ARW: Nama Danny-Indira Sudah Diusul ke DPP | Makassar Today
Connect with us

Politik

ARW: Nama Danny-Indira Sudah Diusul ke DPP

Published

on

MAKASSAR – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri memastikan pihaknya hanya mengusul satu pasangan calon, yakni Danny Pomanto dan Indira Mulyasari (DiaMi) ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Hal itu disampaikan ARW saat bertemu dengan Indira Mulyasari disela-sela kegiatan Training of Trainer Pelatihan Militansi dan Pergerakan Door to Door Campign yang digelar PDIP Sulsel di Dalton Hotel Makassar, Sabtu (21/10/2017).

“Kami di DPD hanya mengusulkan satu paket ke DPP, yakni nama Pak Danny dan Indira. Selanjutnya kita menunggu keputusan DPP,” tegas ARW.


Sementara Indira yang dimintai tanggapan terkiat pertemuannya dengan ARW mengaku hanya sebatas silaturahmi keluarga, dimana ARW adalah salah satu sepupu dari mertuanya.

“Saya inikan menantu beliau (ARW), jadi saya datang hanya sebatas silaturahmi keluarga saja,” ungkap Indira yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar itu.

Sejauh ini Indira juga mengaku masih berstatus sebagai kader di Partai NasDem. Ia membantah jika kehadirannya di acara PDIP bagian dari isyarat dirinya untuk meninggalkan NasDem.

“Saya masih di NasDem. Pertemuan ini hanya sebatas pertemuan keluarga bukan soal rencana pindah partai,” kuncinya. (Farel)

Advertisement
Comments

Politik

Maqbul Halim Bikin Surat Terbuka untuk Aparat, Begini Isinya!

Published

on

By

Makassartoday.com – Panglima Skuadron (Ketua Tim Media) pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar nomkr urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), Maqbul Halim tiba-tiba merilis surat terbuka untuk aparat hukum, terutama pihak Polri.

Dia menulis surat terbuka itu dengan judul “Wahai Aparat, Bersahabatlah dengan Kandidat DIAmi” karena khawatir aparat tak netral menjelang putusan kasasi KPU di Mahkamah Agung (MA).

“Hal ini kami anggap penting agar aparat tidak berlebihan terhadap massa dan simpatisan Kandidat DIAmi yang juga tidak ingin Danny Pomanto diperlakukan tidak adil oleh mafia hukum dan oknum-oknum penegak hukum dalam Pilkada Makassar 2018 ini,” tulis Maqbul dalam surat terbuka, Sabtu (21/4/2018).

Berikut surat terbuka Maqbul Halim yang ditujukan kepada aparat hukum, baik Polri maupun hakim MA:

“Wahai Aparat, Bersahabatlah dengan Kandidat DIAmi


Jelang putusan MA yang kemungkinan keluar pekan ini, kami dari tim DIAmi mengingatkan kepada aparat agar bersikap netral. Hal ini kami anggap penting agar aparat tidak berlebihan terhadap massa dan simpatisan Kandidat DIAmi yang juga tidak ingin Danny Pomanto diperlakukan tidak adil oleh mafia hukum dan oknum-oknum penegak hukum dalam Pilkada Makassar 2018 ini.

Perlakuan kasar dan berlebihan oleh aparat terhadap massa dan simpatisan DIAmi, hanya bisa dilakukan oleh aparat yang berat sebelah dalam Pilkada Makassar 2018 ini. Ingat, perlakuan yang kasar dan berlebihan terhadap massa dan simpatisan DIAmi, hanya akan merugikan oknum aparat itu sendiri.

Kami juga sekaligus mengingatkan bahwa terhadap aparat yang bertindak berlebihan dan kasar itu, kami tuding sebagai agen dari pihak-pihak yang ingin Kota Makassar berdarah-darah. Harap aparat jangan keseringan mengancam dan mengecam aksi-aksi Massa Simpatisan dan Pendukung DIAmi, karena itu menandakan aparat tersebut kami nilai tidak netral dan berat sebelah.

Oleh karena itu, kami meminta kepada aparat agar tidak menjadi biang keladi atas rusaknya Kota Makassar ini sebagai akibat dari putusan Mahkamah Agung nanti. Malulah kita kalau aparat yang memicu kerusakan kota ini.” (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler