2 Agustus 2017.

Kapolres Sinjai AKBP Ardiansyah mengatakan, tersangka dalam perjalanan proses pengembangan berusaha melawan petugas serta dan merampas senjata api salah satu petugas.

“Anggota melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tersangka tidak mengindahkan, kemudian anggota melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka yang mengenai lutut kanan sebanyak satu kali dan pergelangan kaki sebanyak satu kali,” jelas Kapolres Sinjai, Senin (11/10/2017).

Usai dilumpuhkan, tersangka selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan. Dari tangan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti, berupa 1 buah ponsel merk Blueberi, 1 lembar baju kemeja kotak-kotak kombinasi putih biru, 1 lembar celana jeans pendek serta 1 sepeda motor.

“Kami masih mengembangkan keterangan tersangka, karena ada beberapa tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini,” kunci Kapolres. (Askay Khan)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Waspada! Predator Anak di Makassar Masih Berkeliaran

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaku penculikan disertai pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP di Makassar hingga hari ini belum tertangkap.

Kasus yang dilaporkan ke pihak penegak hukum sejak 22 Januari 2018 lalu itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan pelaku. Hampir sebulan kasus ini mengendap di meja penyiduk kepolisian.

Meski demikian, pihak keluarga Bunga (nama samaran) tetap berusaha untuk mencari keadilan atas apa yang sudah menimpah putrinya tersebut.

“Sudah hampir sebulan setelah kami melapor ke Polrestabes Makassar tapi pelakunya belum tertangkap. Tadi kami datang ke Kantor P2TP2A Makassar untuk meminta dukungan pemerintah atas kasus yang menimpah anak kami,” ucap An, ibu korban, Senin (19/2/2018).

Sekedar diketahui, Bunga (13) menjadi korban penculikan pada 19 Januari lalu. Korban diculik selama tiga hari empat malam di indekos pelaku di sekitar Jl Dg Tata, Kota Makassar.

Adapun kronologis penculikan tersebut diawali saat korban berada di Rumah Sakit Umum Stella Maris, dimana saat itu korban bersama tantenya tengah menjaga kekuarga yang sedang sakit.

“Anak saya kenal dengan pelaku lewat Facebook. Melalui akun bernama Muhammad Adhy Saputra pelaku meminta anak kami bertemu di Anjungan Pantai Losari saat tengah menjaga keluarga yang sakit,” beber ibu korban.

Korban sempat meminta izin kepada tantenya sebelum bertemu pelaku. Setelah bertemu, pelaku yang diduga memiliki kemampuan hipnotis itu kemudian membawa kabur korban.

“Anak kami mengaku seperti tidak sadar saat dibawa pelaku ke rumah kosnya. Anak saya mengaku baru sadar setelah ada di dalam kamar pelaku,” sambung An, yang berdomisili di Jl Buruh Kota Makassar itu.

Di kamar pelaku korban diancam dengan senjata tajam jenis badik. Korban dipaksa melayani nafsu bejat si predator tersebut. Selama empat malam gadis mungil ini diduga telah dijadikan budak seks oleh pelaku.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian memulangkan korban dengan cara menumpangi angkot menuju ke Pasar Sentral. Di situlah korban yang dalam kondisi bingung sambil menangis, ditemukanangganya yang kebetulan berada di areal Pasar Sentral.

“Anak saya disuruh naik Petepete lalu pelaku membayar sopir disuruh antar ke Pasar Sentral. Kebetulan tetangga kami ada di sana dan anak kami langsung dibawa ke rumah, lalu besoknya kami melapor ke polisi,” sambung An, mengutip keterangan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo mengaku siap melakukan pendampingan terhadap korban.

“Besok kami akan mengawal korban ke pihak Unit PPA Polrestabes untuk melihat sejauh mana progres penanganan kasus tersebut,” tegas mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler