Ije Kepincut ke Deng Ical, PKS : Sudah Terlambat | Makassar Today
Connect with us

Politik

Ije Kepincut ke Deng Ical, PKS : Sudah Terlambat

Published

on

MAKASSAR – Rencana Muh Iqbal Djalil, Lc untuk berpaket dengan Syamsu Rizal MI (Deng Ical) di Pilwali Makassar mendapat tanggapan dari DPW PKS Sulsel.

Ije, sapaan akrab Muh Iqbal Djalil, saat dikonfirmasi terkait paket tersebut tak menampik. Ia bahkan berencana akan melakukan komunikasi dengan pengurus PKS agar mendapat usungan.

“Baru saya mau komunikasikan ke pengurus. Paket ini juga kan masih baru tadi menghuat, jadi baru akan diusul,” ucapnya usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Makassar, Senin (13/11/2017) sore.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel, Irwan ST mengatakan, bahwa usulan tersebut sudah terlambat, mengingat proses tahapan penjaringan calon sudah berjalan.


“Kalau di PKS ada mekanisme dan tahapannya. Dan sekarang tahapannya sudah di DPP. Paket Deng Ical dan IJe ini tidak masuk paket yang diusulkan,” tegas Irwan ST kepada MakassarToday.

Seperti diketahui, PKS Makassar sebelumnya telah mengusulkan tiga kadernya untuk menjadi bakal calon pendamping petahana Danny Pomanto.

Selain Ije, nama legislator Sulsel, Sri Rahmi dan legislator Makassar, Muzakkir Ali Djamil ikut diusul. Namun usulan tersebut mulai mentah setelah Danny mengumumkan calon pendampingnya yang berasal dari partai lain, yakni Indira Mulyasari Paramastuti.

Tak hanya itu, Danny dan Indira bahkan telah merencanakan pelaksanaan deklarasinya pada 21 November bulan ini. (Rusdi)

Advertisement
Comments

Politik

Agus Akui Akses Publik di CPI Masih Berpolemik

Published

on

By

Makassartoday.com – Sesi tanya jawab pada debat kedua antarkandidat Pilgub Sulsel berlangsung menarik dan banyak kejutan. Termasuk soal pertanyaan Cagub Sulsel, Nurdin Halid (NH) terkait proyek Center Point of Indonesia (CPI) kepada Agus Arifin Nu’mang, cagub paslon nomor urut dua yang juga mantan wakil gubernur.

NH menanyakan soal akses publik di Pantai Losari, khususnya di CPI, kini yang hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Tidak seperti dahulu, masyarakat bebas bersantai, nyaman, di mana saja di Losari.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agus mengakui bahwa proyek CPI di wilayah Pantai Losari, Makassar, hingga kini masih berpolemik. “Masih berpolemik, saya yakin karena proyek ini belum selesai,” jawab Agus saat debat yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (19/4/2018).


“Jika saya sebagai gubernur saya akan menagih ke perusahaan tersebut soal akses publik ke CPI,” lanjut Agus yang diketahui sebagai wakil Syahrul Yasin Limpo, gubernur yang baru saja berakhir masa jabatannya.

Merespons jawaban Agus, NH mengatakan bahwa pemerintah provinsi sebetulnya tak perlu menghabiskan Rp 500 miliar hanya untuk membangun gedung bertingkat-tingkat, seperti yang ada di CPI, sementara hak masyarakat terkait akses publik terenggut.

“Lebih baik uang sebanyak itu untuk menghadirkan lapangan bertaraf internasional di daerah-daerah. Masyarakat bisa saling bersilaturahmi, olahraga, khususnya pemuda juga makin maju,” tutur NH. (*)

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler