Cerita Nawir, Si Pembuat "Robot Transformers" di Anjungan Losari | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Cerita Nawir, Si Pembuat “Robot Transformers” di Anjungan Losari

Published

on

MAKASSAR – Berkunjung ke Anjungan Pantai Losari Kota Makassar tak hanya dimanjakan oleh pemandangan laut. Pengunjung, khususnya anak-anak juga dapat bermain lepas ditemani robot-robot Transformers.

Adalah Nawir Ramdhan, warga Jl Dg Pasawi, Kota Makassar yang berhasil menyita perhatian para pengunjung, setelah berhasil membuat kostum robot setinggi 3 meter. Tak sedikit dari pengunjung yang ingin menyentuh langsung hingga berfoto bersama dengan kostum robot miliknya itu.

Namun untuk bisa berfoto bersama sang robot, pengunjung diharap mengeluarkan kocek, meski tanpa mematok tarif. Disela kesibukannya, Nawir bercerita tentang awal mula upayanya mengais rezeki.

Belum lama Nawir menghadirkan kostum Robot Transformers di areal Anjungan Pantai Losari, tepatnya pada bulan Maret lalu. Untuk hari Sabtu, Nawir mendatangkan 7 kostum robot. Sementara di hari biasa hanya satu kostum saja.

“Kalau malam biasa saya cuma 1 robot saja. Malam minggu baru 7 robot yang beragam jeninya. Ada robot dari serial Transformers, yakni Optimus Prime, Bumblebee dan Grimlock. Selain itu ada juga serial Final Fantasy, seperti Mr Judge Gabranth dan Garland,” sebut Nawir,Selasa (24/10/2017).

Tidak hanya itu, dua kostum robot lainnya diambil dari serial super robot, yakni Tokusatsu, Kamen Rider Kiva Emperor dan Kamen Rider Zolda.


“Banyak jenis robot. Kalau saya hadirkan lengkap mulai dari robot pahlawan kebenaran serta monsternya merupakan Dinosaurus,” bebernya.

Sekedar diketahui, Nawir Ramadhan membuat robot bersama rekannya di Surabaya. Untuk satu buah robot buatannya memakan waktu sebulan penuh.

“Kalau membuat robot butuh waktu lama sampai sebulan penuh untuk satu robot. Yang paling sulit adalah merancang body robot. Kami juga memiliki komunitas MMC (Melody Makassar Cosplay),” ucapnya.

‎Andi Afdal salah seorang pengunjung mengaku sangat mengapresiasi kreatifitas Nawir yang mampu membuat robot. Kata dia, anak yang berbakat khsusnya pandai membuat robot menandakan bahwa anak Makassar sudah bisa bersaing dengan negara luar.

“Kami apresiasi Nawir Ramadhan ini yang memiliki kemampuan membuat robot dan itu tidak mudah, apalgi hasil buatannya ditonton banyak pengunjung Anjungan. Yang membanggakan karena karyanya menghasilkan. Itu terbukti melihat masyarakat antusias berfoto dengan robot buatannya,” kata Andi Afdal. (Askay Khan)

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler