Lagi, Pelaku Curat Didor Karena Lawan Petugas! | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Lagi, Pelaku Curat Didor Karena Lawan Petugas!

Published

on

MAKASSAR – Aparat kepolisian kembali melumpuhkan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Pelaku diketahui bernama Andi Putra Udin (19), warga Jl Dg Regge, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulsel, Kamis (12/10/2017) dini hari.

Kepala Unit Opsnal Polsek Bontoala, Iptu H Rahman Ronrong mengatakan, Andi Putra Udin adalah satu dari dua pelaku curat terhadap seorang mahasiswi salah satu universitas di Makassar pada 3 Oktober lalu.

“Pelaku berhasil diamankan di sebuah warnet di Jl Regge, dekat dari rumah pelaku. Kami terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena pelaku sempat kabur dan melawan petugas saat proses pengembangan,” ungkap H Rahman Rongrong.

Dalam keterangannya, Andi mengaku hanya membonceng rekannya FR yang menjadi eksekutor dalam kasus ini. FR yang kini masuk dalam DPO polisi meminta dirinya berhenti saat melintas di sebuah lorong (tempat kejadian perkara).

“Di lorong itulah, pelaku dan rekannya (FR) melihat korban yang tengah duduk di atas sepeda motor. Kemudian rekannya, FR mendekati korban dan langsung mengambil tas ransel yang disimpan di depan gantungan motor korban,” sambungnya.

Sementara korban dalam laporannya mengatakan, saat kejadian dirinya duduk di atas sepeda motor sambil menunggu rekannya yang masuk belanja ke minimarket.

Tiba-tiba dua pelaku berboncengan sepeda motor datang dan langsung menarik tas ransel milik korban yang berisi 1 buah notebook merk iphone 6 dan 1 buah ponsel merk Vivo.

Akibat perbuatannya, Andi dikenai Pasal 363 ke-3e Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan atau turut serta melakukan pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Askay Khan)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Waspada! Predator Anak di Makassar Masih Berkeliaran

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaku penculikan disertai pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP di Makassar hingga hari ini belum tertangkap.

Kasus yang dilaporkan ke pihak penegak hukum sejak 22 Januari 2018 lalu itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan pelaku. Hampir sebulan kasus ini mengendap di meja penyiduk kepolisian.

Meski demikian, pihak keluarga Bunga (nama samaran) tetap berusaha untuk mencari keadilan atas apa yang sudah menimpah putrinya tersebut.

“Sudah hampir sebulan setelah kami melapor ke Polrestabes Makassar tapi pelakunya belum tertangkap. Tadi kami datang ke Kantor P2TP2A Makassar untuk meminta dukungan pemerintah atas kasus yang menimpah anak kami,” ucap An, ibu korban, Senin (19/2/2018).

Sekedar diketahui, Bunga (13) menjadi korban penculikan pada 19 Januari lalu. Korban diculik selama tiga hari empat malam di indekos pelaku di sekitar Jl Dg Tata, Kota Makassar.

Adapun kronologis penculikan tersebut diawali saat korban berada di Rumah Sakit Umum Stella Maris, dimana saat itu korban bersama tantenya tengah menjaga kekuarga yang sedang sakit.

“Anak saya kenal dengan pelaku lewat Facebook. Melalui akun bernama Muhammad Adhy Saputra pelaku meminta anak kami bertemu di Anjungan Pantai Losari saat tengah menjaga keluarga yang sakit,” beber ibu korban.

Korban sempat meminta izin kepada tantenya sebelum bertemu pelaku. Setelah bertemu, pelaku yang diduga memiliki kemampuan hipnotis itu kemudian membawa kabur korban.

“Anak kami mengaku seperti tidak sadar saat dibawa pelaku ke rumah kosnya. Anak saya mengaku baru sadar setelah ada di dalam kamar pelaku,” sambung An, yang berdomisili di Jl Buruh Kota Makassar itu.

Di kamar pelaku korban diancam dengan senjata tajam jenis badik. Korban dipaksa melayani nafsu bejat si predator tersebut. Selama empat malam gadis mungil ini diduga telah dijadikan budak seks oleh pelaku.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian memulangkan korban dengan cara menumpangi angkot menuju ke Pasar Sentral. Di situlah korban yang dalam kondisi bingung sambil menangis, ditemukanangganya yang kebetulan berada di areal Pasar Sentral.

“Anak saya disuruh naik Petepete lalu pelaku membayar sopir disuruh antar ke Pasar Sentral. Kebetulan tetangga kami ada di sana dan anak kami langsung dibawa ke rumah, lalu besoknya kami melapor ke polisi,” sambung An, mengutip keterangan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo mengaku siap melakukan pendampingan terhadap korban.

“Besok kami akan mengawal korban ke pihak Unit PPA Polrestabes untuk melihat sejauh mana progres penanganan kasus tersebut,” tegas mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler