Beredar Video Kecelakaan Mobil Ditumpangi Setya Novanto | Makassar Today
Connect with us

Nasional

Beredar Video Kecelakaan Mobil Ditumpangi Setya Novanto

Published

on

JAKARTA – Sebuah video beredar luas yang menggambarkan soal kecelakaan mobil Setya Novanto. Dalam video, bagian depan mobil tersebut ringsek.

Video yang mulai beredar di dunia Maya tersebut memperlihatkan kondisi mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1732 ZLO menabrak tiang.

Bagian depan mobil tampak ringsek. Sementara kondisi terlihat hujan di lokasi kecelakaan.

Ada satu orang berbaju cokelat yang menghampiri mobil itu sambil menelpon. Ia juga membuka bagian belakang mobil. Video tersebut berdurasi 1 menit 10 detik.

Sebelumnya pengacara Setya Novanto, Frederich Yunadi menyebut kliennya itu akan mendatangi KPK pada malam ini. Namun menurut Frederich, Novanto mengalami kecelakaan di perjalanan.

Fredrich Yunadi menyebut mobil kliennya mengalami kecelakaan di wilayah Permata Hijau, Jakarta Selatan. Novanto saat ini masih tidak sadarkan diri di rumah sakit.

“Beliau mengalami kecelakaan yang sangat parah,” kata Fredrich dilasir detik.com, Kamis (16/11/2017) malam.

Dijelaskan Fredrich, saat itu Novanto sedang mengejar waktu dengan mobilnya menuju sebuah stasiun televisi untuk mengikuti siaran secara live. Kemudian mobil Novanto mengalami kecelakaan. (*)

 

Lihat Videonya:

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Advertisement

Comments

Nasional

Deng Ical Sindir Gambar Petahana Tiba-tiba Ramai di Posyandu

Published

on

By

Makassartoday.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengumpulkan seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, di hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, membahas terkait pelaksanaan Pilkada Serentak di 171 daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu hadir Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI bersama seluruh kepala Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak di daerahnya masing-masing.

Sesudah dibuka Menko Polhukam, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab tersebut, Deng Ical sapaan akrabnya menjadi penanya kedua dalam diskusi yang dihadiri Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI), Abhan, dan Ketua Komisioner KPU RI, Arief Budiman.

Dihadapan Mendagri, Ketua Komisioner KPU dan Bawaslu RI, Deng mempertanyakan sanksi apa yang akan diberikan kepada ASN jika terlibat politik.

Kedua, aturan-aturan pada saat masa kampanye nanti terkait dengan gambar-gambar petahana yang sudah terlanjur ada dan tertempel di setiap puskesmas, seperti kampanye kebersihan, kesadaran berlalu lintas.

“Celakanya lagi karena di daerah tetangga kita itu di reproduksi, yang tadinya cuman ada di puskesmas tiba-tiba semua posyandu ditempelin gambar petahana, sehingga banyak keluhan dari tim pasangan lainnya, namun itu belum bisa ditindak lanjuti. Olehnya itu kami memohon petunjuk,” kata Deng Ical

Politisi Golkar ini juga mempertanyakan terkait jabatan yang lowong dan sifatnya sangat dibutuhkan di Pemerintahan. “Jika kita ingin mengisi kepala kelurahan dan sekolah yang sudah pensiun, apakah itu juga butuh persetujuan tertulis Pak Menteri,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan akan memberikan sanksi yang tegas kepada ASN yang tidak taat aturan. Bukan hanya yang ikut mensosialisasikan langsung ke masyarakat tetapi juga yang ikut mengkampanyekan kandidat melalui sosial media.

“Dalam waktu dekat ini kami akan mengelurkan surat edaran terkait sanksi ASN yang tidak netral di Pilkada serentak ini,” tegas Tjahjo Kumolo.

Sementara Ketua Bawaslu RI, Arif Budiman mengatakan, semua program pemerintah yang di dalamnya ada gambar petahana harus tetap dijalankan hingga memasuki masa kampanye.

“Karena KPU sudah punya regulasinya sehingga semua program pemerintah harus tetap berjalan. Hanya saja, pada saat masa kampanye sudah masuk maka tidak boleh lagi ada foto kandidat terpasang di dalamnya,” tegas Arif Budiman.(*)

Jika Pemilihan Gubernur Sulsel digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Jika Pilwalkot Makassar digelar hari ini, siapa pilihan Anda?

Baca Selengkapnya
Advertisement

Terpopuler