7 Jam Listrik Padam, PLN Sulselrabar Hanya Bisa Minta Maaf | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

7 Jam Listrik Padam, PLN Sulselrabar Hanya Bisa Minta Maaf

Published

on

MAKASSAR – Sejumlah wilayah Sulsel mengalami pemadaman listrik pada pukul 10.00-17.00 Wita, Sabtu (11/11/2017).

Pemadaman listrik diduga lantaran adanya perbaikan di jaringan transmisi Jeneponto-Punagaya.

Pihak PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) melalui akun Facebook nya (PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat mengaku masih melakukan koordinasi dengan tim teknis.

Atas pemadaman tersebut, pihak PLN Sulselrabar juga menyampaikan permintaan maafnya kepada pelanggan.

“Terkait dengan padam yang terjadi saat ini, kami masih koordinasi dengan tim teknis untuk identifikasi penyebab padam dan wilayah padam. Mohon bersabar karena tim teknis masih dalam proses pemulihan sistem. Kami memohon doa dan dukungan agar kami dapat segera menormalkan sistem. Insya Allah akan diinfokan lebih lanjut, Terima kasih,” tulis pihak PLN di akun resminya.

Tak hanya hari ini, dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan pihak PLN juga menyebutkan adanya rencana pemadaman listrik pada
Minggu, 12 November 2017 pukul 10.00-15.00 Wita.

Selain di Kota Makassar, pemadaman juga terjadi Kabupaten Maros. Namun dari sejumlah komentar netizen diakun tersebut, pemadaman turut dialami warga Sulsel seperti Luwu Utara, Bulukumba, Gorontalo, dan Bone. (Ridwan)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

ACT Sulsel Kirim Bantuan 500 Ton Beras ke Palestina

Published

on

By

Makassartoday.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel mengirimkan bantuan berdasarkan sebanyak 500 ton beras ke warga Palestina.

Pengiriman bantuan disampaikan Kepala Cabang ACT Sulsel, Syahrul Mubaraq saat menggelar konferensi pers di Makassar yang juga dihadiri langsung perwakilan warga Palestina, Syeikh Ahmed Ibraheem, Senin (22/1/2018).

“Salah satu alasan kami mengapa membantu Saudara-saudara muslim yang ada di Palestina yakni karena Presiden Soekarno menyampaikan selama Palestina masih terjajah, maka selama itu pula Indonesia menentang Israel, juga karena bangsa yang pertama mengakui kedaulatan NKRI adalah Palestina,” jelas Syahrul Munaraq.

Sementara Syeikh Ahmad Ibraheem berbagi cerita di depan media dan mengharapkan bangsa Indonesia bisa berbagi dan membantu warga Palestina.

“Kami mengharapkan kepada bangsa Indonesia untuk berbagai dan membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Karena seperti yang diketahui, Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia, agar apa yang dialami saudara-saudara kita yang ada di Palestina, dapat dirasakan oleh muslim di Indonesia,” ucapnya.

Diketahui pemberangkatan bantuan 500 ton beras disalurkan melalui Kapal Kemanusiaan Palestina pada tanggal 21 Februari 2018. Bantuan ini 500 ton beras adalah hasil penggalangan bantuan warga Sulsel beberapa waktu silam.

Adapun total bantuan beras yang akan dikirim ke warga Palestina mencapai 10 ribu ton beras dari hasil penggalangan seluruh wilayah di Indonesia.

Kapal Kemanusiaan Palestina saat ini sudah berada di Tanjung Perak Surabaya dan akan menuju ke Palestina. (Hajji Taruna)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...