Ledakan Gudang Petasan di Tangerang Tewaskan 23 Orang | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Ledakan Gudang Petasan di Tangerang Tewaskan 23 Orang

Published

on

TANGERANG – Korban tewas ledakan gudang petasan di Kosambi, Tangerang, mencapai 23 jiwa. Kondisi korban mengenaskan hingga tak bisa dikenali.

“Jumlah korban hingga saat ini 23 orang,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab kepada wartawan di lokasi, Pergudangan 99, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017).

Baca juga: Bawa Kantong Jenazah, Petugas DVI ke Gudang Petasan yang Meledak


Umar mengatakan kondisi korban mengenaskan hingga tak bisa dikenali. Keluarga korban yang memiliki hubungan darah diminta merapat ke RS Polri untuk mengidentifikasi korban.

“Keluarga korban yang datang usahakan yang punya hubungan darah, anak, atau bapak-ibunya,” ujar Umar.

Kebakaran di gudang petasan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saksi mata mengatakan ada dua ledakan keras terdengar sebelum akhirnya terjadi kebakaran. (Sumber:detik.com)

Advertisement
Comments

Nasional

Suara Demokrat Merosot, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Published

on

By

Makassartoday.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, (9/4/2018) kemarin.

AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.


Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

“Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan. (bm)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler