FKP Sulsel Gelar Seminar Kreativitas dan Kebangsaan | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

FKP Sulsel Gelar Seminar Kreativitas dan Kebangsaan

Published

on

MAKASSAR – Forum Kreativitas Pemuda (FKP) Sulsel menggelar Seminar Kreativitas dan Kebangsaan di Aula Prof. Hardjoeno Pascasarjana Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan Tamalanrea, Kota Makassar. Kamis (12/10/2017).

Seminar yang merupakan rangkaian kegiatan Pekan Raya Pemuda (PRP) Sulsel tsb dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di makassar (UNHAS, UNIBOS, UNM, Stikes Mega Rezky, UIT, UIN Alauddin, UVRI, dan STIMIK Dipanegara). Tema seminar mengangkat wacana Kreativitas pemuda Sulsel dalam lingkup Kebangsaan.

Hadir sebagai pembicara utama yakni, Yusran Sofyan, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Arqam Azikin, Pendiri Sekolah Kebangsaan, dan Kasman Suherman selaku Pelaku Industri Kreatif, Founder Friendstech.

Yusran Sofyan mengungkapkan, kreativitas pemuda di Sulsel adalah hal yang menarik, apalagi dengan kehadiran mahasiswa-mahasiwa kreatif di Makassar seperti FKP yang diharapkan mampu mendorong pemuda dan mahasiswa lainnya agar lebih produktif dan kreatif guna membantu kebijakan pemerintah kota yang pro terhadap sektor-sektor kreatif, seperti sektor UMKM.

“Pemerintah kota dalam hal ini Pemkot Makassar juga harus lebih intens berkomunikasi dengan organ-organ kreatif di kalangan masyarakat bawah, sehingga dapat mengetahui lebih banyak persoalan kreativitas di kota Makassar, sehingga nantinya tercipta solusi guna mengembangkan kreativitas mereka,” lanjut Yusran Sofyan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Pembicara lainnya, Kasman Suherman, yang juga pelaku industri kreatif Makassar di sektor IT mengungkapkan, saat ini salah satu potensi sektor kreatif yang dapat dikembangkan oleh pemerintah kota yakni sektor kuliner, dimana sektor ini kedepannya dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Makassar dan di Sulsel pada umumnya.

“Area food culiner di Makassar seperti Pantai Losari dan Kompleks Pasar Segar, jika dikembangkan maka dapat menjadi landmark dan tujuan wisata kuliner bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pembagunan infrastruktur seperti area kuliner yang lain juga harus dikembangkan oleh pemkot sebagai dukungan pemerintah dalam hal penyediaan sarana bagi pelaku industri kreatif di sektor kuliner,” ucap Kasman, Founder Friendstech

Chesar Pratama, Ketua Panitia kegiatan menuturkan, harapan FKP Sulsel dalam hal ini sebagai pihak penyelenggara, mengharapkan agar peserta yang hadir mampu menanggapai isu kebangsaan secara kreatif, tidak sekedar mengkritik ataupun menghujat, dan juga mampu memberi solusi dengan cara kreatif.

“Kita sebagai anak muda kreatif, harus memahami kondisi kebangsaan saat ini dan bagaimana menggabungkan wawasan kreatif dan kebangsaan kita sehingga bisa menanggapi isu-isu kebangsaan dari cermin kreativitas”, pungkasnya.

Seminar kreativitas dan kebangsaan FKP Sulsel merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Raya Pemuda (PRP) Sulsel yang akan dihelat pada tanggal 28-29 Oktober di pelataran Monumen Mandala, Makassar. (Fachri)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Sulsel

Deng Ical Kumpulkan Pejabat Pemkot Makassar, Bahas Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Usai Memimpin Apel Pagi, di Halaman Kantor Balaikota Makassar, Senin (19/2/2018), Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, langsung mengumpulkan seluruh Asisten, Kepala SKPD, Camat dan Lurah, di Ruangan Sipakalebbi.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical membahas terkait Netralitas PNS dan kesiapan perangkat kerja Kota Makassar dalam menjalankan tugas masing-masing selama dirinya memimpin Plt Wali Kota.

“ASN harus betul-betul netral di Pilkada karena itu menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, kita harus fokus menjalankan semua program-program yang sudah ada,” kata Deng Ical.

Ia juga menekankan tiga tugas dan fungsi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bisa di pisahkan satu dengan yang lainnya. 

“Pertama fungsi ASN itu pelaksana aturan perundang-undangan termasuk norma-norma konvensi, kedua itu melayani masyarakat dan ketiga itu fungsi utama ASN itu menjadi perekat kesatuan dan persatuan sosial. Itu harus ASN yang di depan,” kata pria berlatar doktor kebijakan publik itu.

“Jadi tidak boleh ada PNS atau ASN yang justru jadi trouble meker karena tugas ASN itu betul betul sebagai perekat,” tambahnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler