Makassar Tuan Rumah City Sanitation Summit CSS XVII | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Makassar Tuan Rumah City Sanitation Summit CSS XVII

Published

on

JAKARTA – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memenuhi undangan rapat kordinasi pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) XVII di kantor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Grand Kebon Sirih, Lantai 4, Jalan Kebon Sirih Raya No. 35, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Rapat membahas persiapan pelaksanaan CSS XVII Tahun 2017 di Makassar termasuk agenda yang akan dibahas pada pertemuan yang digandengkan dengan Musyawarah Nasional Akkopsi III (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan menyampaikan keynote speech pada pertemuan itu dan akan dihadiri kepala daerah se – Indonesia yang peduli terhadap isu lingkungan hidup khususnya masalah sanitasi.

“Isu lingkungan menjadi perhatian dunia saat ini. Kepala daerah sebagai penentu kebijakan di wilayahnya masing – masing memiliki peran strategis untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Wali Kota Danny.

Apalagi saat ini berbagai konsep sustainable environment diperkenalkan ke publik seperti green economy dan blue economy. Keduanya adalah konsep pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi dengan meminimalisir dampak buruk terhadap lingkunga. Bahkan blue economy menjadi konsep pembangunan dengan zero emission.


Sementara itu, Munas Akkopsi III akan mengusung tema Optimalisasi Gerakan Akkopsi dalam Pencapaian Universal Akses dengan sub tema Membangun kolaborasi antar stakeholder dalam rangka pencapaian target penyediaan sanitasi dan air minum, penanganan kumuh, dan dukungan bagi pengurangan stunting.

Munas Akkopsi III juga mengangkat sub tema Mengoptimalkan gerakan Akkopsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan untuk mempercepat pencapaian akses universal.

Tujuannya untuk membangun komitmen pengurangan stunting dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan membangun kolaborasi dan konsolidasi sumber daya pembangunan sanitasi dan air minum.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan forum pertukaran pengalaman pencapaian universal access dari berbagai kabupaten dan kota peduli pada pembangunan sanitasi. Tujuan lainnya sebagai upaya advokasi, promosi, dan kampanye pembangunan sanitasi.

Hadir pada rapat kordinasi itu antara lain Ketua Umum Akkopsi yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Sekertaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto, Wali Kota Cimahi Atty Suharti Tochija, dan Direktur PKGBM MCA Indonesia Ling Mursalin. (*)

Advertisement
Comments

Nasional

Suara Demokrat Merosot, AHY: 5 Tahun Kita Pahit

Published

on

By

Makassartoday.com – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memotivasi ratusan kader di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, (9/4/2018) kemarin.

AHY meminta mereka kembali bangkit untuk menatap pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019. “2014, Partai Demokrat merasakan pahit, dan rasa pahit itu harus dirasakan selama lima tahun,” ujarnya.

AHY menuturkan menurunnya suara Partai Demokrat pada pemilu 2014 sangat terasa karena dalam dua periode sebelumnya, yakni 2004-2009 dan 2009-2014, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meraih kemenangan gemilang, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tapi hidup adalah penggalan-penggalan romantika jatuh-bangun. Sekarang, mari bangun semangat agar tahun 2019 Demokrat bangkit lagi dan kita bahagia lima tahun ke depan dan seterusnya,” ucapnya.


Kebahagiaan yang diperoleh jika Demokrat bangkit pada 2019, kata AHY, tentu bukan hanya untuk para kader, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. “Apa yang membuat kita bahagia selain melihat kebahagiaan lahir batin rakyat yang diperhatikan pemimpinnya?” tuturnya.

AHY berujar, pada masa kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah terjadi peningkatan signifikan hampir di semua aspek pembangunan nasional. Perekonomian meningkat, penghasilan masyarakat, daya beli, dan pendapatan per kapita semuanya meningkat.

“Dan di masa (kepemimpinan SBY) itu, masyarakat bisa bekerja tenang, aman, tentram hatinya, keadilan hadir di negeri ini dan semua warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski Indonesia merupakan negara majemuk, AHY melanjutkan, saat masa kepemimpinan SBY, Demokrat benar-benar telah menyuarakan pentingnya persatuan, toleransi, dan harmoni di antara perbedaan. (bm)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler