Banggar Sepakati Pembayaran Gaji Guru Sukarela di APBD-P Tahun 2017 | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Sulsel

Banggar Sepakati Pembayaran Gaji Guru Sukarela di APBD-P Tahun 2017

Published

on

MAKASSAR – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar kembali menggelar rapat lanjutan tentang Gambaran Umum Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Makassar (SKPD), Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2017, Kamis (12/10/2017).

Rapat Banggar yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti didampingi Asisten II kota Makassar, H. Kusaiyyeng dan dihadiri oleh beberapa Anggota Badan Anggaran DPRD Makassar.

Salah satu poin pembahasan rapat, terkait pembayaran gaji guru honor dan tenaga sukarela di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Kepala Disdik Makassar, Ismunandar dalam rapat tersebut menyampaikan terdapat 1.800 guru honor yang akan menerima gaji selama tiga bulan dengan kisaran anggaran mencapai Rp3 miliar.

“Kita memang hanya mengajukan anggaran di APBD Peruabahan khusus untuk pembayaran gaji 1.800 guru honor dengan nilai Rp3 miliar lebih. Sebab, aturan yang ada guru honorer itu dibayarkan melalui APBD, sementara untuk gaji guru yang statusnya sukarela tidak dianggarkan dalam APBD, tapi dibayar oleh sekolah dengan menggunakan dana BOS,” terangnya.

Namun, anggota Banggar dari Fraksi Golkar, Rahman Pina meminta agar gaji guru berstatus sukarela yang mencapai 900 orang ikut dialokasikan dalam APBD-P tahun 2017.

Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang, Banggar dan Disdik akhirnya menyepakati untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk 900 guru sukarela.

“Tidak boleh dibeda-bedakan, antara guru honorer dengan guru sukarela. Jadi guru sukarela juga berhak dibayarkan gaji oleh pemerintah kota. Oleh karena itu, usulan anggaran yang diajukan oleh Disdik harus juga dimasukkan gaji guru sukarela,” ujar Rahman Pina.

Ismunandar juga menjelaskan, jika guru honorer yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Wali Kota Makassar adalah mereka yang telah menjalani masa kerja 4-5 tahun, sementara yang statusnya sukarela masa kerjanya belum sampai 2 tahun.

“Guru sukarela ini masa kerjanya baru 1-2 tahun. Tapi kalau anggaran kita bertambah, kenapa tidak, kita akan angkat semua, apalagi memang keberadaan mereka itu sesuai kebutuhan pihak sekolah,” kunci Ismunandar.

Banggar meminta agar menerbitkan SK Wali Kota Makasar kepada bagi 900 guru yang berstatus sukarela tersebut, agar gaji mereka juga bisa dibayarkan di APBD-P tahun 2017 ini.

“Untuk pembayaran gaji guru sukarela yang jumlahnya 900 itu, dengan asumsi Rp550 ribu/bulan maka ini harus ditambahkan Rp1,4 miliar, pemerintah kota harus menambahkan ini,” tandas Rahman Pina. (Rita)

BAGIKAN:
Comments

Sulsel

Insentif Guru Mengaji Lambat Karena Alasan Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tak menampik jika proses pencarian anggaran insentif bagi gugur mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah tahun 2018 mengalami keterlambatan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassaar saat memberikan jawaban atas tanggapan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna empat ranperda di gedung DPRD Makassar, Senin (16/7/2018).

Pertanyaan atas keterlambatan pencairan insentif disampaikan Fraksi PKS melalui juru bicara mereka, Yeni Rahman pada paripurna sebelumnya.

Danny dihadapan para wakil rakyat tersebut menyampaikan, jika keterlambatan pemberian insentif untum 1400, guru mengaji, imam masjid dan pemandi jenazah disebabkan persoalan administrasi.

“Terhadap pertanyaan Fraksi PKS, Yeni Rahman, pemerintah kota telah membayarkan insentif 1400 imam mesjid, guru mengaji, pemandi jenazah menjelang idul Fitri tahun 2017, namun pada tahun 2018 dijelaskan adanya kendala administrasi yang dinyatakan belum lengkap, sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran insentif mereka,” jelas Danny Pomanto.

Meski demikian,, pihaknya akan mengupayakan akan memberikan insentif tepat waktu.

“Kedepannya pemerintah kota akan melakukan upaya penyempurnaan sehingga pembayaran insentif kepada imam mesjid, guru mengaji dan pemandi jenazah dapat diterima tepat waktu sesuai harapan Anggota dewan,” ucap Danny. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Pagar Sekolah Disegel, Puluhan Murid di Takalar Batal Belajar di Hari Pertama

Published

on

By

Makassartoday.com – Hari pertama masuk sekolah sedianya menjadi momentum yang paling ditunggu bagi murid baru, tapi berbeda yang dialami puluhan murid di SD Nomor 99, Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Para murid di sekolah ini kaget sekaligus kecawa setelah tiba dan menemukan kondisi pintu pagar sekolah mereka disegel, Senin (16/7/2018).

“Kami kaget melihat pintu sekolah tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul, salah seorang murid.

Rasul juga mengaku kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru mendapat sambutan yang tidak menyenangkan. Terlihat pintu sekolah tersegel menggunakan ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya semangat ke sekolah, tapi pas di tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah seperti ini,” ucap Rasul dengan nada sedih.

Kepala SD Nomor 99, Kampung Beru, Hj. Siti Hasma yang juga tiba di sekolah mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi disegel.

Kepsek baru menjabat ini mengaku tak tahu menahu soal pemicu aksi penyegelan pintu pagar sekolah.

“Saya tidak tau apa masalahnya, Saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini,” tuturnya.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, aksi penyegalan diduga buntut sengketa lahan sekolah yang digugat oleh warga bernama Banting bin Motta yang mengklaim sebagai ahli waris.

“Ini tanah milik nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi. Padahal statusnya hanya hak pijam pakai saja,” tegas Cole.

Mereka juga mengaku kecewa karena adanya pergantian jabatan kepsek di sekolah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Takalar, Sudirman Nwamg menuturkan bahwa tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda Takalar dengan alas hak sertifikat.

Dengan bukti tersebut, maka aksi penyegalan tidak dibenarkan tanpa didukung alat bukti kepemilikan lahan.

“Tanah tersebut telah terdaftar di bagian aset Pemda dengan alas hak sertifikat, maka adanya bukti alas hak yang dimiliki pemerintah daerah, pihak yang menyegel tidak boleh melakukan tindakan tanpa di dukung alat bukti kepemilikan, kalau tetap memaksa saya akan melapor ke polisi,” tegas Sudirman Nawang. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Sulsel

Gas Bocor Picu Kebakaran di Hartaco Indah, Ibu dan Anak Jadi Korban

Published

on

By

Makassartoday com – Kebakaran di Kompleks Hartaco Indah, Blok 3T, Nomor 13, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, Minggu (15/7/2018) pukul 21.40 WITA, mengakibatkan dua orang korban.

Kebakaran berawal saat penghuni rumah bernama Yusiana Said (35), PNS BKD Pemkot Makassar memasang selang tabung gas di dapur rumah.

Tak lama setelah menyalakan kompor untuk memasak, tabung gas mengalami kebocoran hingga api dari kompor langsung menyambar dan membakar korban bersama anaknya, Muh Syafiq (1,5) yang tengah bermain di dapur.

“Dugaan kuat kebakaran dipicu karena adanya kebocoran pada tabung gas 3 Kg yang digunakan korban saat memasak,” jelas Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin.

Akibat kejadian ini, kedua korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara akibat mengalami luka bakar di bagian tubuhnya.

Selain mengakibatkan dua korban luka, peristiwa kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya