Anti Narkoba Bakal Masuk Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

Nasional

Anti Narkoba Bakal Masuk Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi

Published

on

MAKASSAR – Upaya menciptakan imunitas kampus dari pengaruh dan penyalahgunaan narkoba, Kemenristekdikti akan mengeluarkan kebijakan, salah satunya memasukkan anti narkoba ke dalam instrumen akreditasi perguruan tinggi.

Demikian sambutan tertulisMenristekdikti RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak dibacakan`Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Rina Indiastuti, SE, M.SIE.

Saat menghadiri Deklarasi Anti Narkoba di Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Senin (13/11/2017). Turut hadir  Kepala Badan Narkotika Nasional diwakili Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjen.Pol. Drs. Mardi Rukmanto, SH.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Ir Andi Niartiningsih, MP serta Sekpel Kopertis IX Sulawesi, Dr. Hawignyo, MM. Direktur Growth Centre Kopertis IX, H. Syahruddin, SE, MM. Pembawa orasi, Rektor UKIP Makassar, Dr.Ir. Josefine Ernestine Latupeirissa, MT, Ketua STIE Amkop, Bachtiar Maddatuang, SE, M.Si,  Direktur Polinas LP3I Makassar,  M. Abduh Idris, S. IKOM, MM. Direktur Atro Muhammdiyah Makassar,  dr. H. Rusman Achmad, M.Kes.

Dijelaskan, kebijakan itu ditempuh agar pergurun tinggi semakin peduli akan pentingnya budaya anti korupsi serta melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkunga kampus, tandas Menristekdikti.

Akreditasi dipahami sebagai komitmen meningkatkan mutu kualitas pendidikan tinggi. Merupakan langkah komprehensif akuntabilitas perguruan tinggi kepada publik. Karenanya anti narkoba dalam akreditasi dirasa cukup relevan untuk dilaksanakan, tegasnya.

Kampus dapat juga memberikan pemahaman ilmiah atas narkoba, mengapa orang kecanduan narkoba,akibat bagi fisik dan mental. Bagaimana pencegahan konsikuensi bagi pengidap, masa depannya, kesehatan dan sosial.

Selain itu kampus juga dapat melakukan tes urin bisa awal, tengah atau sebelum mahasiswa lulus sebagai syarat lulus, harus bebas narkoba. Saat orientasi maba juga diberikan materi mengenai anti narkoba, ungkapnya.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Andi Niartiningih dalam sambutannya menekankan, kalau peredaran`dan penggunaan narkotika dan obat terlarang lainnya semakin memprihatinkan. Keprihatinan akan bahaya narkotika yang bukan hanya di kota tetapi malah sudah sampai di pelosok desa.

“Kenyataan itu,  sehingga jajaran Kopertis IX terpanggil melindungi civitas akademika kampus dari ancaman sangat membahayakan bagi kelangsungan generasi bangsa  ke depan,” tegas Guru Besar Ilmu Perikanan Unhas ini.

Kegiatan deklarasi tidak hanya berhenti sebatas hari ini, tetapi ke depan diharap seluruh kampus PTS sebanyak 369 PTS se-Sulawesi segera membentuk Satgas Anti Narkoba, ungkap Andi Niartinngsih.

Ketua STIA Lasharan Jaya Makassar, Dr. Hernita, SE, MM menegaskan kalau dosen dan mahasiswa dari kampusnya juga  turut ikut dalam deklarasi anti narkoba digelar Kopertis IX Sulawesi ini.  (Yahya) 

BAGIKAN:
Comments

Nasional

Sempat Viral Karena Aniaya Pemepuan, Oknum Polisi di Babel Kena Sanksi Mutasi

Published

on

By

Makassartoday.com – Oknum perwira polisi berpangkat AKBP berinisial Y menerima sanksi mutasi setelah video aksi penganiayaan dirinya terhadap seorang perempuan viral di media sosial.

Pemberian sanksi mutasi tersebut disampaikan pihak Polda Bangka Belitung (Babel) melalui telegram nomor ST/1786/VII/2018 tanggal 13 Juli 2018, AKBP Y dimutasi dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit menjadi Pamen Yanma Polda Babel.

Sebelumnya pihak Polda Babel membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan Y terhadap dua wanita dan seorang anak, setelah tertangkap tangan melakukan pencurian di sebuah toko di Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018). 

Kapolda Babel, Brigjen Pol.
Syauful Zachri kepada media mengatakan bahwa tindakan Y sebagai seorang polisi tidak pantas dilakukan. Maka, Ditpropam Polda Babel, Propam Mabes Polri, dan Propam Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut.

“Polda Babel meminta bantuan Propam Mabes Polri dan Polda Jawa Barat
karena yang bersangkutan sedang izin ke Bandung untuk mengurus kuliah anaknya. Saat ini AKBP Yusuf telah diproses di Polda Jawa Barat dan telah menjalani pemeriksaan di sana,” katanya.

Tindakan tegas itu dilakukan sebagai bukti nyata bahwa Polri tidak ada pilih kasih dalam memberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku, baik itu terhadap anggota Polri maupun masyarakat yang melakukan tindakan pidana.

“Saya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini dan akan menjadi atensi kami untuk memperbaiki moral dan pribadi anggota dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, mengatakan, kronologis dalam video yang viral tersebut bermula ketika Y mendapat laporan dari pegawainya bahwa ada tiga orang yang tertangkap tangan melakukan pencurian di toko miliknya.

Y melakukan tindakan kekerasan karena tersulut emosi ketika bertanya kepada kedua tersebut. Mereka menjawab tidak tahu. Begitu pula, ketika ditanya KTP dan komplotan lainnya yang melarikan diri, keduanya juga menjawab tidak tahu.

Atas dasar itulah, Y melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua wanita paruh baya dan anak di bawah umur tersebut. Akibat tindakannya itu, Y saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jawa Barat dan telah dicopot jabatanya dari Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Babel. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Harga Pertamax Naik, Subsidi Solar Diusul Bertambah

Published

on

By

Makassartoday.com – Kementerian Keuangan menyepakati adanya penambahan nominal subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dari yang awalnya Rp 500 per liter kini bertambah Rp 1.500 atau menjadi Rp 2.000 per liter.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan kebijakan tersebut sudah bisa diterapkan tahun ini.

“Bisa tahun ini (2018),” kata Askolani dilansir dari detikFinance, Rabu (11/7/2018).

Dia menjelaskan, skema penambahan nominal subsidi solar itu pun bisa dilakukan dengan kebijakan yang dibuat Kementerian ESDM dan tidak perlu melalui APBN perubahan.

“Ya mekanisme biasa, seperti mekanisme biasanya, nanti disiapin pemerintah (Kementerian ESDM),” tambah dia.

Menurut Askolani, angka subsidi Solar yang menjadi Rp 2.000 per liter ini juga sudah disepakati antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian ESDM.

“Itu (Rp 2.000) kan hasil diskusi, Rp 2.000 untuk 2018 nanti tunggu persetujuan ESDM,” ujar dia. 

Sebelumnya pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax mulai 1 Juli lalu.

BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp600 ribu rupiah atau menjadi Rp9500 dari harga sebelumnya Rp8900. (bs)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

Nasional

Ini Penyebab Terjadinya Suhu Dingin di Indonesia

Published

on

By

Makassartoday.com – Banyak kabar yang beredar soal suhu udara dingin yang dirasakan di beberapa daerah di Indonesia saat musim kemarau dikaitkan dengan fenomena Aphelon.

Deputi Bidang Meteorologi, Mulyono Prabowo menjelaskan, suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yang terjadi pada Juli hingga Agustus. Berdasarkan pengamatan BMKG di seluruh wilayah Indonesia selama 1 hingga 5 Juli 2018, suhu udara kurang dari 15 derajat celsius tercatat di beberapa wilayah yang seluruhnya memang berada di dataran tinggi/kaki gunung seperti Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Pasuruan).

Di mana suhu terendah tercatat di Ruteng (NTT) dengan nilai 12.0 derajat celsius pada tanggal 4 Juli 2018. Sementara itu untuk wilayah lain di Indonesia selisih suhu terendah selama awal Juli 2018 ini terhadap suhu terendah rata-rata selama 30 hari terakhir ini tidak begitu besar.

“Sebenarnya fenomena Aphelon ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia,” ujar Mulyono
dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (7/7/2018).

Padahal faktanya, kata Mulyono, penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini lebih dominan disebabkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit.

Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas.

Sehingga, rendahnya kandungan uap di atmosfer ini menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

“Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,” ujar Mulyono. (*)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya