Saat Bos Apple Bicara Pengganti Dirinya! | Makassar Today
Connect with us

Tekno

Saat Bos Apple Bicara Pengganti Dirinya!

Published

on

CALIFORNIA – CEO Apple Tim Cook secara tiba-tiba bicara soal penggantinya. Topik tersebut terbilang cukup mengejutkan mengingat pria berusia 56 tahun itu baru menjadi orang nomor satu di Apple selama hampir enam tahun–yang mana masih terbilang masih pendek.

Meski berbicara tentang sosok pengganti, Cook justru tak berencana untuk lengser dalam waktu dekat.

Namun demikian, pria kelahiran Alabama, Amerika Serikat itu memang ingin membicarakan soal ‘figur’ siapa yang cocok untuk menggantikan posisinya jika nanti ia akan hengkang.

“Salah satu tugas saya sebagai CEO adalah menyiapkan kandidat sebanyak mungkin, untuk menggantikan saya dan itulah yang saya lakukan sekarang. Jika nanti waktunya (saya resign) tiba, biarlah dewan direksi (Apple) yang memutuskan,” ujar Cook.

Penerus mendiang Steve Jobs ini masih belum mau mengungkap kandidat siapa yang cocok akan menggantikannya. Namun rumor belakangan menyebut pimpinan ritel Apple Angela Ahrendts kelak menjadi kandidat terkuat CEO Apple.

Hal ini pun langsung ditepis oleh Ahrendts. Ia mengatakan rumor itu tidak benar dan Cook saat ini–dan jangka waktu yang mungkin bisa dibilang lama–akan terus mengemban tugasnya sebagai CEO Apple. (*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Tekno

Catat, Selfie Berlebihan Masuk Kategori Kelainan Mental

Published

on

By

Makassartoday.com – Tahun 2014, beredar kabar bahwa American Psychiatric Association menetapkan istilah “ selfitis” untuk mengacu pada kelainan mental berupa kegemaran mengambil dan posting selfie secara berlebihan.

Kabar tersebut ternyata cuma hoax belaka. Namun, sekelompok peneliti dari Notthingham Trent University dan Thiagarajar School of Management di India rupanya penasaran. Mereka ingin mengetahui apakah femomena ini benar-benar ada.

Sebuah studi pun dilakukan dengan melibatkan responden 225 mahasiswa dari kedua kampus. Hasilnya? Tim peneliti mengklaim bahwa kelainan mental “selfitis” ternyata memang nyata dan bisa dikategorikan.

“Kami nampaknya bisa mengkonfirmasikan keberadaan (selfitis) dan telah membuat ‘Skala Perilaku Selfitis’ pertama di dunia untuk mengevaluasi kondisi subyek,” tutur Dr. Mark Griffiths dari Departement Psikologi Nottingham Trent University.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Telegraph, Senin (1/1/2018), hasil studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Mental Health and Addiction itu membagi “Selfitis” ke dalam tiga tingkatan, tergantung keparahan.

Pertama adalah “borderline Selfitis” di mana seseorang mengambil selfie setidaknya sebanyak tiga kali sehari, tapi tak mengunggahnya ke media sosial.

Kedua, “Selfitis akut”, yakni menjepret selfie, juga setidaknya sebanyak tiga kali, kemudian mengunggahnya ke media sosial.

Tahapan ketiga yang paling parah adalah “Selfitis kronis” di mana seseorang memiliki dorongan untuk terus-menerus menjepret selfie sepanjang waktu, lebih dari enam kali tiap hari.

Tim peneliti menyusun 20 pernyataan yang mesti dijawab dengan “setuju” atau “tidak setuju” untuk mengukur tingkat keparahan “selfitis” responden. Contoh-contohnya seperti “Saya merasa lebih populer ketika posting selfie di media sosial” atau “Saat tidak mengambil selfie, saya merasa terasing dari grup”.

Studi menyimpulkan bahwa, dari ke-225 responden, 34 persen memiliki “borderline Selfitis”, 40,5 persen “selfitis akut” dan 25.5 persen “selfitis kronis”. Responden berjenis kelamin pria cenderung lebih rawan menunjukkan selfitis daripada perempuan, yakni 57,5 persen berbanding 42, persen.

“Kami harap akan ada riset lanjutan untuk menggali lebih jauh tentang bagaimana dan kenapa orang-orang mengidap perilaku obsesif ini, dan apa yang bisa dilakukan untuk menolong orang-orang yang menderita paling parah,” sebut Dr. Janarthanan Balakrishnan dari departemen psikologi Nottongham Trent University.

Namun tak semua pihak setuju dengan hasil studi di atas. Dr. Mark Salter, juru bicara The Royal College of Psychiatrists, misalnya, menyuarakan kritik dan mengatakan bahwa fenomena “selfitis” sebenarnya tidak ada dan tidak seharusnya ada.

“Ada kecenderungan untuk melabeli serangkaian perilaku kompleks manusia dengan satu kata. Tapi ini berbahaya karena bisa membuat sesuatu menjadi nyata, padahal sebenarnya tidak,” kata Salter. (Sumber: kompastekno)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Tekno

PUBG Masuk Gim Terpopuler di Dunia Tahun Ini

Published

on

By

Makassartoday.com – Tanpa diragukan lagi, gim PlayerUnknown’s Battlegrounds alias PUBG merupakan salah satu gim terpopuler di dunia tahun ini.

Seberapa populer gim ini? Dikonfirmasi, gim PUBG baru mengantongi 30 juta pemain di PC dan Xbox One. Padahal, gim ini baru lepas dari program Early Access di Steam selama sekitar sembilan bulan.

Nasib baik PUBG tak hanya terjadi baru-baru ini karena semenjak meluncur Maret 2017, gim ini sudah memecahkan rekor.

Gim ini bahkan berhasil tembus angka satu juta pemain saat meluncur di Xbox One hanya dalam waktu 48 jam. PUBG juga telah terjual lebih dari 20 juta kopi di PC.

“Kesuksesan PUBG saat ini membuat kami terpacu untuk menghadirkan gim sebaik mungkin di masa mendatang,” tulis PUBG Corp sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya, Senin (25/12/2017).

Pengembang pun berjanji untuk selalu memperbaiki dan menyempurnakan pengalaman gim bergenre Battle Royale ini, dengan memperkenalkan konten-konten baru di dalam PUBG secara berkala.

PUBG
Seperti diwartakan sebelumnya, Tencent baru-baru ini mengumumkan kerja sama dengan PUBG Corp untuk meluncurkan Playerunknown’s Battlegrounds (PUBG) di Tiongkok.

Dirilis untuk smartphone, Tencent menjanjikan pengalaman bermain PUBG ini akan serupa dengan gim versi PC. Demikian yang dikutip dari laman Polygon.

Rencananya, gim PUBG mobile ini akan lebih dulu diluncurkan di Tiongkok. Sayang, perusahaan raksasa asal Tiongkok itu belum memberikan tanggal pasti kapan gim ini meluncur di negara-negara lain.

Hadir dalam format mobile, PUBG yang meluncur untuk pangsa pasar Tiongkok ini akan mengalami perubahan beberapa hal di dalam gim. Salah satunya melokalisasi konten dan mengoperasikan gim secara langsung agar sesuai dengan preferensi gamer di Tiongok.

Tak hanya itu, Tencent juga bakal mengubah PUBG agar selaras dengan nilai tradisi, budaya, dan moral penduduk di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Sekadar informasi, PUBG merupakan gim survival di mana kamu dan 99 gamer lainnya diterjunkan ke sebuah pulau. Di sana terdapat senjata, pelindung, dan sejumlah fasilitas untuk melawan gamer lainnya.

Berjalannya waktu, area ‘aman’ di dalam pulau pun akan semakin menyempit. Dengan situasi ini, gamerdipaksa untuk bertarung agar menjadi orang terakhir yang bertahan hidup dan menjadi juara di dalam gim PUBG. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Tekno

Pertumbuhan Distribusi Android Oreo dan Nouget Hampir Serupa

Published

on

By

MAKASSAR – Distribusi sistem operasi (OS) Android kerap mengalami perubahan setiap bulan. Data terbaru yang dirilis oleh Google pun menunjukkan ada sedikit perubahan pada bulan ini.

Distribusi OS Android Oreo (8.0) dan Nougat (7.0 dan 7.1) mengalami peningkatan dibanding bulan lalu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Google selama tujuh hari yang berakhir pada 11 Desember 2017, kedua versi Android itu mengalami peningkatan distribusi antara 0,2 persen sampai hampir 0,3 persen.

Oreo yang merupakan versi Android terbaru naik dari 0,3 persen pada bulan lalu menjadi 0,5 persen pada bulan ini. Android Nougat juga mengalami pertumbuhan yang hampir serupa yaitu dari 20,6 persen menjadi 23,3 persen.

Di sisi lain, seluruh versi Android yang lain kecuali Ice Cream Sandwich mengalami penurunan. Android Marshmallow turun dari 30,9 persen menjadi 29,7 persen, Lollipop dari 27,2 persen menjadi 26,3 persen dan KitKat dari 13,8 persen menjadi 13,4 persen.

Android Gingerbread turun 0,1 persen dari 0,5 menjadi 0,4, sedangkan Ice Cream Sandwich tetap stabil di 0,5 persen. Data yang dirilis Google ini tidak memperlihatkan distribusi versi Android yang berada di bawah 0,1 persen. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya