PES Respon Polres Pelabuhan Temukan Sabu dari Saku Sopir Truk | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

PES Respon Polres Pelabuhan Temukan Sabu dari Saku Sopir Truk

Published

on

MAKASSAR – Anggota Peleton Elite Sabhara (PES) Respon Polres Pelabuhan Makassar membekuk seorang sopir truk berinisial RD (36), terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

warga Jl Sinassara, Kecamatan Tallo, Kota Makassar itu diamankan saat mengendarai sepeda motor di perempatan lampu merah Jl Tentara Pelajar dan Jl Yosudarso, Makassar, Rabu (11/10/2017) sekitar pukul 23.43 Wita.

“Anggota PES Respon yang sementara melaksanakan patroli mencurigai pengendara sepeda motor tersebut karena menunjukkan gerak gerik yang mencurigakan,” jelas Ipda Aspada, Komandan PES Sabhara Polres Pelabuhan, Kamis (12/10/2017).

Adapun hasil penggeledahan ditemukan 2 paket berisi kristal bening diduga sabu dari saku pelaku. Usai menjalani introgasi di lokasi, pelaku dan barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Pelabuhan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil keterangan pelaku bahwa 2 paket sabu tersebut akan digunakan untuk konsumsi sendiri. Adapaun barang haram ini dibeli pelaku seharga Rp200 ribu di wilayah Pannampu,” jelasnya.

Sementara Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Said Anna Fauza mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan tugas PES Respon Sabhara dalam meningkatkan keamanan di wilayah hukum Makassar.

“Saya mengapresiasi dan memerintahkan PES Respon untuk mempertahankan apa yang telah dilaksanakan dan tindak tegas semua pelaku narkoba dan kejahatan lainnya,” tegas Kapolres Pelabuhan Makassar. (Syamsul Al Timen)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Hukum & Kriminal

Waspada! Predator Anak di Makassar Masih Berkeliaran

Published

on

By

Makassartoday.com – Pelaku penculikan disertai pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP di Makassar hingga hari ini belum tertangkap.

Kasus yang dilaporkan ke pihak penegak hukum sejak 22 Januari 2018 lalu itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan pelaku. Hampir sebulan kasus ini mengendap di meja penyiduk kepolisian.

Meski demikian, pihak keluarga Bunga (nama samaran) tetap berusaha untuk mencari keadilan atas apa yang sudah menimpah putrinya tersebut.

“Sudah hampir sebulan setelah kami melapor ke Polrestabes Makassar tapi pelakunya belum tertangkap. Tadi kami datang ke Kantor P2TP2A Makassar untuk meminta dukungan pemerintah atas kasus yang menimpah anak kami,” ucap An, ibu korban, Senin (19/2/2018).

Sekedar diketahui, Bunga (13) menjadi korban penculikan pada 19 Januari lalu. Korban diculik selama tiga hari empat malam di indekos pelaku di sekitar Jl Dg Tata, Kota Makassar.

Adapun kronologis penculikan tersebut diawali saat korban berada di Rumah Sakit Umum Stella Maris, dimana saat itu korban bersama tantenya tengah menjaga kekuarga yang sedang sakit.

“Anak saya kenal dengan pelaku lewat Facebook. Melalui akun bernama Muhammad Adhy Saputra pelaku meminta anak kami bertemu di Anjungan Pantai Losari saat tengah menjaga keluarga yang sakit,” beber ibu korban.

Korban sempat meminta izin kepada tantenya sebelum bertemu pelaku. Setelah bertemu, pelaku yang diduga memiliki kemampuan hipnotis itu kemudian membawa kabur korban.

“Anak kami mengaku seperti tidak sadar saat dibawa pelaku ke rumah kosnya. Anak saya mengaku baru sadar setelah ada di dalam kamar pelaku,” sambung An, yang berdomisili di Jl Buruh Kota Makassar itu.

Di kamar pelaku korban diancam dengan senjata tajam jenis badik. Korban dipaksa melayani nafsu bejat si predator tersebut. Selama empat malam gadis mungil ini diduga telah dijadikan budak seks oleh pelaku.

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian memulangkan korban dengan cara menumpangi angkot menuju ke Pasar Sentral. Di situlah korban yang dalam kondisi bingung sambil menangis, ditemukanangganya yang kebetulan berada di areal Pasar Sentral.

“Anak saya disuruh naik Petepete lalu pelaku membayar sopir disuruh antar ke Pasar Sentral. Kebetulan tetangga kami ada di sana dan anak kami langsung dibawa ke rumah, lalu besoknya kami melapor ke polisi,” sambung An, mengutip keterangan korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallalo mengaku siap melakukan pendampingan terhadap korban.

“Besok kami akan mengawal korban ke pihak Unit PPA Polrestabes untuk melihat sejauh mana progres penanganan kasus tersebut,” tegas mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (Hajji Taruna)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler