Video: Sidang Kasus Pembunuhan Rafika Ricuh | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Video: Sidang Kasus Pembunuhan Rafika Ricuh

Published

on

SUNGGUMINASA – Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) yang mengawal sidang kasus pembunuhan Rafika di Pengadilan Negeri (PN) Gowa, Sulsel, Rabu (11/10/2017) diwarnai kericuhan.

Insiden ini terjadi saat demonstran mendapat penolakan sejumlah pegawai PN Gowa untuk menyampaikan orasi di samping ruang sidang.

Terjadi aksi saling dorong antara demonstran, pegawai PN Gowa serta aparat kepolisian yang bejaga, hingga berakhir pada aksi saling serang.

Unjuk rasa di samping ruang sidang sedianya dilarang, lantaran dikhawatirkan mengganggu jalannya proses persidangan. Kericuhan pun baru dapat teratasi setelah seluruh mahasiswa diarahkan agar menyampaikan orasi di depan kanto PN Gowa.

Dalam orasinya, para demonstran menuntut agar Saleh, sebagai terdakwa pembunuhan Rafika dihukum seumur hidup. Aksi ini mereka gelar sebagai bentuk solidasritas untuk Rafika yang tak lain adalah rekannya sesama mahasiswa UIT.

Mereka juga berjanji akan kembali menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar, jika tuntutannya tidak dipenuhi.


Tak hanya di luar ruangan sidang, di dalam ruangan sidang kericuhan juga terjadi. Sejumlah keluarga korban emosi dan nyaris menyerang terdakwa yang sedang duduk di kursi pesakitan.

Beruntung beberapa aparat dapat menghalau serangan dari pihak keluarga korban. Karena dianggap mengganggu proses persidangan, aparat meminta pihak keluarga korban untuk meninggal ruang sidang.

Sidang dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa sebelumnya berjalan tertib. Namun pihak kuasa hukum terdakwa dalam pembelaannya meminta majelis hakim untuk membebaskan kliennya dengan alasan tak cukup buti.

Reaksi keluarga korban juga tak lepas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut terdakwa Saleh dengan hukuman 12 tahun penjara. (Rahman Sijaya)

Lihat Video:

 

 

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

3 DPO Curat Modus Pecah Kaca Mobil Diringkus

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polda Sulsel bersama Polda Papua Barat berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) modus pecah kaca mobil, Sabtu (21/4/2018).

Ketiga pelaku, yakni Hariyanto alias Anto Teleng (39), penjual karpet, alamat Jl Lure, Setapak, Lr 2, Kota Makassar, Asdar alias Ada (21), pedagang di Kapal, alamat Kampung Parang, Kecamatan, Limbung, Kabupaten Gowa serta Jayadi alias Jaya (40), pedagang di kapal, alamat Jl Darulma’arif, Rappokaling Raya, Kelurahan Tamoa Tallo, Kota Makassar.

Tiga pelaku ini diamankan berdasarkan laporan polisi masing-masing, SP KAP/98/IV/2018/Polda Papua Barat/Resta Sorong, LP/366/IV/2018/Papua Barat/Resort Sorong Kota.13 april 2018 serta Surat Permohonan Kapolda Papua Barat ke Kapolda Sulsel, No. B/337/IV/2018.

“Jadi pelaku sebelumnya berstatus DPO kasus curat modus pecah kaca mobil di wilayah hukum Polda Papua Barat. Hasil koordinasi dilakukan penyelidikan dan ketiganya berhasil diamankan di tempat berbeda,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Dari hasil interogasi para pelaku mengakui melakukan curat modus pecah kaca mobil di daerah sorong dengan caranmelempar pecahan busi motor di kaca dekat sopir dan mengambil tas yang berisikan uang.


“Adapun peran sdr. Haryanto al. Anto teleng adalah kapten. Lelaki Anto sebagai pengatur, penggambar, pelempar. Pemetik uang dalam mobil tersebut. Dglengan kerugian Rp400 juta sekitar April 20018,” sambung Dicky Sondani.

Pelaku Anto juga dalam pengakuannya telah melakukan curat dengan cara membobol rumah di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebanyak tiga kali sekitar tahun 2017. Adapun modus operandi cara bobol indekost dan barang-barang yang di ambil sejenis ponsel dan laptop.

Tak hanya itu, pelaku juga melakukan curat sekitar Jl Masjid Raya, Kota Sorong, sebesar Rp50 jura pada Februari 2018 yang disimpan korban di dalam mobil.

Sedangkan lelaki Asdar alias Ada, telah mengakui ikut serta dalam tindak pidana curat dengan berperan membonceng lelaki Anto dan bertugas sebagai jaga lawan dalam melaksanakan aksi.

“Hasil dari kejahatan mereka kemudian masing-masing dibagi sesuai tugas dan peran,” kata Dicky.

Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti, masing-masing, 2 sepeda motor jenis Fino, uang total Rp210 juta, koper berisi pakaian, 1 karung pakaian serta 2 handphone senter jenis nokia.

“Selanjutnya Tim Resmob Polda Sulsel berkordinasi dengan pihak personel Polda Papua Barat guna penyerahan tersangka untuk proses lebih lanjut,” tutup Dicky. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler