Puluhan Jukir Unjuk Rasa Tolak Smart Parking | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Puluhan Jukir Unjuk Rasa Tolak Smart Parking

Published

on

MAKASSAR – Puluhan juru parkir (jukir) yang tergabung dalam Serikat Juru Parkir Makassar (SJPM) menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (12/10/2017).

Aksi mereka digelar dibeberapa titik, dimulai dari Balaikota, Jl Jendral Ahmad Yani hingga kantor DPRD Makassar di Jl AP Pettarani.

Sebelum menggelar aksinya, sejumlah jukir melakukan sweping ke beberapa toko tempat rekannya ‘mangkal’. Mereka mengajak jukir lain untuk ikut menyuarakan penolakan program Smart Parking yang diterapkan PD Parkir Makassar Raya.

Mereka menilai, Smart Parking dapat menimbulkan konflik antara para konsumen. Mereka juga meminta Wali Kota Makassar untuk menghentikan intimidasi terhadap jukir yang menolak prgram Smart Parking.

Dalam aksinya, puluhan jukir ini membawa serta spanduk dan pamplet berisi kalimat penolakan terkait program tersebut. Aksi ini dijaga anggota kepolisian dan Satpol PP.

Dari pantauan di lapangan, aksi di Kantor Balaikota Makassar berjalan aman dan lancar. Hingga berita ini dirilis, para jukir tengah menyampaikan aspirasi ke lembaga DPRD Makassar. (Syamsul Al Timen)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Sulsel

Deng Ical Kumpulkan Pejabat Pemkot Makassar, Bahas Ini!

Published

on

By

Makassartoday.com – Usai Memimpin Apel Pagi, di Halaman Kantor Balaikota Makassar, Senin (19/2/2018), Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, langsung mengumpulkan seluruh Asisten, Kepala SKPD, Camat dan Lurah, di Ruangan Sipakalebbi.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical membahas terkait Netralitas PNS dan kesiapan perangkat kerja Kota Makassar dalam menjalankan tugas masing-masing selama dirinya memimpin Plt Wali Kota.

“ASN harus betul-betul netral di Pilkada karena itu menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, kita harus fokus menjalankan semua program-program yang sudah ada,” kata Deng Ical.

Ia juga menekankan tiga tugas dan fungsi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bisa di pisahkan satu dengan yang lainnya. 

“Pertama fungsi ASN itu pelaksana aturan perundang-undangan termasuk norma-norma konvensi, kedua itu melayani masyarakat dan ketiga itu fungsi utama ASN itu menjadi perekat kesatuan dan persatuan sosial. Itu harus ASN yang di depan,” kata pria berlatar doktor kebijakan publik itu.

“Jadi tidak boleh ada PNS atau ASN yang justru jadi trouble meker karena tugas ASN itu betul betul sebagai perekat,” tambahnya. (*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler