Komunitas Literasi Pecandu Aksara Gelar Bedah Buku | Makassar Today
Connect with us
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text

CITIZEN REPORT

Komunitas Literasi Pecandu Aksara Gelar Bedah Buku

Published

on

MAKASSAR – Komunitas Literasi Pecandu Aksara (PA) menggelar Bazar Bedah Buku ‘Laki-Laki’, di Cafe Coffee Crime, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu malam (15/11/2017).

Kegiatan ini menghadirkan pembicara penulis buku Laki-Laki, Akbar Slamet S atau akrab disapa Carnosaurust. Ia membedah tuntas isi bukunya kepada puluhan peserta yang hadir.

Carno mengungkapkan bahwa, Laki-Laki adalah kitab untuk perempuan dalam memilih pasangan atau seorang laki-laki yang tepat. Buku ini bercerita tentang cinta dan rasa sebagai manusia dari sudut pandang agama, psikologi, seni dan sosial.

“Buku ini membahas tentang bagaimana menjadi laki-laki yang sesungguhnya,” tegas pria yang juga merupakan CEO LBH Psychology Service ini.

Buku yang diberandol dipasaran dengan harga sekitar 50-60an ribu ini merupakan buku perdananya. Buku ini sebelumnya telah dilaunching di bulan Oktober lalu, dan 1 bulan setelah dilaunching, penjualan buku ini sudah menembus angka ratusan eksemplar.

“Dari definisi cinta yang dijelaskan pada buku ini menginspirasi saya sebagai perempuan untuk lebih peka, menjadi cerdas, serta lebih pandai mengolah rasa, agar menjadikan diri saya bisa menyenangkan dan bermanfaat bagi org banyak,” ujar Ira, salah satu anggota Pecandu Aksara yang bertindak sebagai moderator kegiatan.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan pantun dan puisi dari salah satu anggota Pecandu Aksara, Bang O.

Penulis: Suteriyani (Anggota Pecandu Aksara)

BAGIKAN:
Comments

CITIZEN REPORT

Akses Jalan Warga di Desa Matamppa Walie Terputus Akibat Hujan Deras

Published

on

By

Makassartoday.com – Hujan lebat yang terus mengguyur Sungai Assarajenge Desa Matamppa Walie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulsel, selama sepekan membuat warga setempat sulit mengakses jalan untuk aktivitasnya sehari-hari.

Selain menjadi jalur utama aktivitas warga, meluapnya sungai tersebut juga membuat para siswa-siswi merasa kesulitan menuntut ilmu ke sekolah demi menggapai cita-citanya.

Meluapnya sungai tersebut juga berdampak pada penurunan pendapatan dari hasil pertanian dan kebun para petani setempat. Hasil tani dan kebun mereka, bahkan kerap tak terjual karena akses jalan menuju pasar terasa sulit akibat air sungai di Assarajenge yang meluap sangat deras.

Kondisi ini sudah lama dialami warga dan hingga kini tidak ada tanggapan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemerintah Kabupaten Bone.

“Kondisi seperti ini sudah sejak awal adanya kampung kami di sini, anak sekolah maupun warga setiap hari menyebrang sungai ini. Kami bertaruh nyawa menyeberangi sungai, apa boleh buat tidak ada pilihan lain,” kata seorang warga, Ayu Andira, Kamis (28/6/2018).

Kondisi Sungai Assarajenge membuat siswa dan warga harus rela basah-basahan bahkan mengancam keselamatan jika ingin melintas di sungai tersebut.

Meluapnya Sungai Assarajenge memaksa para siswa nekat menerjang arus deras sungai demi menuntut ilmu di sekolah.

“Kami mengangkat pakaian agar pakaian tidak basah dan sepatu tidak di pasang dulu, sudah menyeberangi sungai baru di pakai,” ujar salah seorang siswa, Mustawal.

Sementara itu, untuk menjaga keamanan saat menyeberang sungai, orang tua siswa harus mendampingi anaknya saat pergi dan pulang dari sekolah. Orang tua siswa dengan susah payah harus menggendong anaknya menyeberang sungai.

Siswa dan warga setempat sangat mengharapkan Pemerintah Provinisi maupun Pemerintah Daerah setempat untuk membangun jembatan permanen agar akses aktivitas mereka sehari-hari dapat berjalan aman dan lancar. (*)

Penulis: Lisdawati (Warga Desa Matamppa Walie)

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

CITIZEN REPORT

Alumni FKM UH 2006 Buka Puasa Bersama

Published

on

By

Makassartoday.com – Alumni FKM UH angkatan 2006 menggelar silaturrahmi ramadhan 1439 H di hotel Jolin Makassar tepatnya hari ini, Minggu (10/5/2018). Kegiatan ini dirangkaikan diskusi dan buka puasa bersama.

Menurut salah satu panitia Kadar Ramadan, SKM, MKM saat ditemui, kegiatan ini sebagai wadah mempererat tali silaturrahmi alumni FKM UH angkatan 2006 yang cukup lama terputus.

“Kegiatan ini untuk kedua kalinya dilaksanakan, sebelumnya pada tahun 2016 sejak itulah kami alumni sepakat menjadikannya agenda rutin setiap tahun saat ramadhan,” ungkap akademisi ini.

Kegiatan berlangsung meriah dihadiri lebih dari 30 alumni yang tersebar di beberapa instansi, seperti Bappenas, Poltekes, Dinas Kesehatan, Perbankan, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta hingga yang berprofesi sebagai pengusaha muda. Asal berangkatnya pun berbeda-beda, mulai dari Riau, Bangka Belitung, Jakarta, Poso, hingga Mamuju dan daerah-daerah lainnya.

Momen ini juga menjadi lebih bermakna karena selain merangkai kembali silaturahmi dan mengenang masa-masa di perkuliahan dulu, juga kami dari alumni ikut menyumbangkan donasi yang akan diserahkan ke salah satu panti asuhan yang ada di Makassar. Tambah salah satu Alumni Surahmansah Said, S.Gz, M.P.H.

Silaturahmi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, memperluas rezeki serta memperbanyak koneksi, silaturahmi menjadi kebutuhan utama kita sebagai makhluk sosial. (*)

Penulis: Mukramin Yusuf

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya

CITIZEN REPORT

Penerbit IMB Indonesia Launching Buku Cerita Kusam

Published

on

By

Makassartoday.com – Penerbit MIB Indonesia menggelar launching Buku 
Cerita Kusam dan Talkshow Puisi serta Cerpen, Minggu (3/6/2018), pukul 17.00 – 19.00 WITA. Berkolaborasi dengan patner setianya Pecandu Aksara dan Aksara Merdeka.

Bertempat di Cafetaria 99 lantai 2, Pasar Segar, Pannakukkang, Makasaar. Peserta  didominasi oleh kaum adam yang berjumlah sekitar 20-an peserta.

MIB melaunchingkan buku salah satu anggota Pecandu Aksara, Ardiansyah Arif yang berjudul Cerita Kusam. Dia bergelut juga di dunia literasi lainnya yaitu Waktu Indonesia Membaca. 

“Cerita Kusam membahas hal-hal yang selama ini dianggap tabu di sekitar kita. Akan Ada banyak nilai sosial. Membuat kita lebih mensyukuri hidup dan peduli dengan  keadaaan sekitar. Namun tetap  dikemas dalam cerita cinta yang berbeda dari cerita yang lain,” kata pria yang mahir memainkan Ukulele itu.

Coretan pena penulis Cerita Kusam, juga bisa ditemukan di ig @vespa_kere. 

“Caranya membunuh kemalasan yaitu menanam motivasi dalam diri, seperti yang sering didengarkan disampaikan publik ingin hidup abadi maka menulislah. Itu salah satu motivasi saya, jika saya ingin abadi, maka saya menulis dan membuat sebuah buku. Alhamdulillah sekarang bukunya sudah dinikmati oleh pembacanya,” papar Ardiansyah membagi pengalaman menulisnya ke peserta launching buku.
 
Penulis dilahirkan oleh orang tua petani yang gagah dan cantik di dusun kecil, bagian selatan Celebes, dusun Papi, desa Buttu-Batu, kecamatan Enrekang dan kabupaten Enrekang.

“Awalnya saya orang yang suka berdongeng. Dari pada khayalan saya hanya melayang-layang di kepala, mulai menulis khayalan-khayalan  saya dari puisi, dan melakukan hal yang lain lagi seperti cerpen,” ungkap Vespa_kere nama pena dari Ardiansyah Arif.

Laki-laki penyuka vespa ini merupakan pria petualang. Dari jiwa pencinta alam ini dia sekarang berbisnis hammockatau tempat tidur gantung.

Setelah launching buku selesai, diselenggarakan pula talkshow kepenulisan puisi dan cerpen. Bang O mengisi materi puisi dan Aurora Rahmah membawa materi cerpen.

“Puisinya itu yah puisi, puisi sekarang sudah tidak terikat dengan aturan baku yang ada,” kata Bang O menjawab pertanyaan peserta. 

“Puisi baru adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh aturan lama,” lanjutnya.

Widyawan Setiadi nama lengkap dari Bang O mengutarakan bahwa puisi itu salah satu karya sastra tertua yang pernah lahir,  Awal mulai lahirnya puisi bermula dari kerajaan, mantra, syair, bermula dari kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang menggunakan ritual-ritual tertentu dengan mantra-mantra tertentu.

Pendiri Aksara Merdeka, Bang O mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra yang bahasanya dipadatkan dan maknanya disiratkan.

“Karena puisi adalah karya sastra yang beda dengan dua karya sastra lainnya, novel dan cerpen. Kalau novel sama cerpen lebih identic dengan menjabarkan kata menjadi sebuh kalimat yang mudah dimengerti. Sedangkan puisi memadatkan kata dari paragraph menjadi beberapa kalimat saja agar makna yang disampaikan lebih tersirat, bukan silangsungan dan itulah ciri khasnya puisi. Terlepas dari berbagai macam jenis puisi yang telah dikategorikan,” jelas Bang O.

Dalam materi cerpen Aurora Rahmah menjelasakan tentang teknis pembuatan cerpen di mana kita harus menyiapkan kerangka cerpen, yaitu menangkap ide, menentukan alur, latar, menentukan tokoh, dan menentukan watak tokoh, konflik dan ending. Kemudian endapkan terlebih dahulu sebelum dibuka dan self editing. Setelah itu berikan kepada pembaca untuk menilainya.

“Tulisan tanpa manfaat itu sampah! Jadilah penulis yang mengutamakan manfaat bagi orang, ” Pesan Aurora menutup talkshow Cerpen. 

Pada akhir acara MC mempersilakan penulis untuk membacakan karya puisinya dalam Cerita Kusam dan mendapatkan tepuk tangan dari peserta. 

Penulis juga menunjuk Bang O untuk membacakan puisi sebagai master of puisi kata Vino sapaan akrab Ardiansyah. Judul puisi yang dibawakan yaitu Berita Reformasi  yang berhasil membuat bulu kuduk merinding.

Di akhir acara MC mengarahkan Ardiansyah, Bang O dan Aurora untuk menyerahkan goodie bag dari kopi Kapal Api kepada  peserta penanya launcing dan talkshow  tadi.

Setiap tulisan akan nada pembacanya sendiri, maka dari itu marilah kita membumikan tulisan di tanah Daeng ini dengan tulisan. Agar Makassar bisa juga terkenal lewat minat baca dan menulis kaum intektualnya.

Menulis juga merupakan cara aman untuk mengungkapkan rasa di rezim sekarang yakni melampiaskan lewat tulisan tetapi tetap dalam koridor-koridornya.

(Penulis/Citizen Jurnalis: Azimah Nahl)

 

BAGIKAN:
Baca Selengkapnya