Fasilitasi Investor, Bekraf Seleksi Project Film di Makassar | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Film

Fasilitasi Investor, Bekraf Seleksi Project Film di Makassar

Published

on

MAKASSAR – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan pre event Akatara berupa forum diskusi dengan tajuk Investasi Dunia Film di Grand Clarion Hotel Makassar, Kamis (2/11/2017).

Roadshow Akatara ini, sebagai pitching forum dan match making antara film makers (pembuat film) dari project film dengan investor. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan perlombaan terhadap 40 project film yang bakal dipilih akan mengikuti acara puncak di Jakarta 15-16 November mendatang.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan, 40 project film yang bakal dipilih. 12 diantaranya berkesempatan pitching (persentasi ide film) dihadapan investor dan pemegang kunci industri perfilman.

Selain itu, roadshow Akatara diperlukan untuk sosialisasi acara kepada khalayak perfilman Indonesia, investor, serta masyarakat. Permodalan industri kreatif didominasi modal mandiri dan hanya dibawah 1 persen yang didanai perusahaan film.

Perwakilan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Shihar, mengatakan, Indonesia belum memiliki atau belum ada skema investasi perfilman yang mapan. Investor perlu diedukasi karena investasi di film tidak sama dengan sub sektor lain dengan resiko yang berbeda.

“Kami seleksi 40 project film yang dianggap paling visible bertemu dengan skema investor. Banyak sekali investor yang sudah melakukan investasi kepada film, tapi belum menemukan yang cocok seperti apa atau bahkan gagal dan ada juga mau, tapi tidak tahu caranya,” ucap Alex.

Penilaian project film yang terpilih pada Akatara, antara lain dari sinoposis dan ide cerita. Selain itu, juga ada timeline produksi, budget, bisnis project, dan protofolio.

“40 project film ini terdapat pada katalog yang dibagikan kepada investor yang tertarik berinvestasi pada perfilman Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, HM Zulkarnain Arief, mengatakan, pihaknya sangat mendukung perfilman Indonesia, namun terkendala modal. Oleh karena itu, pihaknya menantang para pembuat film untuk membuat asosiasi agar lebih mudah dalam pemberian bantuan.

“Saya tantang pembuat film untuk membentuk asosiasinya agar kita bisa bicara atas nama institusi kemudian kita bicarakan pada tingkat provinsi film apa yang akan diberikan. Jika gubernur dan para bupati/walikota merespon, maka selesai ini barang (dapat modal),” ucap Zulkarnain.

Kadin akan memfasilitasi bahkan mencarikan solusi mendapatkan modal, karena itu sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Kadin akan berfungsi sebagai fasilitator karena mereka kesulitan mencari investor, sehingga Kadin akan mencarikan solusi dan memberikan kemudahan finansial.

“Semuanya kita libatkan, kita undang semua pengusaha untuk bicara, tidak boleh dibiarkan pembuat film mati suri, kasihan mereka,” katanya.

Sebagai informasi, roadshow Akatara Makassar dihadiri Plt Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Hanifah, Badan Perfilman Indonesia Agung Sentausa, Badan Perfilman Indonesia Alex Shihar, Perwakilan Hipmi Moh Fajrin Husein, Produser Film Uang Panai Andi Syahwal Matujju, Deputi Ases Permodalan Fadjar Hutomo, serta Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief. (Rangga)

BAGIKAN:
Comments

Film

Produser Webseries Jalangkote Rasa Keju Satu Meja Dengan Sutradara Kondang Riri Riza, Bahas Film?

Published

on

By

Makassartoday.com – AIM Production sepertinya ingin melangkah lebih jauh pasca sukses dengan Webseries “Jalangkote Rasa Keju”.

Hal itu tergambar dari pertemuan Zulkarnaen Gobel selaku produser
AIM Production bersama sutradara kondang Riri Riza di salah satu cafe di bilangan Blok M, Jakarta, Rabu (27/6/2018)

Pertemuan Gobel dengan maker film itu, disebut-sebut menjadi titik awal bagi AIM Production untuk merambat layar lebar. Meski demikian, Gobel belum mau bicara jauh terkait pertemuannya dengan Riri Riza.

“Tadi ngobrol banyak sama beliau (Riri Riza). Soal proyek film layar lebar kita tunggu saja,” singkat Gobel.

Diketahui Riri Riza dan Mira Lesmana kembali memproduksi film terbarunya yang berjudul Kulari ke Pantai. Film anak-anak garapan Miles Production mulai tayang di bioskop tanah air, Kamis (28/6/2018) besok.

Keduanya kembali merilis film setelah hampir satu dekade berpuasa menelurkan film anak-anak. Kali ini, Riri yang bertindak sebagai sutradara dan Mira selaku produser menghadirkan film dengan genre road movie. 

Sementara AIM Production sebelumnya tak menampik jika tengah mempersiapkan proyek layar lebar adaptasi dari Webseries Jalangkote Rasa Keju.

Jalangkote Rasa Keju sendiri merupakan webseries drama komedi percintaan yang menguntungkan unsur kearifan lokal Makassar di dalamnya.

Webseries yang dipublish di laman YouTube ini melibatkan sejumlah Selebgram lokal, seperti Bassitoayya (Adhy dan Sukri), Super Dj (Doyok dan Jarot), Dini Arshandy, Nayla Irwan dan bintang cilik Andika Ikhsan.

Para pecinta film khususnya di Makassar berharap, AIM Production bisa memberi angin segar karya anak Makassar ikut bersaing di kancah perfilman Nasional. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Film

Ini Bocoran Tentang Film The Conjuring 3

Published

on

By

Makassartoday.com – Film bergenre horor masih mendominasi layar lebar musim tahun depan. Selain The Nun yang siap tayang pada September tahun ini, Warner Bros menyiapkan satu lagi film yang berkaitan dengan jagat The Conjuring.

Dilansir dari Ace Showbiz, Senin (23/4/2018), studio ini baru saja mengumumkan bahwa mereka akan merilis film “Conjuring” lain pada 3 Juli tahun depan.

Melihat tanggal penayangannya, bisa dilihat bahwa film baru ini akan menjadi ‘jagoan’ Warner Bros saat memasuki masa liburan musim panas.

Hanya saja meski telah merilis tanggal penayangannya, tak ada detail mengenai judul film yang akan dirilis ini. Sejumlah media memperkirakan bahwa ini adalah film The Conjuring 3, ada pula rumor bahwa ini adalah film The Crooked Man.

Bila benar film ini adalah The Conjuring 3, maka bisa dipastikan film tersebut akan kembali fokus pada kisah suami istri paranormal Ed dan Lorraine Warren.

Ada rumor bahwa The Conjuring 3 tak akan berkisah mengenai cerita hantu atau iblis seperti dua film sebelumnya, melainkan tentang werewolves. Apalagi, Ed Warren aslinya memang pernah menerbitkan buku tentang hal ini.

Musim panas tahun lalu, sutradara The Conjuring, James Wan, mengatakan bahwa ia memang kini tengah mengerjakan The Conjuring 3. Ia mengatakan bahwa film ini harus dikerjakan dengan bersungguh-sungguh.

Ia mengumpamakan The Conjuring adalah kapal induk yang menjadi wadah film-film lainnya dari jagat sinema horor ini. “Kapal induknya harus kuat untuk semua pesawat jet yang diluncurkan,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, James Wan juga berbicara mengenai The Crooked Man.Ini, adalah film spin-off tentang karakter yang muncul dalam The Conjuring 2.

Kala itu James Wan mengatakan bahwa The Crooked Man masih dalam masa penggodokan cerita. “Untuk The Crooked Manaku ingin mendorong film ini ke arah subgenre dunia dongeng yang kelam, lebih janggal,” kata dia. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Film

Sukses di Chanel YouTube, ‘Jalangkote Rasa Keju’ Siap ke Layar Lebar

Published

on

By

Makassartoday.com – Sejak diluncurkan di chanel youtube 12 April 2018, webseries ‘Jalangkote Rasa Keju’ telah mampu mencuri perhatian masyarakat tanah air.

Webseries garapan AIM Production tersebut, kini memasuki episode ketiga dan sukses menjadi tranding topic di channel YouTube.

Kesuksesan Jalangkote Rasa Keju juga tak lepas dari sentuhan tangan sang sutradara Rusmin Nuryadin serta para selebgram yang menjadi pemeran, salah satunya koloborasi dua komedian Kota Makassar, Sukri Basto dan Adhy Basto yang dikenal dengan julukan Bassitoayya.

Akai kocak keduanya bahkan nampu menempati posisi tranding topic 26 di chanel YouTube Indonesia.

Zulkarnaen Gobel selaku produser webseries Jalangkote Rasa Keju mengatakan bahwa capaian ini adalah hasil dari kerja tim yang sangat kompak. Atas capaian tersebut, dirinya mengaku bahwa bukan tidak mungkin jika webseries ini secepatnya akan di produksi ke layar lebar.

“Respon positif kita raih dari respon masyarakat di chanel YouTube. Ini berkat kekompakan seluruh pihak yang terlibat di webseries ini. Bukan tidak mungkin kalau webseries ini
dalam waktu dekat menjadi Jalangkote Rasa Keju The Movie,” kata Zulkarnaen Gobel, Sabtu (28/4/2018).

Mewakili para talen, Zulkarnaen juga menyampaikan rasa terima kasih kepadanseluruh penonton dan media partner atas partisipasi yang sangat besar dalam mengembangkan industri film di Makassar.

“Sekarang berjalan tiga episode dan sudah jadi tranding topic. Tentu ini tidak lepas dari dukungan penonton serta media partner. Kami mengucapkan banyak terima kasih,” tuturnya. (Riel)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya