Ibu Muda Yang Tewas Gantung Diri di Gowa Diduga Depresi Karena Hutang | Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Ibu Muda Yang Tewas Gantung Diri di Gowa Diduga Depresi Karena Hutang

Published

on

SUNGGUMINASA – Kasus gantung diri yang dialami seorang ibu muda di Jl Makkawari, Lingkungan Campagaya, Keluarahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat (10/11/2017) sekira pukul 09.00 Wita bernama Fitri (16) diduga karena persoalan ekonomi.

Hasil penyelidikan pihak kepolisian bahwa korban sebelum mengakhiri hidup sempat mengalami depresi lantaran terlilit masalah hutang. Hal itu diketahui setelah petugas mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.

“Diduga kuat korban ini gantung diri karena persoalan hutang. Mertua korban menyebutkan bahwa korban bersama suaminya sebelum kejadian mendatangi rumahnya. Namun saat itu Ipar korban datang dan menanyakan bahwa ada orang datang ke rumah korban untuk menagih utang,” jelas Kasubag Humas Polres Gowa AKP Tambunan.


Setelah menerima informasi tersebut, korban kemudian pulang ke kembali ke rumahnya. Namun dalam perjalan korban sempat mengalami depresi dan berusaha mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke tengah jalan.

“Saat itu korban sempat dihalau dan tidak sempat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Korban kemudian tiba di rumahnya, namun saat itu pula tak ada yang melihat jika korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, kecuali anak korban yang masih berusia 2 tahun,” sambungnya.

Sejauh ini pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan jenazah unruk mengetahui penyebab pasti kematian korban. (Rahman Sijaya)

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

3 DPO Curat Modus Pecah Kaca Mobil Diringkus

Published

on

By

Makassartoday.com – Tim Resmob Polda Sulsel bersama Polda Papua Barat berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) modus pecah kaca mobil, Sabtu (21/4/2018).

Ketiga pelaku, yakni Hariyanto alias Anto Teleng (39), penjual karpet, alamat Jl Lure, Setapak, Lr 2, Kota Makassar, Asdar alias Ada (21), pedagang di Kapal, alamat Kampung Parang, Kecamatan, Limbung, Kabupaten Gowa serta Jayadi alias Jaya (40), pedagang di kapal, alamat Jl Darulma’arif, Rappokaling Raya, Kelurahan Tamoa Tallo, Kota Makassar.

Tiga pelaku ini diamankan berdasarkan laporan polisi masing-masing, SP KAP/98/IV/2018/Polda Papua Barat/Resta Sorong, LP/366/IV/2018/Papua Barat/Resort Sorong Kota.13 april 2018 serta Surat Permohonan Kapolda Papua Barat ke Kapolda Sulsel, No. B/337/IV/2018.

“Jadi pelaku sebelumnya berstatus DPO kasus curat modus pecah kaca mobil di wilayah hukum Polda Papua Barat. Hasil koordinasi dilakukan penyelidikan dan ketiganya berhasil diamankan di tempat berbeda,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Dari hasil interogasi para pelaku mengakui melakukan curat modus pecah kaca mobil di daerah sorong dengan caranmelempar pecahan busi motor di kaca dekat sopir dan mengambil tas yang berisikan uang.


“Adapun peran sdr. Haryanto al. Anto teleng adalah kapten. Lelaki Anto sebagai pengatur, penggambar, pelempar. Pemetik uang dalam mobil tersebut. Dglengan kerugian Rp400 juta sekitar April 20018,” sambung Dicky Sondani.

Pelaku Anto juga dalam pengakuannya telah melakukan curat dengan cara membobol rumah di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebanyak tiga kali sekitar tahun 2017. Adapun modus operandi cara bobol indekost dan barang-barang yang di ambil sejenis ponsel dan laptop.

Tak hanya itu, pelaku juga melakukan curat sekitar Jl Masjid Raya, Kota Sorong, sebesar Rp50 jura pada Februari 2018 yang disimpan korban di dalam mobil.

Sedangkan lelaki Asdar alias Ada, telah mengakui ikut serta dalam tindak pidana curat dengan berperan membonceng lelaki Anto dan bertugas sebagai jaga lawan dalam melaksanakan aksi.

“Hasil dari kejahatan mereka kemudian masing-masing dibagi sesuai tugas dan peran,” kata Dicky.

Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti, masing-masing, 2 sepeda motor jenis Fino, uang total Rp210 juta, koper berisi pakaian, 1 karung pakaian serta 2 handphone senter jenis nokia.

“Selanjutnya Tim Resmob Polda Sulsel berkordinasi dengan pihak personel Polda Papua Barat guna penyerahan tersangka untuk proses lebih lanjut,” tutup Dicky. (Hajji Taruna)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler