Tak Hanya penyakit, Rasa Kasih Sayang dan Aktualisasi Diri Jadi Konsen Ilmu Dosen Muda Ini | Makassar Today
Connect with us

Inspiratif

Tak Hanya penyakit, Rasa Kasih Sayang dan Aktualisasi Diri Jadi Konsen Ilmu Dosen Muda Ini

Published

on

MAKASSAR – Menjadi seorang tenaga pengajar, dalam hal ini dosen merupakan salah satu pekerjaan mulia. Selain belajar untuk diri sendiri, dosen juga mengambil peran penting dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa.

Linda Hardianti yang akrab disapa Linda, salah satu dosen yang dimiliki jurusan kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI).

“Belum lama menjadi dosen, baru terangkat tahun 2015 lalu, dan langsung menjadi dosen tetap di FKM UMI,” ujarnya saat ditemui di lobi fakultas, Kamis (26/10/2017).

Linda mengaku, sewaktu muda ia tidak memiliki perencanaan sedemikian rupa atas pendidikan maupun karirnya.

“Tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), iseng saja minta sama orang tua untuk kuliah di Kota Jakarta mengambil FKM,” ucapnya.

Meski terbilang baru, lulusan Universitas Respati Indonesia ini mengajarkan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswanya di jurusan kebidanan.


“Keterampilan Klinik Praktek Klinik (KKPK) adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang kebutuhan dasar manusia seperti penyakit, rasa kasih sayang, dan aktualisasi diri,” jelasnya.

Kata dia, KKPK sangat penting karena ilmu ini berkelanjutan hingga semester akhir, bahkan sampai dunia kerja.

Perempuan kelahiran Takkalasi ini mengatakan, selama mengajar ia menyadari bahwa mahasiswa yang dulunya merupakan tamatan SMK sangat jauh berbeda dengan tamatan SMA.

“Lulusan SMK Kesehatan tentu ada basic dalam ilmu yang dipelajari sekarang, sedangkan lulusan SMA bahkan istilah sederhana kadang masih sulit mereka pahami. Kendalanya lebih pada memberikan pemahaman merata kepada seluruh mahasiswa,” ujarnya. (fkmumi)

BIODATA
Nama lengkap : Linda Hardianti S.ST
TTL : Takkalasi, 19 April 1990
Alamat : BTN Mangga Tiga Blok C 3/35
Hobi : Nonton
Status : Menikah
Mata Kuliah :
– KKPK
– Laboratorium 2
– Ilmu Gizi
Riwayat pendidikan :
– S1 FKM Universitas Respati Indonesia

Advertisement
Comments

Inspiratif

Kakek Penghuni Gubuk “Derita” Terima Bantuan Rumah dari Polres Gowa

Published

on

By

Makassartoday.com – Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Marica Dg. Bunga saat dikunjungi oleh Kapolres Gowa, AKB Shinto Silitonga, Kamis (29/3/2018).

Kedatangan perwira polisi berpangkat dua bunga melati di pundak itu tak lain untuk memberikan harapan baru terhadap
kakek berusia 79 tahun tersebut.

Shinto didampingi istri Ketua Bhayangkari Gowa secara simbolis menyerahkan rumah hasil program Bedah Rumah oleh jajaran Polsek Pallangga.

Bersama kakek Sultan Dg. Bani (69), Marica sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di gubuk “derita” yang berdiri di sebidang tanah di Dusun Paku, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel, keduanya lama mereka tempati.

Gubuk itu jelas jauh dari kata layek. Pasaknya hanya terbuat dari bambu, sementara dindingnya sebagaimana besar hanya ditutupi pakai kain dan tarpal.

Tak jarang kakek Marica harus tidur dalam kondisi basah tiap kali hujan turun. Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian setempat pun berinisiatif menyalurkan bantuan.

Tak butuh waktu yang cukup lama, sang kakek kini bisa meninggalkan gubuk reot itu dan kini telah dapat bernaung di rumah barunya.


Kapolres dalam sambutannya dihadapan warga setempat yang sempat hadir mengatakan, bahwa dengan adanya program bedah rumah ini menjadikan suatu momen yang sangat berarti dalam hal kemanusiaan agar tertanam jiwa yang santun dan peduli terhadap sesama.

Ia juga menjadikan momen ini sebagai bentuk pelajaran bagi semua pihak agar lebih peduli kepada sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Untuk masalah kemanusiaan tak ada batasan itu, karena yang dibutuhkan disini adalah keikhlasan dalam berbuat sesuatu,” tutur Kapolres.

Sebelum diresmikan dan menyerahkan rumah tersebut, Kapolres dan istri melakukan pengguntingan pita untuk selanjutnya masuk ke dalam rumah guna melihat hasil renovasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolres menyempatkan diri untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni kedua kakek sebelumnya.

“Menyedihkan bila melihat gubuk derita sang kakek namun sekarang kembali senang melihat tawa kakek Dg.Bunga di rumah barunya,” tutup AKBP Shinto Silitonga. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler