2 Orang Tewas Tersambar Petir di Gowa | Makassar Today
Connect with us

Sulsel

2 Orang Tewas Tersambar Petir di Gowa

Published

on

GOWA – Hujan deras disertai badai petir Sabtu (11/11/2017) kemarin sore meninggalkan duka mendalam bagi Rampe (35).

Pria yang berprofesi sebagai petani ini menjadi satu-satunya korban selamat sambaran petir di Dusun Belamoncong, Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Dalam peristiwa tersebut, dua warga yang merupakan rekan seprofesi Rampe tewas di tempat. Kedua korban meninggal dunia dengan luka bakar tersambar petir, yakni Dg Kura (60) serta Dg Sewa (62).

Dalam kesaksiannya, Rampe menyampaikan, bahwa saat itu ia bersama dua korban meninggal dunia tersebut sebelumnya berteduh di rumah-rumah sawah lantaran hujan deras, sekitar pukul 15.45 Wita.

Korban saat itu sempat menyalakan api untuk membakar rokok. Tiba-tiba petir menggelegar dan menyambar ketiganya hingga dua diantaranya meninggal dunia di tempat. Sementara Rampe sempat terpental dan hanya mengalami luka lecet.

“Saya langsung lari dan menyampaikan kepada warga. Kemudian banyak warga berbondong-bondong ke lokasi untuk membantu mengangkat kedua almarhum ke rumah duka,” beber Rampe, Minggu (12/11/2017).

Rencananya kedua korban akan di kebumikan pada Minggu (hari ini) di TPU Dusun Bela Moncong, Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. (Rahman Sijaya)


Advertisement
loading...
Comments

Sulsel

ACT Sulsel Kirim Bantuan 500 Ton Beras ke Palestina

Published

on

By

Makassartoday.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel mengirimkan bantuan berdasarkan sebanyak 500 ton beras ke warga Palestina.

Pengiriman bantuan disampaikan Kepala Cabang ACT Sulsel, Syahrul Mubaraq saat menggelar konferensi pers di Makassar yang juga dihadiri langsung perwakilan warga Palestina, Syeikh Ahmed Ibraheem, Senin (22/1/2018).

“Salah satu alasan kami mengapa membantu Saudara-saudara muslim yang ada di Palestina yakni karena Presiden Soekarno menyampaikan selama Palestina masih terjajah, maka selama itu pula Indonesia menentang Israel, juga karena bangsa yang pertama mengakui kedaulatan NKRI adalah Palestina,” jelas Syahrul Munaraq.

Sementara Syeikh Ahmad Ibraheem berbagi cerita di depan media dan mengharapkan bangsa Indonesia bisa berbagi dan membantu warga Palestina.

“Kami mengharapkan kepada bangsa Indonesia untuk berbagai dan membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Karena seperti yang diketahui, Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia, agar apa yang dialami saudara-saudara kita yang ada di Palestina, dapat dirasakan oleh muslim di Indonesia,” ucapnya.

Diketahui pemberangkatan bantuan 500 ton beras disalurkan melalui Kapal Kemanusiaan Palestina pada tanggal 21 Februari 2018. Bantuan ini 500 ton beras adalah hasil penggalangan bantuan warga Sulsel beberapa waktu silam.

Adapun total bantuan beras yang akan dikirim ke warga Palestina mencapai 10 ribu ton beras dari hasil penggalangan seluruh wilayah di Indonesia.

Kapal Kemanusiaan Palestina saat ini sudah berada di Tanjung Perak Surabaya dan akan menuju ke Palestina. (Hajji Taruna)


Baca Selengkapnya
Advertisement

Trending

Terpopuler

loading...